Daftar Saham Perusahaan Lippo Group 2021

Dika Aksara

[Waktu baca: 5 menit]

Lippo Group adalah salah satu konglomerasi besar di Indonesia. Didirikan oleh taipan Mochtar Riady, Lippo Group mengelola bisnis di banyak sektor usaha, mulai dari properti sampai ritel. Bisnis grup ini kian besar sejak era Orde Baru di bawah kendali Presiden Soeharto.

Sebagian dari perusahaan Lippo Group tersebut sudah menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia. Artinya, masyarakat sebagai investor publik bisa membeli saham-saham perusahaan tersebut.

Apa saja daftar saham perusahaan Lippo Group tersebut? Berikut ini daftar terbaru saham Lippo Group 2021:

1. Matahari Putra Prima (MPPA)

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) merupakan salah satu peritel terbesar di Indonesia. Perusahaan ini membawahi sejumlah ritel ternama seperti Hypermart, Primo, Boston Health & Beauty, hingga Foodmart. 

Tahun 2020, sejalan dengan pukulan pandemi terhadap sektor ritel, MPPA menggandeng sejumlah marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Grab untuk memperkuat lini bisnis online. Bisnis ritel di bawah MPPA pun mulai menerima transaksi digital dengan platform OVO, ShopeePay, hingga sistem QRIS. 

Pada awal Mei 2021 ini,  11,9 persen saham MPPA dijual kepada tiga investor baru, yakni PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 4,76 persen, Panbridge Investment Ltd. 3,33 persen dan Threadmore Capital Ltd sebesar 3,81 persen.

Ternyata, PT Pradipa Darpa Bangsa adalah anak usaha Gojek dengan porsi kepemilikan 99,996 persen dan PT Dompet Karya Anak Bangsa (Gopay) sebesar 0,004 persen.  Pembelian saham MPPA oleh Gojek itu membuat harga saham perusahaan ini bergerak liar. Kami mengulas lebih dalam MPPA tersebut dalam artikel berikut: MPPA, ARTO, Apa Lagi? Gojek dan Kejutannya di Pasar Saham.

2. Multipolar (MLPL)

PT Multipolar Tbk (MLPL) bergerak di bidang jasa telekomunikasi, industri teknologi informasi, serta perdagangan umum seperti jasa impor, ekspor, hingga pengembangan properti. MLPL menjadi induk usaha dari sejumlah perusahaan Lippo Group. 

MLPL merupakan pemegang saham MPPA, Matahari Department Store / LPPF (18,18 persen), bisnis hiburan anak-anak Timezone Family Entertainment Centers (50 persen), Books & Beyond (100 persen) dan sebagainya. 

3. Multipolar Technology (MLPT)

 PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) adalah salah satu anak usaha MLPL yang bergerak di bidang usaha IT system. MLPT menyediakan jasa layanan dan solusi IT, seperti perangkat keras dan layanan integrasinya, sistem aplikasi dan layanan implementasinya, layanan IT consulting, hingga business process managed sevices. 

4. LinkNet (LINK)

PT Link Net Tbk bergerak di bidang teknologi informasi. Pada tahun 2011, perusahaan memperluas lini usaha dengan menyediakan layanan jaringan kabel tetap dan TV kabel melalui anak usahanya, PT First Media (FMTV).

Saat ini, LINK menyediakan layanan TV kabe dan internet broadband berkecepatan tinggi di Indonesia yang mengoperasikan sistem kabel Hybrid Fiber Coaxial (HFC) berkecepatan tinggi. 

5. Matahari Department Store (LPPF)

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) adalah anak usaha langsung dari MLPL. Nama Matahari tentu tidak asing bagi masyarakat Indonesia, karena ratusan gerainya tersebar di seluruh Indonesia. Tercatat per Mei 2021, ada 153 gerai Matahari di 76 kota. 

Sebagai salah satu perusahaan ritel terbesar di Indonesia, Matahari mempekerjakan lebih dari 40.000 karyawan di seluruh Indonesia. Namun, bisnis industri ritel seperti yang dijalankan oleh Matahari terkena pukulan yang cukup keras oleh pandemi virus corona. Simak ulasan mengenai perkembangan industri ritel di tengah pandemi dalam artikel berikut: Dari Ramayana Sampai ACE Hardware: Nasib Perusahaan Ritel 2021

6. Siloam Internasional Hospitals (SILO)

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) merupakan jaringan rumah sakit swasta terbesar yang berada di bawah Grup Lippo. Siloam pun menjelma menjadi rumah sakit dengan standar pelayanan yang dianggap unggul dibanding rumah sakit lainnya. 

Sampai saat ini Siloam mempekerjakan lebih dari 2.700 dokter umum dan spesialias, 10.000 perawat, dan melayani hampir 2 juta pasien per tahun. Laba perusahaan yang mengelola rumah sakit melesat di tengah pandemi corona. Kami mengulasnya dalam artikel berikut: Nasib Emiten Rumah Sakit di Tengah Pandemi.

7. First Media (KBLV)

PT First Media Tbk (KBLV) adalah anak usaha MLPL yang bergerak di bidang penyediaan layanan internet broadband dan distribusi berbagai sinyal elektronik melalui jaringan. KBLV sendiri memiliki 9 anak perusahaan dengan kepemilikan seluruhnya nyaris 100 persen. 

8. Lippo Karawaci (LPKR)

Lippo Karawaci adalah anak usaha Grup Lippo yang bergerak sebagai pengembang properti. Tahun 2004, terjadi penggabungan 8 perusahaan yang membuat portofolio LPKR semakin luas, mencakup pengembangan perkotaan, pengembangan skala besar, mal ritel, hotel, hingga layanan kesehatan. 

9. Bank Nationalnobu (NOBU), 

PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) adalah bank umum swasta nasional. Kepemilikan saham NOBU sendiri, terbagi ke dalam PT Kharisma Buana Nusantara 22,53%, PT Prima Cakrawala Sentosa 19,58%, PT Matahari Department Store Tbk 16,4%, OCBC Securities Pte Ltd-Client A/C 12,21%, Nomura Securities Co Ltd A/C Client 10%, PT Lippo General Insurance Tbk 7,6%, dan masyarakat umum masing-masing di bawah 5% sebanyak 11,68% saham. 

10. Lippo Cikarang (LPCK)

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) bergerak di bidang real estate dan kawasan industri. Populasi kota yang dikembangkan Lippo Cikarang sendiri sebanyak 51.250 orang penghuni, dengan 97.350 lapangan kerja tercipta, 600.500 orang pekerja, dan 16.661 unit bangunan rumah. 

11. Multifiling Mitra Indonesia (MFMI)

PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) bergerak di bidang layanan administrasi, seperti penyimpanan file, pengambilan kembali file, penghancuran arsip, hingga layanan lain berkaitan dengan pengarsipan dan dokumentasi. 

 

Tags:

Investasi