10 Aplikasi Traveling Terbaik yang Mudahkan Perjalananmu 2021!

Dika Aksara

[Waktu baca: 5 menit]

Orang semakin mudah untuk membeli tiket kereta, pesawat dan bus. Tak perlu repot beli tiket di biro perjalanan. Tak perlu repot pula antre di stasiun, terminal, atau bandara. Cukup dengan buka aplikasi traveling di ponsel, tiket perjalanan bisa dibeli. 

Memesan kamar di hotel, hostel, hingga apartemen juga bisa dilakukan melalui aplikasi traveling. Perencanaan perjalanan yang semakin mudah ini didukung semakin banyaknya aplikasi traveling. 

Aplikasi traveling merupakan platform yang membantu orang-orang melakukan transaksi terkait perjalanan mereka: memesan tiket transportasi, memesan hotel, memesan tiket pertunjukan, hingga memesan tiket masuk objek wisata. 

Semua bisa dilakukan melalui aplikasi traveling. Di Indonesia, ada beberapa aplikasi traveling paling populer yang bisa memudahkan liburan atau perjalanan bisnismu. Apa saja? Big Alpha merangkum 10 aplikasi perjalanan paling populer di Indonesia:

1. Tiket.com

Aplikasi traveling populer pertama yang kita bahas adalah Tiket.com, yang sudah beroperasi melayani pelanggan sejak 2012. Berbekal pendanaan awal dari investor lokal perorangan alias angel investor, kini Tiket.com sudah menjelma menjadi salah satu startup besar di Indonesia. 

Tahun 2018 lalu, Tiket.com masuk dalam daftar 30 Promising Growth Stage Startup oleh Majalah Forbes Indonesia. Tiket.com melayani pembelian tiket pesawat, kereta api, sewa mobil, hingga airport transfer di satu aplikasi perjalanan.

Pada Mei 2021, Tiket.com dikabarkan akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Simak ulasan mengenai rencana IPO unicorn di Indonesia dalam artikel berikut ini: Layakkah Menanti Unicorn Melakukan IPO?

2. Traveloka

Aplikasi traveling yang satu ini masuk dalam jajaran unicorn Indonesia. Valuasi Traveloka per akhir 2020 lalu mencapai US$3 miliar. Lewat Traveloka, konsumen bisa melakukan pemesanan tiket pesawat, kereta api, hingga bus atau travel. Traveloka juga menyediakan layanan sewa mobil. 

Traveloka juga merambah layanan pemesanan tiket pertunjukan dan hiburan, seperti atraksi, bioskop, kuliner, konser, spa, dan kursus. Menariknya lagi, Traveloka juga memberikan opsi pembayaran dengan PayLater dengan konsep transaksi seperti kartu kredit. 

3. Pegipegi

Pegipegi merupakan salah satu aplikasi perjalanan paling populer di Indonesia. Pada 2018 lalu, Pegipegi diakuisisi oleh Jet Tech Innovation Ventures Pte Ltd yang juga terafiliasi dengan Traveloka, pesaing Pegipegi. Tapi secara bisnis, Pegipegi benar-benar lepas dari lini usaha Traveloka. 

Mirip dengan aplikasi perjalanan lainnya, Pegipegi menawarkan layanan pemesanan tiket pesawat, kereta api, hotel, bus, dan travel secara online. Pegipegi juga menawarkan opsi pembayaran dengan PayLater yang memungkinkan konsumen membeli dulu tiket, baru membayarnya di kemudian hari. 

4. Bobobox

Sebagai startup nasional yang cukup baru terjun di sektor perjalanan, Bobobox ternyata cukup ampuh menggaet pasar. Bobobox fokus pada layanan pemesanan penginapan dengan jaringan yang dimiliki oleh perusahaan. Bobobox menyediakan jaringan hotel kapsul kekinian yang banyak diminati anak muda. 

Selama pandemi, Bobobox mengampanyekan slogan contactless experience yang memungkinkan konsumen melakukan pemesanan hotel, check in, hingga check out hanya dalam satu aplikasi saja. Akses pod juga bisa dilakukan hanya dengan memindah QR code yang didapat setelah check in. 

Tahun 2020 lalu, Bobobox memperoleh pendanaan seri A senilai USD11,5 juta atau setara Rp170 miliar. Pendanaan ini dipimpin oleh Horizons Ventures dan Alpha JWC Ventures. 

5. Trivago

Meski didirikan di Jerman, Trivago cukup sukses memperoleh pasarnya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Trivago adalah aplikasi traveling yang bisa membandingkan harga hotel dari beberapa situs sekaligus. Dengan cara ini, konsumen diharapkan bisa mendapat harga pemesanan hotel yang paling bersaing.  Trivago membandingkan harga hotel dari situs pemesanan lain, seperti Booking.com, agoda, expedia, Trip.com, pegipegi, dan situs lainnya. 

6. Booking.com

Aplikasi perjalanan yang satu ini juga didirikan di Eropa, tepatnya di Amsterdam, Belanda pada 1996. Seiring berjalannya waktu, Booking.com bertransformasi menjadi salah satu aplikasi perjalanan terbesar di dunia dengan jumlah pengguna terbanyak. 

Booking.com tersedia dalam 43 bahasa layanan dengan lebih dari 28 juta akomodasi yang terdaftar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Aplikasi perjalanan Booking.com fokus pada layanan pemesanan penginapan, seperti hotel, hostel, apartement, hingga rimah yang disewakan. 

Menariknya, Booking.com menjadi salah satu aplikasi paling awal yang memopulerkan pemesanan akomodiasi tanpa biaya pemesanan dan pembayaran langsung di akomodasi. Hal ini mempermudah konsumen yang tidak memiliki kartu kredit.

7. Agoda

Dengan kantor pusat di Singapura, Agoda awalnya didirikan di Thailand. Perusahaan yang fokus pada pemesanan perjalanan online ini didirikan pada 2005 dan berkembang cukup pesat di Asia. Agoda menyediakan lebih dari 2 juta properti akomodiasi untuk dipesan, termasuk apartemen, vila, rumah, dan hotel. 

Berbeda dengan aplikasi perjalanan lain yang mengedepankan akomodiasi hotel, Agoda justru punya slogan 'terdepan dalam penyediaan akomodiasi non-hotel seperti vila dan rumah'.

8. Airbnb

Airbnb fokus pada penyediaan akomodasi penginapan, khususnya homestay. Berbeda dengan aplikasi perjalanan lain yang fokus pada hotel, akomodasi yang disediakan oleh Airbnb lebih banyak berupa rumah, apartemen, atau aset lain dengan tuan rumah. Hal ini tentu menawarkan pengalaman yang lebih unik karena ada interaksi tamu dan tuan rumah. 

Dengan Airbnb, pelancong bisa menyewa penginapan sehangat rumah sendiri. Orang-orang yang memiliki penginapan juga bisa menawarkan asetnya di Airbnb dengan sebutan tuan rumah.

9. Tripadvisor

Tripadvisor adalah salah satu pemain paling lama di industri perjalanan dan pariwisata secara daring. Perusahaan ini berdiri di Amerika Serikat pada tahun 2000 lalu. Tripadvisor adalah aplikasi perjalanan yang menyediakan panduan wisata, juga melayani pemesanan hotel hingga atraksi wisata.

Meski opsi layanannya semakin luas, Tripadvisor tetap fokus pada perannya sebagai penyedia panduan wisata. Pelancong bisa mencari berbagai informasi tentang destinasi wisata di seluruh dunia melalui aplikasi ini. 

10. Google Maps

Aplikasi perjalanan yang satu ini memang bukan dipakai untuk memesan akomodiasi perjalanan. Tapi tapi bisa dipungkiri, jumlah penggunanya justru yang paling banyak. Jumlah unduhan Google Maps di Playstore mencapai lebih dari 5 miliar pengguna. 

Aplikasi perjalanan yang satu ini menyediakan layanan navigasi GPS real time dan saran lokal untuk makanan dan atraksi wisata. Pengguna bisa mendapat informasi mengenai navigasi perjalanan menuju titik-titik yang dituju, lengkap dengan alternatif moda transportasi yang bisa dinaiki. 

Kalau kamu bepergian ke luar negeri atau tempat baru, maka Google Maps bisa menjadi opsi terbaik untuk membantu perjalananmu. Kamu tak perlu khawatir nyasar karena aplikasi ini cukup pintar menunjukkan berbagai alternatif jalan dan moda trasportasi.
 

Tags:

Bisnis