Tips Waspadai Kejahatan Keuangan "SIM Swap"

Yodie Hardiyan

[Waktu baca: 3 menit]

Dalam kondisi ekonomi yang tidak mudah karena virus corona, berbagai tindakan kejahatan keuangan berpotensi terjadi. Salah satu bentuk kejahatan tersebut adalah SIM swap atau pengambilalihan nomor seluler seseorang untuk mengakses rekening bank.

Kejahatan ini telah beberapa kali terjadi dan dapat menimpa siapa saja dan di mana saja, mulai dari CEO Twitter Jack Dorsey hingga wartawan senior Ilham Bintang. Kejahatan terebut mengakibatkan kerugian materiil dan immateriil.

Dalam kasus yang dialami oleh Ilham, pelaku meminta petugas di salah satu kantor operator seluler untuk mengganti kartu SIM dengan kartu atas nama Ilham. Setelah itu, pelaku membobol rekening Ilham.

Bareskrim Polri telah menangani kasus ini beberapa kali. Namun, potensi kejahatan seperti ini dapat kembali terulang dan dapat menimpa siapa saja sebagai korban. Berikut ini sejumlah tips untuk menghadapi kejahatan ini yang dirangkai dari berbagai sumber:

1. Jangan Umbar Data Pribadi

Tidak semua hal perlu diumbar di media sosial, termasuk data pribadi mengenai nama ibu kandung, tempat dan tanggal lahir, foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan sebagainya. Data tersebut dapat disalahgunakan untuk pembobolan rekening bank.

2. Jaga Data Finansial

Data finansial seperti on time password (OTP), personal identification number (PIN),  card verification code (CVV)/card verification code (CVC) atau user name dan password bukan data yang perlu dibagi kepada pihak lain.

Data tersebut dapat digunakan untuk mengakses rekening pribadi atau bahkan transaksi. Oleh karena itu, data-data tersebut adalah data rahasia yang tidak perlu dibagikan kepada pihak manapun.

3. Ubah Password

Kata sandi atau password di aplikasi yang terkait dengan rekening keuangan perlu diubah secara berkala dengan kombinasi atau angka yang tidak mudah dikenali oleh orang lain. 

4. Hindari Input Data di Situs Palsu

Pada saat ini tidak sedikit muncul situs-situs palsu yang menjebak pengguna internet untuk memasukkan data pribadi. Hal tersebut perlu dihindari karena data pribadi atau data keuangan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

5. Hubungi Pihak Terkait

Apabila ada transaksi mencurigakan atau adanya permintaan data finansial atas transaksi yang tidak diketahui, jangan ragu untuk menghubungi layanan pelanggan dari institusi keuangan. Bila perlu, jangan ragu untuk meminta blokir rekening untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan.

 

 

 

Investasi