Mengintip Gurita Bisnis Grup Astra dengan Ratusan Anak Usaha

Dika Aksara

Astra International, atau yang akrab disebut Grup Astra, merupakan salah satu konglomerasi bisnis raksasa di Tanah Air. Tak tanggung-tanggung, kapitalisasi Astra International (ASII) sebagai entitas induk yang melantai di bursa saham, mencapai lebih dari Rp200 triliun per Juni 2021. 

Lini usaha yang digarap grup Astra juga sangat beragam. Salah satu yang utama tentu saja otomotif. Kalau kamu pengguna motor Honda untuk pergi ke kantor setiap hari, bisa jadi kendaraanmu itu hasil rakitan salah satu sentra produksi milik PT Astra Honda Motor, anak usaha Grup Astra. 

Tapi nggak cuma otomotif, bisnis perusahaan yang didirikan oleh Tjia Kian Liong atau William Soerjadjaja ini merambah berbagai sektor industri yang diampu oleh oleh lebih dari 200 anak perusahaan. 

Bahkan Astra International sempat menyuntikkan modalnya ke sejumlah perusahaan rintisan atau startup. Misalnya, investasi ke Gojek senilai US$250 juta, Sayurbox senilai US$5 juta, dan Halodoc senilai US$35 juta. Besar bukan nilai investasinya? Nah, lantas bagaimana gurita bisnis Grup Astra? Apa saham perusahaam Asta yang melantai di bursa efek Indonesia? Big Alpha merangkum anak perusahaan utama dari Grup Astra berikut ini.

 

1. Industri otomotif

Sektor otomotif merupakan lini bisnis utama grup Astra sejak pertama berdiri. Astra pertama kali menjadi distributor kendaraan Toyota dari Jepang pada 1969. Kemudian pada 1970, giliran Honda yang distribusinya dikuasai Astra. 

Lantas pada 1971, Astra mendirikan PT Federal Motor yang kini jadi PT Astra Honda Motor sebagai pabrikan perakitan sepeda motor Honda. Dikutip dari situs resmi Astra, berikut ini adalah daftar perusahaan sektor otomotif yang berada di bawah kendali Grup Astra, plus kepemilikan sahamnya:

Kendaraan roda empat

  • PT Astra Daihatsu Motor (31,87%)
  • PT Isuzu Astra Motor Indonesia (50% dimiliki anak perusahaan)
  • PT Toyota-Astra Motor (50%)

Kendaraan roda dua

  • PT Astra Honda Motor (50%)

Komponen 

  • PT Astra Otoparts Tbk (80%)

Produk dan jasa lain terkait otomotif

  • PT Astra Digital Internasional (100%)

 

2. Industri Jasa Keuangan

Sepak terjang Astra di sektor keuangan juga tak kalah panjang. Tahun 2004, induk usaha pernah mengambil alih sepertiga kepemilikan PT Bank Pertama Tbk (BNLI) meski kemudian melepaskan seluruh sahamnya pada 2020 lalu. 

Apa saja perusahaan di bawah Grup Astra yang bergerak di sektor jasa keuangan? Ini daftarnya:

Pembiayaan mobil

  • PT Astra Sedaya Finance (100% milik anak perusahaan)
  • PT Toyota Astra Financial Services (50%)

Pembiayaan sepeda motor

  • PT Federal International Finance (100%)

Pembiayaan alat berat

  • PT Komatsu Astra Finance (50% dimiliki anak perusahaan)
  • PT Surya Artha Nusantara Finance (60% dimiliki anak perusahaan)

Asuransi umum

  • PT Asuransi Jiwa Astra (99,99%)

Mobile lending fintech

  • PT Astra WeLab Digital Arta (60% dimiliki oleh anak perusahaan)

 

3. Industri alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi

Grup Astra mulai merambah masuk ke industri alat berat pada 1972 dimulai dengan mendirikan PT United Tractors.

Emiten dengan kode UNTR ini bertransformasi menjadi distributor alat berat terbesar di Indonesia. Asal kamu tahu, UNTR punya arti cukup besar bagi seorang rajam saham Indonesia, Lo Kheng Hong. Big Alpha pernah mengulas soal ini. 

Nah, apa saja perusahaan sektor alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi di bawah kendali Grup Astra? Ini dia:

Mesin konstruksi

  • PT Traktor Nusantara (50%)
  • PT United Tractors Tbk (59,5%)

Kontraktor Penambangan 

  • PT Pamapersada Nusantara (100% dimiliki anak perusahaan)

Pertambangan

  • PT Agincourt Resources (95% dimiliki oleh anak perusahaan)
  • PT Tuah Turangga (100% dimiliki anak perusahaan)

Industri konstruksi

  • PT Acset Indonusa Tbk (64,84% dimiliki anak perusahaan)

 

4. Industri agribisnis

Tahun 1973 silam, Astra International mulai merambah industri agribisnis. Induk usaha mendirikan PT Multi Agro Corporation yang mengambil alih divisi agribisnis Astra. Kemudian pada 1983, Astra mendirikan PT Astra Agro Niaga yang menjadi cikal bakal PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang masih eksis sampai saat ini. 

Berdasarkan profil perusahaan di situs resminya, PT Astra Agro Lestari Tbk adalah satu-satunya perusahaan yang bergerak di sektor agribisnis. Porsi saham yang dimiliki induk usaha sebesar 79,68%.

 

5. Industri infrastruktur dan logistik

Astra International punya banyak portofolio investasi di sektor ini, terutama terkait layanan jalan tol. Apa saja perusahaan grup Astra yang bergerak di infrastruktur dan logistik? Berikut daftarnya:

Infrastruktur umum

  • PT Astra Nusa Perdana (100%)
  • PT Astra Tol Nusantara (100%)

Logistik 

  • PT Serasi Autoraya (100%)

Jalan Tol

  • PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (44,49% dimiliki anak perusahaan)
  • PT Lintas Marga Sedaya (55,01% dimiliki anak perusahaan)
  • PT Marga Harjaya Infrastruktur (100% dimiliki anak perusahaan)
  • PT Marga Lingkar Jakarta (35% dimiliki anak perusahaan)
  • PT Marga Mandalasakti (79,31% dimiliki anak perusahaan)
  • PT Marga Trans Nusantara (40% dimiliki anak perusahaan)
  • PT Trans Marga Jateng (40% dimiliki anak perusahaan)

Pelabuhan

  • PT Pelabuhan Penajam Banua Taka (100% dimiliki anak perusahaan)

 

6. Industri teknologi informasi

Berikut adalah daftar perusahaan yang bergerak di sektor ini:

Solusi dokumen 

  • PT Astra Graphia Tbk (76,87%)

Solusi layanan kantor

  • PT Astragraphia Xprins Indonesia (100% dimiliki anak perusahaan)

Solusi teknologi informasi dan komunikasi

  • PT Astra Graphia Information Technology (100% dimiliki anak perusahaan)

 

7. Properti

ASII ternyata juga merambah ke bisnis properti. Berikut adalah daftar anak perusahaan yang bergerak di sektor ini:

Properti komersial

  • PT Menara Astra (100%)

Perdagangan properti

  • PT Astra Land Indonesia (50% dimiliki anak perusahaan)
  • PT Astra Modern Land (67% dimiliki anak perusahaan)
  • PT Brahmayasa Bahtera (60%)

Bisnis