Metrodata Jadi Rekomendasi Sejumlah Analis, Mengapa?

Berkah Rio

PT Metrodata Electronics Tbk. menjadi salah satu emiten yang masih sering direkomendasikan oleh kalangan analis pasar modal.

Emiten ini menjadi salah satu emiten dengan pergerakan harga saham yang masih tergolong “wajar” di antara emiten-emiten indeks sektor teknologi lainnya. Selain itu, MTDL juga menjadi emiten teknologi dengan kinerja yang cukup baik tahun ini.

Sepanjang tahun berjalan, harga saham emiten berkode MTDL ini memang sudah naik cukup tinggi, yakni 65,82% year-to-date (YtD), tetapi rasio harga berbanding labanya atau price to earning ratio (PER) masih cukup rendah yakni 13,25 kali.

Bandingkan misalnya dengan PT Indointernet Tbk. (EDGE) yang baru IPO pada awal tahun ini. Harganya kini sudah di kisaran Rp27.500, naik 273% dari harga IPO-nya yang ada di level Rp7.373. Dengan kenaikan harga tersebut, PER EDGE sudah mencapai 100,31 kali.

Atau emiten lain yang paling banyak jadi sorotan tahun ini karena lonjakan harganya yang ajaib, yakni PT DCI Indonesia Tbk. (DCII). Harga saham emiten ini pernah mencapai Rp59.000 per saham dan menempatkannya sebagai emiten dengan harga tertinggi.

DCII juga baru IPO pada awal tahun ini dengan harga hanya Rp420. Dalam sekejap, harganya naik hampir 14.000% menjadi Rp59.000. Akibat kenaikan itu, saham DCII sempat lama disuspensi bursa. Kini perdagangan sahamnya kembali dibuka dan harganya mulai mendingin.

Kendati demikian, harga saham DCII tetap saja masih tergolong sangat tinggi saat ini. Saham emiten pengelola data center ini ada di level Rp50.300 dengan tingkat PER 541,96 kali.

PER yang tinggi pada kedua emiten tersebut mencerminkan bahwa kenaikan harganya sudah jauh melampaui kemampuan keduanya dalam menghasilkan laba. Dengan kata lain, laba kedua emiten ini masih sangat kecil dan pergerakan harga sahamnya menjadi sangat tidak wajar.

Sebaliknya, pada MTDL, pertumbuhan harganya yang cukup tinggi masih menempatkan PER-nya di level yang cukup wajar, yakni di bawah 15 kali. Hal ini mencerminkan bahwa kenaikan harga saham MTDL sepanjang tahun ini cukup wajar, sebab sejalan dengan kinerja keuangannya.

Oleh karena itu, menarik untuk lebih dalam mencermati kinerja keuangan emiten yang bergerak di bisnis solusi digital dan distribusi perangkat lunak dan keras ini.

 

Kinerja Solid

Sepanjang semester pertama tahun ini, pendapatan MTDL meningkat 23,48% year-on-year (YoY) menjadi Rp7,66 triliun, sedangkan laba bersihnya bahkan melesat lebih tinggi lagi, yakni 63,65% YoY menjadi Rp355,39 miliar.

Menariknya, kinerja keuangan MTDL ini cukup konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuktikan kemampuan emiten ini yang solid untuk terus meningkatkan kinerja keuangannya dari tahun ke tahun, bahkan kini di tengah situasi krisis akibat pandemi.

Berikut ini perkembangan kinerja keuangan MTDL dari tahun ke tahun hingga paruh pertama tahun ini:

Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa kinerja pendapatan MTDL konsisten terus meningkat sejak 2016. Pada 2020 lalu, pendapatan perseroan memang menurun, tetapi perseroan tetap berhasil mencetak pertumbuhan laba. Artinya, kemampuan efisiensi perusahaan ini juga cukup baik selama pandemi.

Pada paruh pertama tahun ini, MTDL berhasil kembali melanjutkan tren pertumbuhan pendapatannya. Seiring dengan kemampuan efisiensi perseroan, labanya pun melesat.

Segmen bisnis MTDL dibagi atas dua, yakni segmen distribusi berupa perdagangan perangkat keras dan lunak serta perlengkapannya, dan segmen solusi dan konsultasi berupa aneka jasa di bidang teknologi informasi.

Pendapatan segmen distribusi berhasil tumbuh 24,7% YoY menjadi Rp5,74 triliun, sedangkan solusi dan konsultasi tumbuh 16,9% YoY menjadi Rp2,1 triliun.

Di segmen distribusi, pendapatan perseroan ditopang oleh penjualan smartphone yang mencapai Rp828 miliar, melesat 98% YoY. Selain itu, permintaan produk gaming juga naik 66% YoY. Ini menjadi penyeimbang di saat penjualan notebook tertekan akibat keterbatasan supply global di tengah kelangkaan bahan baku chip.

Sementara itu, segmen solusi dan konsultasi meningkat karena didorong oleh adanya tren digitalisasi.  Kondisi pandemi memaksa transformasi besar-besaran ke era digital pada perusahaan-perusahaan yang selama ini masih betah dalam menjalankan operasi bisnisnya secara offline.

MTDL menyediakan jasa utama untuk membantu pelanggannya melakukan transformasi digital. Perseroan memiliki delapan pilar bisnis di bidang solusi digital ini, yakni cloud services, big data & analytics, security, hybrid IT infrastructure, business application, digital business platform, consulting & advisory services, dan managed services.

Jasa ini kian dibutuhkan di era pandemi, sehingga menjadi momentum yang tepat bagi MTDL untuk memacu bisnisnya. Bisnis MTDL sendiri kini tersebar di 20 lokasi yang menjangkau lebih dari 150 kota dan lebih dari 5.200 channel partners.

Sektor industri yang dilayani perseroan pun sangat beragam, mulai dari telekomunikasi, otomotif, e-commerce, alat berat, farmasi, agribisnis, pertambangan, makan-minum, kehutanan, ritel, hingga media.

Ke depan, segmen bisnis solusi dan konsultasi ini akan terus dikembangkan kompetensinya, terutama dalam mendukung transformasi perbankan yang kini sedang gencar menuju bank digital.

Seiring dengan bisnisnya yang terus bertumbuh, neraca keuangan MTDL pun ikut berkembang. MTDL mencatatkan peningkatan yang signifikan, baik dari sisi ekuitas, liabilitas, maupun total asetnya. Berikut ini perkembangan neraca keuangan MTDL beberapa tahun terakhir:

Perkembangan aset yang konsisten meningkat menjadikan kapasitas bisnis MTDL pun makin besar dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, fundamental dan stabilitas bisnis MTDL cukup teruji dalam beberapa tahun terakhir, sehingga menjadikan emiten ini memiliki potensi pertumbuhan yang makin besar di masa mendatang.

 

Langkah Ekspansi

Untuk mewujudkan ambisi pertumbuhan bisnis, MTDL pun tampaknya tidak tinggal diam. Baru-baru ini, MTDL telah menandatangani subscription agreement untuk berinvestasi ke perusahaan startup. Nilainya mencapai US$500.000.

Dalam investasi tersebut, MTDL bermitra dengan Arise Fund sebagai fund entity dan Metra Digital Innovation Pte. Ltd. (MDI) sebagai fund manager. Dana tersebut bakal disetorkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan investasi yang akan dilakukan berdasarkan Capital Call dari Arise Fund.

Langkah ini ditempuh karena perseroan menimbang prospek pertumbuhan startup sangat besar di Indonesia, apalagi didukung oleh pasar lokal yang besar. Sinergi dengan startup akan menjadi langkah strategis untuk memacu bisnis dalam jangka panjang.

Selain itu, pada Juni 2021 lalu anak usaha MTDL yakni PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) menambah mitra baru dengan menjadi distributor resmi TEAM Group Inc. TEAM Group Inc. memiliki keunggulan komponen elektronik pendukung gamers.

Adapun, sejak 1993 SMI sudah memasarkan komponen yang merupakan bisnis dinamis dan selalu diperlukan mengikuti perkembangan teknologi.

Sementara itu, TEAM Group Inc merupakan perusahaan asal Taiwan yang bergerak dalam industri Semikonduktor. Bisnis utama mereka yakni di bidang manufaktur komponen elektronik, computer, dan perdagangan peralatan periferal, bahan elektronik biasa, dan perdagangan produk elektronik.

Adanya kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi permintaan gaming console, PC & notebook yang terus meningkat diikuti dengan permintaan komponen komputer. Kerja sama ini kian memperluas portofolio bisnis SMI.

Di masa pandemi, banyak orang menghabiskan waktu di rumah sehingga berpeluang mengisi hiburan dengan bermain game. Oleh karena itu, perseroan menaruh perhatian serius pada lini bisnis produk game ini.

Melalui kemitraan dengan TEAM Group Inc. ini, perseroan memasarkan memory, flash & components yaitu T-Force, T-Create, Team Flash Card, dan Team USB Flash Drive yang akan menyasar segmen pengguna standard, gamers, dan creators.

Sebelumnya, SMI juga sudah menjadi distributor resmi untuk produk Razer Gaming Gear & Peripherals dari Razer yang merupakan perusahaan teknologi merek gaya hidup bagi gamers di dunia. Perseroan masih akan terus menambah mitra strategisnya. SMI kini menjadi penyedia one-stop solution untuk gaming product beserta dukungannya.

Selain itu, SMI juga telah meluncurkan platform virtual 360° yang disebut Nexworld° yang memberikan solusi untuk mengatasi keterbatasan mobilitas aktivitas bisnis para pemangku kepentingan MTDL secara umum dan bagi SMI secara khusus.

Platform ini akan menjadi pusat tempat berkumpulnya global ICT principal, channel partner (dealer), enduser dan business partner, serta karyawan secara virtual yang dibuka nonstop selama 365 hari. Semua kegiatan ada dalam genggaman sarana digital tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Di Nexworld° ini, para pengguna bisa melihat seluruh produk di satu lokasi yang sama. Di dalamnya terdapat Lobby, Conference Hall, Mini Stage, dan stan berbagai produk TIK kelas dunia. Nexworld° juga menyediakan tempat untuk pelatihan, talk-show, tournament e-sport, gathering, serta aktivitas virtual lainnya.

SMI juga merupakan distributor resmi yang ditunjuk oleh Indeed Identity PTE LTD (Indeed Identity) yang merupakan penyedia solusi keamanan siber terdepan. Isu keamanan siber sekarang menjadi sangat penting sebab transformasi digital terjadi secara besar-besaran dan cepat.

Rencananya, MTDL akan menyasar pelanggan dari kalangan perbankan, kantor pemerintahan, manufaktur, dan transportasi udara. Kelompok pelanggan tersebut adalah kelompok yang sangat rentan terhadap tindak kejahatan siber, sehingga sangat membutuhkan jasa keamanan siber untuk melindungi data penting.

Sementara itu, anak usaha MTDL lainnya yakni PT Mitra Integrasi Informatika (MII) berpartisipasi dalam mendukung program yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, yaitu BI FAST.

Ini adalah infrastruktur sistem pembayaran ritel yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel menggunakan berbagai instrumen yang tersedia saat ini secara realtime.  MII bakal menyediakan hardware, software, security, layanan implementasi, integrasi dengan aplikasi Bank Indonesia, serta dukungan pasca-implementasi & pelatihan untuk keperluan implementasi BI FAST.

Dengan adanya penerapan sistem pembayaran ritel, diharapkan nasabah dapat melakukan transfer online atau antar bank dengan real-time dan biaya murah dari yang tersedia saat ini.

Diversifikasi bisnis MTLD ini menjadikan prospek bisnisnya cukup menjanjikan dalam jangka panjang, sebab lini yang dimasukinya adalah lini-lini potensial yang kini sedang dalam tren pertumbuhan. Ditambah lagi dengan tren digitalisasi yang dipaksa oleh pandemi, bisnis MTDL jadi makin prospektif

Bisnis