4 Startup Ini Melesat di Tengah Pandemi

[Waktu baca: 4 menit]

Pandemi virus corona berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Data makro menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia turun pada kuartal I/2020 dan diprediksi kembali menurun pada kuartal II/2020.

Pada saat pandemi terjadi, sebagian orang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah untuk menghindari penyebaran virus corona. Sebagai dampaknya, aktivitas konsumsi, investasi hingga ekspor dan impor serta belanja pemerintah terpengaruh.

Tidak sedikit perusahaan yang memberhentikan atau merumahkan pekerjanya. Di samping itu, sejumlah perusahaan rintisan (startup) juga berhenti beroperasi pada masa pandemi ini.

Kendati demikian, sejumlah startup justru mengalami peningkatan dalam berbagai aspek di tengah situasi yang belum terjadi sebelumnya ini. Perusahaan rintisan itu bergerak di bidang penjualan sayur dan buah-buahan hingga jasa kesehatan.

Kebijakan pemerintah berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) turut mempengaruhi kondisi yang dialami oleh sejumlah perusahaan tersebut. Berikut ini perusahaan yang mengalami peningkatan selama pandemi:

1. TaniHub

TaniHub adalah adalah platform perdagangan elektronik (e-commerce) untuk produk-produk pertanian. Dengan aplikasi TaniHub, konsumen bisa memesan sayur-sayuran, buah-buahan hingga daging tanpa harus pergi ke pasar.

Dalam sebuah wawancara dengan Kumparan pada Juni 2020, manajemen TaniHub menyatakan penjualan untuk segmen ritel melesat 300% selama masa pandemi dimana peningkatan paling banyak dari wilayah Jabodetabek atau wilayah awal yang dikenai kebijakan kerja dari rumah.

Pada saat ini, konsumen individu TaniHub mencapai lebih dari 100.000 orang. TaniHub didanai oleh sejumlah investor, mulai dari Openspace Ventures hingga BRI Ventures.

2. Sayurbox

Startup lain yang mengalami peningkatan penjualan adalah Sayurbox. Sayurbox adalah aplikasi e-commerce untuk penjualan produk-produk pertanian. Dengan aplikasi ini, konsumen bisa memesan buah-buahan, sayuran hingga daging tanpa harus pergi ke pasar.

Dalam sebuah wawancara dengan Kontan pada April 2020, manajemen SayurBox menyatakan penjualan mengalami peningkatan 4-5 kali pada masa pandemi dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

Sayurbox memasarkan buah-buahan hingga sayuran yang dipasok dari berbagai daerah di Jawa.

3. Halodoc

Halodoc adalah aplikasi yang menawarkan solusi kesehatan dimana penggunanya dapat berkonsultasi dengan dokter dan memesan obat. Dengan Halodoc, konsumen bisa berkonsultasi dengan dokter tanpa harus pergi ke rumah sakit/klinik atau bertatap muka dengan dokter.

Fitur pemesanan obat di Halodoc terkoneksi dengan aplikasi Gomed yang dikelola oleh Gojek. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC Indonesia pada Juni 2020, manajemen Halodoc menyatakan penjualan meningkat hingga 600% dalam dua bulan.

Pandemi virus corona membuat aspek kesehatan menjadi semakin diperhatikan oleh masyarakat.

4. Ruangguru

Sejak kemunculan pandemi, pemerintah membuat kebijakan belajar di rumah atau pendidikan jarak jauh (PJJ). Mengingat aktivitas pendidikan di luar rumah ditiadakan, banyak siswa yang kemudian harus belajar di rumah.

Salah satu perusahaan teknologi yang bergerak di pendidikan nonformal adalah Ruangguru. Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 15 juta pengguna serta  mengelola 300.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran.

Menurut data yang pernah dikutip oleh Katadata, jumlah unduhan Ruangguru pernah mencapai 2 juta di Google Play Store pada Maret 2020 atau lebih banyak dibandingkan dengan WhatsApp dan Tiktok pada saat itu.

 

 

 

Apabila Anda berencana untuk berinvestasi saham, Big Alpha telah menyusun sebuah e-book kuartalan yang berisi 15 saham pilihan. Klik di sini untuk melakukan pemesanan

 

 

Related Posts

Harga Minyak Negatif, Artinya Apa?
Krisis Ekonomi 2020?

Leave a Comment

You need to sign in before leave a comment. Fields marked with an * are required.

Sign in

Subscribe To Big Alpha

Subscribe now and get exclusive news, advisory and more.