Investasi

9 Emiten dengan Ekspor ke AS

[Waktu baca: 5 menit]

Joe Biden menang. Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat itu mengalahkan kandidat dari Partai Republik sekaligus petahana, Donald Trump.

Joe Biden akan menjadi Presiden AS pada 2021. Setelah menjadi Presiden, Biden berjanji akan berusaha menyediakan jutaan lapangan pekerjaan kepada masyarakat AS.

Kenapa lapangan pekerjaan? Tingkat pengangguran di AS sempat mencapai 14,7% ---tertinggi sejak masa Great Depression pada 1930--- pada April 2020 karena pandemi virus corona. Banyak orang di AS menganggur.

Tingkat pengangguran itu turun dari bulan ke bulan. Di September 2020, tingkat pengangguran di AS sebesar 7,9%. Namun, itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan masa pra pandemi.

Apa dampak pengangguran ke ekonomi? Pengangguran tinggi berarti permintaan barang dan jasa rendah. Pertumbuhan ekonomi AS ditopang oleh konsumsi. Pada saat pengangguran di AS tinggi, pertumbuhan ekonomi AS terkontraksi 32,9% pada kuartal 2/2020. 

Dengan lapangan pekerjaan yang lebih banyak, pengangguran diharapkan berkurang. Berkurangnya pengangguran mengerek kembali permintaan barang dan jasa. 

Barang dan jasa apa yang dibeli oleh konsumen AS? Banyak. Biden mengkampanyekan Buy America atau "beli produk dalam negeri". Bagaimana dengan produk dari luar negeri, termasuk Indonesia? 

Perlu diingat, sedikit sekali negara di dunia ini yang tidak membeli barang dan jasa dari luar negaranya. AS sekalipun. Kendati Biden mengkampanyekan Buy America, AS tetap mengimpor barang dari Indonesia.

Emiten apa saja yang mengekspor barang ke AS? Ini daftarnya:

1. Gajah Tunggal (GJTL)

GJTL mengekspor ban ke AS. Porsi penjualan ke Amerika paling tinggi daripada Asia, Eropa, Timur Tengah, Afrika, Austrlia, Oceania. Pada 2019, porsi penjualan ke Amerika lebih tinggi daripada ke luar Jawa di Indonesia.

2. Indah Kiat Pulp & Paper (INKP)

INKP mengekspor kertas ke AS. Namun, porsinya tidak besar yaitu 8% dari seluruh penjualan ekspor. Porsi ekspor INKP paling besar di negara-negara Asia (78%).

3. Garuda Metalindo (BOLT)

BOLT mengeskpor baut ke AS. Porsinya masih kecil karena baru dimulai pada 2020. Letter of Intent (LoI) ekspor ke perusahaan suku cadang di AS itu diperoleh BOLT pada 2019.

4. Sri Rejeki Isman (SRIL)

SRIL mengekspor produk tekstil ke AS. Porsi ekspor SRIL ke AS dan Amerika Latin berda di peringkat kedua terbesar setelah Asia pada 2019 dari seluruh penjualan. SRIL lebih banyak menjual tekstil untuk pasar ekspor daripada domestik.

5. Timah (TINS)

TINS mengekspor timah ke AS. Sejauh ini belum ada informasi di laporan keuangan berapa porsi ekspor TINS ke AS. Yang pasti, penjualan ekspor TINS lebih besar daripada penjualan domestik.

6. Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP)

ISSP mengekspor baja ke AS. Pada 2018, ISSP mengekspor perdana pipa bersertifikasi underwriters laboratory ke Kanada dan Amerika. Pada saat ini, porsi penjualan baja ISSP ke pasar ekspor lebih kecil daripada pasar domestik. 

7. Integra Indocabinet (WOOD)

WOOD mengeskpor mebel ke AS. WOOD lebih banyak mengekspor produknya daripada menjual di dalam negeri.

Dari seluruh benua, ekspor ke Amerika paling tinggi pada 2019. Dari seluruh penjualan WOOD, 55% di antaranya berasal dari penjualan ke Amerika.

8. Pan Brothers (PBRX)

PBRX mengekspor garmen ke AS. Berdasarkan benuanya, ekspor ke Amerika paling besar kedua setelah Asia pada 2019. AS adalah salah satu pasar tekstil besar bagi perusahaan-perusahaan Indonesia.

9. Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

JPFA mengekspor produk hasil perikanan ke AS. Namun, hasil penjualan produk budidaya perairan masih tidak sebesar produk peternakan, pakan ternak dan pembibitan ayam.


 

Others You Might Like

Leave a Comment

You need to login before leave a comment.

Login