"The New Normal" Setelah Pandemi, Bisnis Apa yang Terdampak?

[Waktu baca: 4 menit]

Setelah wabah corona mengakibatkan krisis di seluruh dunia, banyak pihak memperkirakan munculnya kehidupan normal yang baru dan berbeda dibandingkan dengan sebelum pandemi ini muncul.

Kehidupan normal yang disebut sebagai "the new normal" itu diprediksi terbentuk berdasarkan kondisi masyarakat saat munculnya wabah corona ini.

"The new normal" itu diperkirakan bukan hanya mempengaruhi berbagai aspek kesehatan masyarakat, tapi juga berbagai model bisnis karena adanya perubahan perilaku di masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran virus ini.

Berikut ini sejumlah situasi yang diperkirakan akan terbentuk sebagai bentuk kehidupan normal baru setelah kemunculan pandemi corona yang  menewaskan lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia itu:

1. Bekerja dari Rumah

Salah satu seruan yang terkenal saat pandemi ini muncul adalah bekerja dari rumah (work from home/WFH). Aktivitas ini diterapkan oleh banyak organisasi usaha yang biasanya beraktivitas di kantor.

WFH dimaksudkan supaya orang tidak berkumpul dalam jumlah banyak di suatu tempat yang dikhawatirkan berpotensi menyebarkan corona di kantor atau dalam perjalanan menuju kantor atau rumah.

Situasi ini membuat banyak orang berpikir ulang mengenai kebutuhan kantor sebagai tempat kerja. Sejumlah jenis pekerjaan dianggap dapat diselesaikan di rumah, tidak harus di kantor.

Salah satu contoh organisasi yang secara terbuka menyatakan kemungkinan bekerja dari rumah adalah Kementerian Keuangan. Dengan berbagai ketentuan yang berlaku, sejumlah pegawai di Kementerian Keuangan dapat bekerja dengan konsep flexible working space (FWS) dimana bekerja tidak harus di kantor.

Selain organisasi pemerintah, sejumlah perusahaan swasta juga membuka opsi supaya karyawan dapat bekerja di rumah selamanya. Salah satu perusahaan yang telah mengumumkan kebijakan tersebut adalah perusahaan teknologi Twitter.

Apabila kebijakan bekerja dari rumah ini diberlakukan oleh banyak organisasi di masa depan, bukan tidak mungkin banyak sektor usaha yang terdampak, mulai dari usaha sewa ruangan perkantoran sampai rumah makan di area perkantoran.

2. Layanan Makanan

Saat pandemi ini muncul dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di sejumlah kota, tidak sedikit rumah makan/restoran/kafe/warung yang tidak menerima layanan makan di tempat (dine in).

Sebaliknya, layanan yang tersedia adalah pesan makan untuk dibawa pulang (take away). Penutupan atau pembatasan akses untuk makan di tempat dibuat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di sebuah tempat makan tersebut.

Di berbagai negara, restoran membatasi jumlah pengunjung yang dapat makan di tempat. Di Selandia Baru,  misalnya, Perdana Menteri Jacinda Ardern bahkan ditolak masuk ke sebuah kafe karena adanya  pembatasan kapasitas pengunjung. 

Di Jakarta, banyak rumah makan tetap beroperasi namun tidak melayani makan di tempat. Konsumen bisa memesan makanan tersebut menggunakan jasa antar makanan yang disediakan oleh berbagai aplikasi.

3. Online Event

Salah satu perubahan yang terasa setelah pandemi muncul adalah berkurangnya kegiatan yang melibatkan banyak orang di suatu tempat (offline event). Sebagai gantinya adalah online event yang menghubungkan banyak orang melalui internet.

Sebagai contoh, apabila dulu seminar diselenggarakan di sebuah gedung atau ruangan yang dapat menampung banyak orang, sekarang seminar lebih banyak diselenggarakan dalam bentuk webinar (seminar online).

Tanpa perlu pergi ke sebuah tempat, orang dapat mengikuti sebuah seminar dengan bantuan laptop atau smartphone. Situasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di banyak negara di seluruh dunia.

Selain seminar, online event lain yang bermunculan saat pandemi ini muncul adalah konser musik virtual, wisata virtual dan sebagainya. Bukan tidak mungkin situasi ini akan mempengaruhi model bisnis dari industri kreatif di masa depan.
 

 

 

Apabila Anda berencana untuk berinvestasi saham, Big Alpha telah menyusun sebuah e-book kuartalan yang berisi 15 saham pilihan. Klik di sini untuk melakukan pemesanan.

Related Posts

Ada Apa dengan Saham BBRI?
Mengenal Perbedaan Krisis 1998 dan 2020

Leave a Comment

You need to sign in before leave a comment. Fields marked with an * are required.

Sign in

Subscribe To Big Alpha

Subscribe now and get exclusive news, advisory and more.