Investasi

Santa Claus Rally di Bursa Indonesia, Simak Data 2010-2019

[Waktu baca: 3 menit]

Setiap menjelang Hari Natal, karakter Santa Claus sering muncul di berbagai tempat, mulai dari pusat perbelanjaan sampai media. Santa Claus adalah sosok yang menghadirkan keceriaan dan memberikan hadiah kepada anak-anak saat Hari Natal.

Sosok "Santa Claus"  ternyata juga hadir dalam imajinasi para investor menjelang Hari Natal. Di bursa Amerika Serikat, investor saham biasanya menanti Santa Claus Rally atau peningkatan harga-harga saham menjelang dan sesudah hari Natal 25 Desember.

Situs Investopedia mendeskripsikan Santa Claus Rally sebagai peningkatan (harga saham) di pasar saham yang terjadi di pekan terakhir Desember sampai dua hari pertama di Januari.

Mengapa fenomena itu bisa terjadi? Ada berbagai kemungkinan, salah satunya adalah penggunaan bonus akhir tahun para investor untuk berinvestasi saham. Dengan uang bonus, investor membeli saham di bursa. Peningkatan permintaan saham tersebut mengerek harga.

Situs Stock Trader's Almanac menguji fenomena tersebut. Menurut mereka, sepanjang 1950-2018, indeks S&P 500 di Amerika Serikat selalu positif dalam kurun waktu tujuh hari perdagangan yang terdiri dari lima hari terakhir perdagangan saham di Desember dan dua hari pertama di Januari.

Bagaimana dengan bursa Indonesia? Apakah Santa Claus Rally juga memberikan "hadiah" kepada investor saham melalui peningkatan harga saham di negeri tanpa salju ini?

Mari kita simak data perubahan IHSG dalam 10 tahun terakhir. Data perubahan dihitung selama tujuh hari perdagangan yang terdiri lima hari terakhir  di Desember dan dua hari pertama di Januari:

Tahun Perubahan IHSG
2019 0.62%
2018 1.19%
2017 1.10%
2016 5.43%
2015 0.89%
2014 1.83%
2013 1.48%
2012 1.48%
2011 1.61%
2010 4.10%

Tabel di atas menunjukkan bahwa IHSG selalu positif dalam periode singkat tersebut. Peningkatan bahkan ada yang mencapai 4%-5% dalam tujuh hari perdagangan.

Dengan kata lain, sebagian harga saham cenderung meningkat dalam waktu tujuh hari tersebut. Ditilik dari periode waktunya, Santa Claus Rally menjadi bagian dari momentum Window Dressing.

Bagaimana dengan 2020 ini? Menjelang akhir 2020, bursa saham Indonesia telah mengalami reli yang dimulai sejak akhir November hingga pertengahan Desember. Reli tersebut disebabkan sejumlah sentimen, mulai dari Pemilihan Presiden Amerika Serikat sampai penemuan vaksin di berbagai negara serta rencana distribusi di Indonesia.

Kabar teranyar, pemerintah berencana menggratiskan vaksin kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kebijakan ini berubah dari kebijakan sebelumnya dimana vaksin gratis hanya untuk sebagian kalangan. Jika tidak aral melintang, pemberian vaksin itu dilakukan secara bertahap pada 2021. Distribusi vaksin adalah kabar baik bagi Indonesia.

Sampai pertengahan Desember 2020, harga sebagian saham di bursa Indonesia  sudah banyak yang mendaki sejak terjungkal pada Maret 2020 akibat kepanikan terhadap pandemi corona. Sebagian di antaranya bahkan harganya sudah melewati level harga pra-pandemi.

Nah, adakah Santa Claus Rally di Indonesia pada akhir 2020? Selamat menanti ada atau tidaknya hadiah dari "Santa Claus" di pasar saham!


 

Tags in: Saham Belajar Saham

Related articles

Others You Might Like

Leave a Comment

You need to login before leave a comment.

Login