Harga 27 Saham LQ-45 Ini Turun 20%-50%, Tertarik?

Yodie Hardiyan

[Waktu baca: 6 menit]

Salah satu indeks saham yang kerap menjadi rujukan para investor saham adalah indeks LQ-45. Indeks LQ-45 adalah salah satu dari 34 indeks yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan laman resmi BEI, indeks LQ-45 diartikan sebagai indeks yang mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Sebagian dari 45 saham tersebut mengalami penurunan drastis hingga 20 Oktober 2020 dibandingkan dengan awal tahun 2020. Penurunan tersebut disebabkan sejumlah faktor, salah satunya koreksi pasar besar-besaran pada Maret 2020 akibat kepanikan terhadap pandemi virus corona.

Sebagian saham telah pulih sejak mengalami penurunan drastis pada Maret 2020, namun sebagian saham lainnya belum. Berdasarkan data yang dirangkum BigAlpha.id, sebanyak 27 saham mengalami penurunan harga sebesar 20%-50% secara year to date. Saham tersebut antara lain:

1. ADRO

Saham ADRO (PT Adaro Energy Tbk.) sudah turun 22% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga ADRO Rp1.495, kini Rp1.210 per 20 Oktober 2020.

2. AKRA

Saham AKRA (PT AKR Corporindo Tbk.) sudah turun 32% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga AKRA Rp3.900, kini Rp2.680 per 20 Oktober 2020.

3. ASII

Saham ASII (PT Astra International Tbk.) sudah turun 25% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga ASII Rp6.875, kini Rp5.175 per 20 Oktober 2020.

4. BBNI

Saham BBNI (PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.) sudah turun 38% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga BBNI Rp7.775, kini Rp4.810 per 20 Oktober 2020.

5. BBRI

Saham BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.) sudah turun 26% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga BBRI Rp4.410, kini Rp3.250 per 20 Oktober 2020.

6. BBTN

Saham BBTN (PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.) sudah turun 39% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga BBTN Rp2.130, kini Rp1.290 per 20 Oktober 2020.

7. BMRI

Saham BMRI (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.) sudah turun 27% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga BMRI Rp7.750, kini Rp5.650 per 20 Oktober 2020.

8. BSDE

Saham BSDE (PT Bumi Serpong Damai Tbk.) sudah turun 33% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga BSDE Rp1.270, kini Rp840 per 20 Oktober 2020.

9. CTRA

Saham CTRA (PT Ciputra Development Tbk.) sudah turun 24% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga CTRA Rp1.025, kini Rp785 per 20 Oktober 2020.

10. EXCL

Saham EXCL (PT XL Axiata Tbk.) sudah turun 33% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga EXCL Rp3.210, kini Rp2.090 per 20 Oktober 2020.

11. GGRM

Saham GGRM (PT Gudang Garam Tbk.) sudah turun 23% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga GGRM Rp53.350 kini Rp40.550 per 20 Oktober 2020.

12. HMSP

Saham HMSP (PT HM Sampoerna Tbk.) sudah turun 32% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga HMSP Rp2.090, kini Rp1.415 per 20 Oktober 2020.

13. INTP

Saham INTP (PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.) sudah turun 36% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga INTP Rp18.525, kini Rp12.000 per 20 Oktober 2020.

14. ITMG

Saham ITMG (PT Indo Tambangraya Megah Tbk.) sudah turun 27% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga ITMG Rp11.350, kini Rp8.350 per 20 Oktober 2020.

15. JPFA

Saham JPFA (PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.) sudah turun 26% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga JPFA Rp1.535, kini Rp1.130 per 20 Oktober 2020.

16. JSMR

Saham JSMR (PT Jasa Marga (Persero) Tbk.) sudah turun 29% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga JSMR Rp5.175, kini Rp3.650 per 20 Oktober 2020.

17. MNCN

Saham MNCN (PT Media Nusantara Citra Tbk.) sudah turun 51% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga MNCN Rp1.625, kini Rp785 per 20 Oktober 2020. Harga MNCN kini berada di bawah harga IPO Rp900 pada 13 Juni 2007.

18. PGAS

Saham PGAS (PT Perusahaan Gas Negara Tbk.) sudah turun 51% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga PGAS Rp2.140, kini Rp1.045 per 20 Oktober 2020.

19. PTBA

Saham PTBA (PT Bukit Asam (Persero) Tbk.) sudah turun 24% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga PTBA Rp2.630, kini Rp2.010 per 20 Oktober 2020.

20. PTPP

Saham PTPP (PT PP (Persero) Tbk.) sudah turun 41% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga PTPP Rp1.610, kini Rp915 per 20 Oktober 2020.

21. PWON

Saham PWON (PT Pakuwon Jati Tbk.) sudah turun 29% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga PWON Rp570, kini Rp402 per 20 Oktober 2020.

22. SMGR

Saham SMGR (PT Semen Indonesia Tbk.) sudah turun 20% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga SMGR Rp12.200, kini Rp9.475 per 20 Oktober 2020.

23. SMRA

Saham SMRA (PT Summarecon Agung Tbk.) sudah turun 34% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga SMRA Rp1.000, kini Rp645 per 20 Oktober 2020.

24. SRIL

Saham SRIL (PT Sri Rejeki Isman Tbk.) sudah turun 21% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga SRIL Rp258, kini Rp204 per 20 Oktober 2020.

25. TKIM

Saham TKIM (PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.) sudah turun 40% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga TKIM Rp10.075, kini Rp6.075 per 20 Oktober 2020.

26. TLKM

Saham TLKM (PT Telkom (Persero) Tbk.) sudah turun 31% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga TLKM Rp3.910, kini Rp2.680 per 20 Oktober 2020.

27. WIKA

Saham WIKA (PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.) sudah turun 38% secara year to date. Pada 2 Januari 2020, harga WIKA Rp2.020, kini Rp1.120 per 20 Oktober 2020.

Investasi