Supermarket Giant Seluruh Indonesia Bakal Tutup Akhir Juli 2021

Yodie Hardiyan

[Waktu baca: 3 menit]

Manajemen Hero Supermarket (HERO) memutuskan untuk menutup seluruh supermarket Giant di Indonesia pada akhir Juli 2021. Hero Supermarket merupakan perusahaan yang mengelola supermarket Giant di Indonesia.

Keputusan itu disampaikan oleh manajemen HERO dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 25 Mei 2021. Manajemen menyatakan akan memfokuskan diri dalam investasi untuk pengembangkan IKEA, Guardian dan Hero Supermarket yang punya potensi pertumbuhan lebih tinggi daripada Giant.

Sebagai bagian dari fokus baru ini, manajemen akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA. Di samping itu, manajemen mempertimbangkan mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket. Keputusan ini merupakan respon dari manajemen Hero Supermarket dalam beradaptasi terhadap perubahan dinamika pasar.

Manajemen Hero Supermarket memandang rencana ini dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan serta kelangsungan usaha perusahaan. 

Sampai kuartal I/2021, pendapatan bersih HERO terjungkal 32 persen menjadi Rp1,7 triliun dibandingkan dengan Rp2,6 triliun pada kuartal I/2020. Perusahaan membukukan rugi Rp2 miliar pada kuartal I/2021 atau membaik dibandingkan dengan rugi Rp44 miliar pada kuartal I/2020.

Seperti diketahui, pandemi virus corona berdampak signifikan terhadap industri ritel seperti yang dijalankan oleh Hero Supermarket. Kebijakan pembatasan mobilitas seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mempengaruhi perilaku belanja pelanggan dan pola permintaan barang. Di samping itu, kebijakan itu berdampak terhadap jumlah kunjungan pelanggan ke toko perseroan.

Di tengah kondisi yang tidak mudah ini, Dairy Farm Group selaku pemegang saham terbesar perusahaan mengumumkan pemberian fasilitas pinjaman kepada perseroan pada April 2021.

Pemberian fasilitas pinjaman ini menegaskan komitmen Dairy Farm Group kepada HERO dan memberikan fleksibilitas pembiayaan tambahan kepada perseroan agar dapat bertahan dalam kondisi perdagangan yang sulit yang disebabkan oleh pandemi dan demi kemajuan program optimasi yang sedang berlangsung.

Di industri ritel, bukan hanya HERO yang terdampak pandemi. Sejumlah perusahaan ritel lain juga terdampak. Kami mengupas perkembangan industri ritel di tengah pandemi dalam artikel berikut ini: Dari Ramayana Sampai ACE Hardware: Nasib Perusahaan Ritel 2021


 

Tags:

Investasi