YOLO atau Hemat Saat Pandemi? Kenalan Dulu dengan SiMuda

Date:

[Waktu baca: 3 menit]

Bagi anak muda yang telah bekerja selama beberapa tahun atau baru masuk kerja (first jobbers), pandemi corona menunjukkan bahwa pekerja bisa sewaktu-waktu kehilangan pekerjaannya karena perusahaan atau tempat kerja kehilangan pendapatan akibat pandemi.

Ada banyak contoh perusahaan yang gulung tikar akibat pandemi. Berdasarkan data pemerintah, lebih dari 1 juta orang dirumahkan dan diberhentikan dari pekerjaannya sejak Maret 2020 atau awal mula penyebaran virus corona.

Sementara itu, bagi anak muda yang masih mahasiswa, pandemi ini membuat kesempatan kerja menjadi berkurang. Berdasarkan data Badan Pusat Statisik, jumlah iklan lowongan kerja turun 70% akibat corona.

Saat risiko kehilangan pekerjaan semakin besar dan potensi mendapatkan pekerjaan bagi lulusan perguruan tinggi semakin kecil, apa yang harus dilakukan? Apakah tetap harus menerapkan prinsip You Only Live Once (YOLO) atau berhemat saat pandemi?

Tentu, setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda atas pertanyaan itu. Namun, apabila kamu yang masih berusia 18-30 tahun memilih untuk berhemat, tidak ada salahnya berkenalan dengan salah satu produk simpanan yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan yaitu SiMuda.

Mengenal SiMuda

SiMuda adalah kependekan dari Simpanan Mahasiswa dan Pemuda. Sesuai namanya, produk simpanan di bank ini ditujukan bagi anak muda kelompok usia 18-30 tahun. Pada saat ini, program SiMuda dimiliki oleh sejumlah bank BUMN dan bank swasta.

OJK menyebut SiMuda ini bukan sebagai produk tabungan biasa melainkan menjadi sarana pengenalan instrumen asuransi dan investasi (khususnya reksa dana dan emas) kepada mahasiswa dan anak muda. Produk ini juga dapat digunakan untuk persiapan membeli rumah.

Dalam program ini, mahasiswa atau anak muda tidak bisa mengambil uangnya hingga jatuh tempo, mirip dengan tabungan berjangka. Di samping itu, SiMuda dilengkapi dengan asuransi dimana premi pada tahun pertamanya gratis. 

Bagi kamu yang memilih untuk berhemat dapat menyisihkan sebagian penghasilan untuk disimpan di produk SiMuda yang diinisasi oleh OJK ini. SiMuda terdiri dari produk:

1. SiMuda InvestasiKu (Tabungan dan Investasi)

Dalam produk ini, mahasiswa atau anak muda dapat berinvestasi di reksa dana secara berkala dengan setoran awal hanya Rp50.000-Rp100.000. Dengan produk ini, mahasiswa atau anak muda yang masih awam dengan investasi dapat berkenalan dengan reksa dana.

Mahasiswa atau anak muda dapat menggunakan fasilitas autodebet atau penarikan dana secara otomatis oleh bank dari rekening sumber supaya proses menyisihkan dana untuk keperluan tabungan atau investasi dapat dilakukan secara berkala.

2. SiMuda EmasKu

SiMuda EmasKu adalah produk yang memudahkan mahasiswa dan anak muda untuk mencicil emas dengan akad jual beli (akad murabahah). Dengan setoran yang relatif rendah (sekitar Rp50.000), mahasiswa dan anak muda dapat belajar berinvestasi di instrumen investasi yang sering disebut sebagai safe haven ini.

3. SiMuda RumahKu

SiMuda RumahKu adalah produk yang memungkinkan mahasiswa dan anak muda untuk menyiapkan uang muka untuk pembelian rumah. Dengan produk ini, mahasiswa atau anak muda akan berlatih untuk disiplin menyisihkan uang untuk keperluan pembayaran uang muka rumah.

Seperti kita tahu, harga rumah (bahkan uang muka rumah!) kini sering dianggap tidak masuk akal bagi banyak orang. Oleh karena itu, uang muka perlu disiapkan sejak jauh-jauh hari oleh mereka yang benar-benar berminat untuk membeli rumah.

Bagi yang berminat untuk menjajal aneka produk ini bisa menghubungi sejumlah bank yang telah menawarkan SiMuda InvestasiKu, SiMuda RumahKu dan SiMuda EmasKu. Hanya bank-bank tertentu yang menawarkan produk ini.

Jadi, pilih YOLO atau berhemat di saat pandemi?