Profil Bukalapak, Unicorn Indonesia yang Didanai Microsoft

Date:

[Waktu baca: 4 menit]

Bicara soal marketplace atau e-commerce di Indonesia, nama Bukalapak pasti ikut dibahas. Bukalapak merupakan salah satu unicorn Tanah Air dan menjadi salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia. 

Unicorn adalah predikat yang dilekatkan kepada perusahaan rintisan yang telah memiliki valuasi lebih dari US$1 miliar. Sampai Mei 2021, baru ada 6 unicorn di Indonesia dimana salah satunya adalah Bukalapak. 

Perusahaan teknologi ini punya fokus utama memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) nasional. Sampai 2021 ini, Bukalapak telah melayani lebih dari 6 juta pelapak,5 juta mitra Bukalapak, dan 90 juta pengguna aktif. 

Seperti apa profil lengkap Bukalapak? Big Alpha merangkumnya untuk kamu:

1. Didirikan oleh Trio Mahasiswa ITB di Kos-kosan

Bukalapak lahir di atmosfer yang super sederhana. Bukalapak didirikan oleh tiga orang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di sebuah kos-kosan pada 2010 silam. Ketiganya adalah Achmad Zaky, Muhammad Fajrin Rasyid, dan Nugroho Herucahyono.

Pada tahun yang sama, Bukalapak mulai mendapat tempat di hati masyarakat saat permintaan terhadap sepeda lipat meningkat tajam. Pada 2010, ramai komunitas sepeda yang menjual beragam jenis sepeda lipat dan aksesorisnya secara online. Hal ini membuat pengguna Bukalapak ikut naik drastis saat itu.

Berawal dari sebuah kos pada 2010 tersebut, Bukalapak terus membesar menjadi salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Dalam perjalanannya, Bukalapak mengidentifikasikan dirinya sebagai marketplace yang berusaha memberdayakan UMKM di Indonesia.  

2. Berstatus Unicorn

Bukalapak menempati posisi kelima di antara perusahaan dengan predikat unicorn dengan valuasi di atas US$1 miliar di Indonesia. Per Oktober 2020, Bukalapak mencatatkan valuasi sebesar US$2,5 miliar, berada di bawah valuasi perusahaan teknologi Indonesia lainnya yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan OVO. 

Menurut situs CB Insights per Mei 2021, jumlah investor Bukalapak mencapai 17 investor dengan total pendanaan sekitar US$384,1 juta. Salah satu investor awal Bukalapak adalah Batavia Incubator. Investor lain yang pernah terlibat dalam pendanaan Bukalapak adalah GREE Ventures, Aucfan, IREP 500 Startup. Salah satu perusahaan terbuka, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) juga berinvestasi di Bukalapak melalui anak usahanya, Kreatif Media Karya. 

Pada April 2021, menurut sejumlah laporan, Bukalapak kembali mendapat pendanaan senilai US$234 juta atau setara Rp3,4 triliun (kurs Rp14.600). Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Microsoft, juga diikuti oleh GIC Sovereign Wealth Fund dari Singapura, dan Emtek. Pendanaan bagi perusahaan seperti Bukalapak memiliki arti penting sebagai bagian dari pengembangan perusahaan.

3. Berencana IPO

Bukalapak dikabarkan akan melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham. Gosip itu sudah menyeruak sejak beberapa waktu yang lalu.

Hingga Mei 2021 ini, Bukalapak dikabarkan akan melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menunjuk salah satu perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi. Kabarnya, Bukalapak juga akan melantai di bursa Amerika Serikat melaui merger dengan special purpose acquisition company (SPAC). 

Rencana dual listing Bukalapak di Jakarta dan New York dilakukan untuk membuka akses pemodalan yang lebih lebar. Namun masih belum pasti kapan Bukalapak resmi listing di New York Stock Exchange dan BEI tersebut.

Selain Bukalapak, perusahaan teknologi lain juga berencana IPO. Pesaing Bukalapak, Tokopedia, juga dikabarkan akan IPO setelah membentuk holding bernama GoTo. Simak ulasan mengenai lanskap ekonomi digital di Indonesia setelah munculnya GoTo tersebut dalam: Merger GoTo dan Lanskap Baru Persaingan Ekonomi Digital Indonesia.

4. Ada Komunitas Bukalapak

Bukalapak menyediakan forum khusus bagi para pelapak. Program Komunitas secara rutin mengadakan kopi darat di berbagai daerah di Indonesia untuk berbagi pengalaman dan wawasan dalam meningkatkan penjualan para pelapak. 

Anggotanya lebih dari 100.000 pelapak di 142 kabupaten/kota. Komunitas Bukalapak merupakan sebuah wadah bagi para pelapak dan pembeli untuk dapat saling berdiskusi, bertukar pikiran, berbagi pengalaman, serta belajar mengenai tips dan trik jual beli online di Bukalapak. 

5. Sejumlah Isu yang Menerpa Bukalapak

Perjalanan Bukalapak tidaklah selalu mulus. Perusahaan ini juga pernah diterpa berbagai isu yang banyak dibahas di media massa dan media sosial. Salah satu isu yang pernah menerpa Bukalapak adalah mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ratusan karyawan Bukalapak pada 2019.

Di samping itu, Bukalapak juga pernah diterpa isu pencurian data pengguna yang ditaksir mencapai 13 juta data. Data tersebut dijual di salah satu forum internet bernama RaidForums. 

Selain itu, di tengah suasana politik yang panas menjelang Pemilihan Presiden 2019, CEO Bukalapak Achmad Zaky saat itu juga pernah menjadi polemik akibat cuitan di Twitter yang membahas mengenai anggaran riset di era pemerintahan Jokowi. Untuk meluruskan hal tersebut, Achmad sampai menemui Presiden di Istana Kepresidenan.

Tags: