Investor Ritel Serbu IPO GoTo!

Advertorial

Tepat setelah 10 bulan sejak merger antara Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo. Kedua perusahaan raksasa teknologi tersebut resmi melantai di bursa. GoTo mengumumkan bahwa mereka akan melepas 52 miliar saham baru atau berkisar 4,35% dengan sejumlah skema. GoTo juga menargetkan nilai IPO sekitar Rp17,99 triliun.

Seluruh dana hasil penawaran setelah dikurangi beban emisi akan digunakan untuk modal kerja perusahaan dan anak perusahaan sesuai dengan keterangan pada prospektus mereka setebal 967 halaman.  Rinciannya, 30% untuk GoTo, 30% Tokopedia, 25% GoPay, 5% masing-masing untuk  Go Finance,Gojek Vietnam dan Singapura.

GoTo menetapkan harga final untuk IPO senilai Rp338 per lembar saham. Meski masih mengalami rugi tahun berjalan hingga Rp 8,17 triliun pada periode tersebut. Adapun pada 2020, kerugian GoTo tercatat lebih tinggi yakni Rp 16,74 triliun. 

Meski kinerja keuangan masih merugi, CEO GoTo Andre Sulistyo dalam acara Public Expose, Selasa (15/3/2022) yakin bahwa laba GoTo akan bertumbuh. Andre menyampaikan bahwa GoTo saat ini punya tiga segmen bisnis dalam satu ekosistem yang berpotensi tumbuh pesat dan dapat menguasai pasar. Integrasi tersebut dapat menghasilkan peluang dan potensi baru yang mungkin saat ini belum terbayangkan. Hal ini juga didukung dengan partisipasi investor domestik yang tumbuh pesat. 

Selama proses penawaran awal berlangsung, total ada 180.000 investor ritel yang berpartisipasi pada tahap penawaran awal dan 96.000 berpartisipasi melalui aplikasi IPOT. 

Dalam paparannya, GoTo menjelaskan bahwa korporasi memiliki lebih 2,5 juta mitra pengemudi dan 14 juta mitra pedagang dengan 500 juta jenis barang dan dua dari tiga jenis pesanan tiba dalam kurun 24 jam per 30 September 2021. GoTo juga mengklaim bahwa korporasi memiliki kontribusi berkisar 2% terhadap produk domestik bruto Indonesia. 

Hal tersebut jelas bisa menjadi modal jangka panjang bagi GoTo. Jangan lupakan ekosistem yang sudah terbentuk dengan performa yang cukup solid dari masing-masing perusahaan di dalamnya, tentu menarik untuk melihat performa jangka panjang dari GoTo. 

Yang menarik, GoTo melantai di bursa ketika kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam keadaan fluktuatif. Melansir Kompas, GoTo tergolong berani melakukan penawaran saham yang kelak diharapkan akan membuat valuasi perusahaan itu mencapai 29 miliar dollar AS. GoTo akan menjadi emiten yang lebih besar dari Astra, Bank Mandiri, atau BNI. 

Untuk membantu proses IPO saham, GoTo telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai salah satu penjamin emisi efek (lead underwriter). Dengan sejumlah pengalaman sebagai underwriter dan telah membantu 28 emiten di Bursa Efek Indonesia, Indo Premier berhasil menghimpun dana sebesar 18 triliun rupiah. 

Kapabilitas Indo Premier juga terafirmasi lewat sejumlah penghargaan, yang paling baru ialah Indonesia’s Best Securities House 2021 dari Asiamoney. Indo Premier melalui IPOT juga punya rekam jejak baik di reksa dana dan obligasi. Ini mungkin bisa jadi satu dari sekian alasan GoTo menunjuk Indo Premier sebagai lead underwriter. 

Meski saat ini masa penawaran awal sudah selesai, investor bisa tetap memiliki saham GoTo di pasar sekunder. Untuk itu, GoTo bersama IPOT membuka kesempatan bagi siapapun untuk berinvestasi. Nantinya, investor tak perlu khawatir jika tertarik pada saham GoTo. Cukup menggunakan aplikasi IPOT untuk membeli saham di Bursa Efek Indonesia.  

Bagi investor pemula, IPOT juga menyediakan fitur IPOT EZ. Tampilan pada fitur ini akan memudahkan siapapun untuk melihat, memesan dan menjual saham. Salah satu keunggulan dalam fitur IPOT EZ ialah tampilan visual yang fresh dan mengedepankan user friendly. Kemudahan ini membuat para investor tidak perlu repot untuk melakukan analisa sebuah saham untuk dikoleksi. 

Setelah memiliki akun dan login pada aplikasi IPOT. Investor dapat memilih tampilan IPOT EZ. 

Pada menu Buy/Sell pilih menu pencarian dan tulis kode saham GoTo. Nantinya, akan ada informasi yang berkaitan dengan harga saham dan aktivitas emiten. Investor bisa langsung memilih rentang harga saham dan jumlah lot kepemilikan. 

Cukup swipe maka pemesanan saham GoTo resmi dilakukan. Nantinya, akan ada notifikasi jika order berhasil dilakukan dan saham GoTo langsung masuk dalam portofolio.  

Satu hal yang menarik dalam aplikasi IPOT selain memiliki fitur IPOT EZ adalah kelengkapan investasinya. Kemudahan investasi juga ditunjang dengan berbagai infrastruktur, menjadikan IPOT sebagai aplikasi investasi terlengkap atau superapp. Beberapa fitur yang tersedia antara lain di IPOTPlan, IPOTPay, IPOTStock, IPOTFund, IPOTSyariah, dan dilengkapi dengan edukasi melalui berbagai kelas dan konten edukasi yang tersedia secara rutin dan gratis di IPOTJourney. Selain itu, ada juga IPOTNews yang menyajikan berita keuangan dan investasi saham.

Bagaimana, gak ribet bukan?  Kalau tertarik untuk membeli saham GoTo bisa unduh aplikasi IPOT di aplikasi App Store dan Play Store. 

Terakhir, GoTo harus punya lebih dari sekedar keyakinan tentang rencana bisnis dan menjawab semua pertanyaan publik. Jika berhasil, saham GoTo bisa membuka keran pertumbuhan yang luar biasa dan punya market cap besar.

Investasi