Valentine: Beli Coklat atau Saham Coklat

Tanggal 14 Februari dikenal sebagai Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang. Tanggal ini diasosiasikan sebagai tanggal spesial dimana orang merayakan kasih sayang atau cinta.

Tidak hanya di negeri-negeri Barat seperti Eropa atau Amerika, Hari Valentine juga dirayakan di negara-negara Asia, seperti Indonesia. Orang-orang menggunakan momentum hari Valentine untuk mengekspresikan cintanya.

Dari berbagai kebiasaan, salah satu cara merayakan Hari Valentine adalah memberikan cokelat (cokelat batangan, permen cokelat, kue cokelat dan sebagainya) kepada pasangan atau orang yang ditaksir. 

Pemberian cokelat dianggap sebagai ekspresi kasih sayang. Dengan makna seperti itu, cokelat menjadi potensi bisnis bagi berbagai korporasi. “Katakan dengan cokelat,” kata salah satu produsen cokelat global. 

Saham Perusahaan Cokelat

Berbicara tentang cokelat, sejumlah perusahaan yang beroperasi di Indonesia memiliki bisnis terkait cokelat. Sebagian dari mereka telah melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Dengan IPO tersebut, masyarakat bisa menjadi pemilik perusahaan itu dengan cara membeli saham. Dengan aneka risiko investasi, investor saham bisa mendapatkan keuntungan berupa peningkatan harga saham (capital gain) serta dividen (bagi hasil keuntungan).

Dari berbagai perusahaan tersebut, ada perusahaan yang menjadikan cokelat sebagai bisnis utamanya. Tapi ada pula perusahaan yang menjadikan cokelat sebagai diversifikasi bisnis di luar bisnis utamanya. 

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Big Alpha, berikut ini sejumlah perusahaan yang memiliki bisnis terkait cokelat:

1. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO)

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. adalah perusahaan cocoa dan cokelat yang mengolah biji cocoa fermentasi. Kode saham perusahaan ini adalah COCO.

Produk utama dari Wahana Interfood Nusantara adalah cokelat dengan merk Schoko. Produk Wahana Interfood Nusantara didistribusikan di Indonesia dan diekspor ke berbagai negara seperti Asia, Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Wahana Interfood Nusantara melakukan IPO pada 20 Maret 2019 dengan harga Rp198 per lembar. Sampai 14 Februari 2020, rasio harga saham terhadap laba per saham perusahaan (PER) COCO sebesar 69 x.

2. PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (BTEK)

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. adalah perusahaan pengolah bijih cokelat. Kode saham perusahaan ini adalah BTEK.

Pengolahan biji cokelat memberikan kontribusi yang paling besar terhadap seluruh pendapatan perusahaan. BTEK memiliki secara tidak langsung perusahaan yang bergerak di bidang cocoa yaitu PT Golden Harvest Cocoa Indonesia.

Sejak November 2019 sampai tulisan ini dipublikasikan, saham BTEK tertidur di level Rp50 per lembar setelah sempat menyentuh level Rp176 per lembar pada Maret 2019.

Grafik saham BTEK. Sumber: Yahoo Finance.

3. PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP)

PT Salim Ivomas Pratama Tbk. adalah perusahaan agribisnis yang berfokus di sektor kelapa sawit. Kode saham perusahaan ini adalah SIMP.

Bisnis utama perusahaan ini adalah perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini masuk ke bisnis cokelat setelah bekerjasama dengan Daito Cacao Co.Ltd, sebuah produsen cokelat untuk kebutuhan industri. 

 

Perusahaan masuk ke bisnis cokelat sebagai bagian dari diversifikasi bisnisnya. Setelah mendirikan perusahaan patungan pada 2017, kedua belah pihak membangun pabrik cokelat di Karawang, Jawa Barat.

Sejumlah pemberitaan media massa melaporkan pabrik itu ditargetkan beroperasi pada 2019. Di perusahaan patungan bernama PT Indoagri Daitocacao itu, Salim Ivomas memiliki 49% saham. 51% lainnya dimiliki oleh Daito.

4. PT Mayora Indah Tbk. (MYOR)

PT Mayora Indah Tbk. adalah perusahaan makanan yang memproduksi biskuit, permen, kopi, wafer dan cokelat. Kode saham perusahaan ini adalah MYOR.

Pada saat ini, Mayora memproduksi sejumlah makanan cokelat dengan merk Choki-choki dan beng-beng. Dalam Laporan Tahunan 2018, Mayora menyebut cokelat beng-beng sebagai pelopor wafer karamel berlapis cokelat dan choki-choki sebagai pelopor cokelat pasta.

Dalam kurun waktu 1 tahun, harga saham MYOR telah turun lebih dari 21%. Berdasarkan data hingga 14 Februari 2020, PER MYOR sebesar 31x.

Saham Sebagai Hadiah

Pada saat ini, saham bukan hanya berfungsi sebagai instrumen investasi tapi juga sebagai hadiah yang diberikan kepada orang terkasih. 

Belakangan ini bermunculan fenomena pasangan yang menikah menggunakan saham sebagai mahar. Saham telah menjadi mahar “alternatif” di tengah pemberian mahar dalam bentuk uang.

Salah satu investor saham terkemuka di dunia, Warren Buffet, kabarnya memberikan hadiah berupa saham perusahaan —bukan uang tunai atau kado lainnya— yang dimilikinya kepada anggota keluarga dalam momentum seperti Hari Natal. 

Pada Hari Valentine kali ini, apakah kamu tertarik untuk memberikan hadiah berupa saham —bukan lagi cokelat— kepada pasanganmu? Kalau iya, saham apa yang akan kamu berikan kepada orang terkasih?

Related Posts

Memahami Dividen
Mengapa Sulit Untuk Berinvestasi Saham?

Leave a Comment

You need to sign in before leave a comment. Fields marked with an * are required.

Sign in

Subscribe To Big Alpha

Subscribe now and get exclusive news, advisory and more.