Wah GoJek-Grab Punya Pesaing, AirAsia Turun ke Darat!

Dika Aksara

Bisnis transportasi online alias ride hailing di Asia Tenggara semakin semarak. Setelah Grab dan Gojek menguasai pangsa pasar selama satu dekade terakhir, kini giliran AirAsia yang ikut 'turun ke darat'. 

Ya, maskapai penerbangan yang bermarkas di Malaysia itu memang mulai melirik bisnis ride hailing mulai tahun ini. AirAsia bahkan tak gentar dengan dua raksasa penyedia jasa transportasi online yang sudah lebih dulu muncul di kawasan Asia Tenggara. 

Seperti apa fakta menarik soal layanan taksi online yang diluncurkan AirAsia? Big Alpha merangkumnya untuk kamu. 

 

1. Bermula dari Super App yang diluncurkan pada 2020

AirAsia pertama kali meluncurkan aplikasi super alias Super App pada 2020. Aplikasi ini menyediakan berbagai fasilitas, seperti layanan pesan antar makanan, pemesanan hotel, sampai layanan transportasi online. 

Sebagai tahap awal, aplikasi ini baru melayani pengguna di Malaysia. Saat peluncuran Super App pada Oktober 2020 lalu, CEO AirAsia Tony Fernandes menyampaikan kalau layanan taksi dan ojek online akan diintegrasikan dengan bisnis penerbangan mereka. 

2. Mulai beroperasi di Malaysia

Saat launching Super App pada 2020 lalu, Tony menyebutkan kalau layanan taksi dan ojek online baru akan dirilis usai pandemi Covid-19 mereda. Namun, mempertimbangkan situasi terkini akhirnya AirAsia resmi mengoperasikan layanan ride hailingnya pada Agustus 2021. 

Untuk tahap awal, layanan transportasi online AirAsia melayani penumpang di Kuala Lumpur dan Lembang Klang, sebelum merambah kota lain di Malaysia. 

Jika berjalan lancar, AirAsia akan memperluas cakupan layanan transportasi online ini ke negara lain di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, Filipina, dan Singapura. 

3. Sudah 1.500 driver bergabung

Layanan transportasi online AirAsia sudah diramaikan dengan 1.500 pengemudi yang siap mengantar pelanggan. Pihak AirAsia mengklaim, jumlah pengemudi akan bertambah sampai 5.000 orang dalam enam bulan ke depan. 

4. AirAsia akuisisi Gojek Thailand

Pada Juli 2021 lalu, AirAsia melakukan akuisisi terhadap Gojek Thailand dengan nilai US$ 50 juta. Gojek pun mendapat 4,76% saham dari AirAsia Super App. 

 

Bisnis