Potret DMMX Cucu MCAS, Mitra Baru Raffi Ahmad

Date:

[Waktu baca: 7 menit]

Masih segar dalam ingatan, pada awal tahun ini, artis Raffi Ahmad memberikan rekomendasi saham PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS) kepada para pengikutnya di Instagram melalui akun resminya bersama istrinya, @raffinagita1717.

Dalam postingan yang ia unggah pada 4 Januari 2021 itu, Raffi mengatakan bahwa untuk pertama kalinya dirinya menginvestasikan tabungannya untuk membeli saham satu perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni MCAS.

Menurut pengakuannya, dana yang ditempatkannya di saham MCAS saat itu sudah naik 20% menuju 30%, padahal transaksi baru dilakukannya dalam 2-3 pekan terakhir. Raffi pun mengajak pengikutnya di akun Instagramnya, yang mencapai lebih dari 50 juta, untuk turut mempelajari saham MCAS.

“Buat kalian semua, coba deh kalian telusuri MCAS, ikutan kayak gue guys. Mantap guys, mantap!” ungkapnya kala itu.

Raffi mengatakan bahwa dalam kondisi saat ini di mana ekonomi sedang penuh tekanan, setiap orang harus berjuang dan mempelajari segala sesuatu yang memungkinkan untuk membantu seseorang bertahan hidup.

Kala itu, bukan hanya Raffi yang merekomendasikan MCAS. Artis lain, yakni Ari Lasso juga merekomendasikan saham yang sama. Merespon hal tersebut, Bursa Efek Indonesia lalu memberikan teguran secara publik melalui media massa, sebab makin banyak berkembang fenomena influencer saham dari kalangan publik figur.

Meskipun hal itu baik bagi perkembangan pasar modal, tetapi ada juga bahaya di baliknya, sebab pasar modal tidak melulu menjanjikan keuntungan.

Salah memberikan rekomendasi bisa berdampak buruk bagi penerima rekomendasi. Ada potensi tuntutan hukum di sana.

Sementara itu, ajakan Raffi dan Ari untuk membeli MCAS juga mengundang kecurigaan bahwa keduanya disponsori oleh pihak-pihak tertentu, entah MCAS sendiri atau pemegang saham MCAS.

Sehari setelah mengunggah tentang rekomendasi MCAS, Raffi pun membeli klarifikasi bahwa dirinya tidak menerima endorse dari pihak manapun untuk merekomendasikan saham MCAS. Keputusannya untuk mengunggah ajakan tersebut murni inisiatifnya sendiri untuk membagikan pengalaman pribadi.

“Kalau memang kalian mau ya kalian telusuri dulu, kalian pelajari dulu, kalian cek dulu. Kalau kalian percaya ya go ahead, silahkan. Kalau memang kalian enggak percaya, jangan. Pokoknya jangan karena gue,” katanya.

Manajemen MCAS juga memberikan bantahan kepada media bahwa perseroan tidak pernah melakukan endorsement kepada Raffi maupun Ari.

Terlepas dari rekomendasi Raffi, saham MCAS sendiri memang cenderung terus meningkat sejak akhir 2020 lalu. Namun, pada awal tahun ini saham emiten anggota indeks IDX Sector Technology ini mulai terkonsolidasi dan cenderung sedikit menurun.

Kini, pada awal pekan ini kisah Raffi dan MCAS berlanjut. Namun, kini hubungan keduanya lebih strategis. Raffi tidak saja menjadi investor ritel yang membeli saham MCAS, tetapi kini bermitra dengan salah satu cucu usaha MCAS.

Cucu usaha yang dimaksud yakni PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX). Perusahaan ini dikendalikan oleh PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX) dengan kepemilikan saham 27,48%. Nah, NFCX sendiri dikendalikan oleh MCAS dengan kepemilikan saham 51,94%.

Kemitraan itu terjadi antara DMMX dengan RANS Entertainment, yakni rumah produksi yang didirikan Raffi bersama istrinya, Nagita Slavina. RANS sendiri merupakan singkatan dari nama keduanya, yakni Raffi Ahmad Nagita Slavina.

DMMX dan RASN Entertainment bermitra mendirikan perusahaan patungan PT DMMX Rans Digital (DIGIRANS). Anak usaha itu akan mengelola platform pemasaran media sosial digital. Saat ini, RANS Entertainment sendiri merupakan talent agency yang mengelola lebih dari 300.000 content creator dan influencer media sosial di Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, mari kita bedah lebih dalam siapa itu DMMX dan bagaimana prospek bisnisnya setelah bermitra dengan RANS Entertainment.

Siapa Itu DMMX?

DMMX merupakan perusahaan yang relatif masih sangat muda. Perusahaan ini didirikan pada 15 September 2015 lalu dengan nama PT Digital Marketing Solution sebelum akhirnya berganti nama menjadi PT Digital Mediatama Maxima Tbk.

Seturut anggaran dasarnya yang diubah pada Juli 2019, perseroan bergerak di bidang perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer, piranti lunak, suku cadang elektronik, dan peralatan telekomunikasi.

Selain itu, perseroan juga melakukan aktivitas jasa konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya, serta jasa informasi dan telekomunikasi lainnya.

Saat ini, kegiatan usaha yang dijalankan DMMX adalah penyedia platform digital trade marketing dan pengiklanan berbasis cloud serta mencakup usaha penyelenggaraan telekomunikasi lainnya. Termasuk di sini yakni penjualan pulsa, baik voucher maupun elektronik, dan penjualan kartu perdana telepon seluler.

Perseroan memiliki empat jenis jasa yang diberikan kepada pelanggannya, yaitu managed service, infrastructure as a service, advertising exchange hub dan trade marketing.

Perusahaan ini baru saja melakukan IPO pada 21 Oktober 2019 dan meraup dana Rp619,23 miliar melalui pelepasan 2,69 miliar sahamnya dengan harga pelaksanaan di level Rp230 per saham. Kini, investor publik menggenggam 24,48% saham DMMX, sedangkan dua pemegang saham terbesar lainnya yakni NFCX 27,48% dan PT Jaya Distribusi Ritel 26%.

Tidak lama setelah IPO, kinerja saham DMMX cenderung terus melemah. Sahamnya bahkan turun hingga ke level gocap saat awal pandemi tahun lalu. Namun, setelah itu saham perseroan terus meningkat kembali.

Hingga sesi pertama perdagangan bursa hari ini, Rabu (24 Februari 2021), saham DMMX sudah di level Rp446 per saham. Posisi ini turun 3,46% dibandingkan dengan harga sehari sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan harga penutupan pada akhir tahun lalu, saham DMMX sudah naik 89,83% year to date (ytd). Kenaikan ini tentu tergolong sangat fantastis. Kenaikan IHSG saja sepanjang tahun ini baru 4,91% ytd.

Pada hari pengumuman kerja sama DMMX dengan RANS Entertainment pada Senin (22 Februari 2021) lalu, saham DMMX melesat 8,70%. Namun, pada pekan sebelumnya saham DMMX sempat naik lebih tinggi, misalnya pada 15-16 Februari 2021, saham DMMX naik masing-masing 15,63% dan 15,14% dalam sehari. 

Bagaimana Kinerja DMMX Selama Ini?

DMMX sendiri melaporkan kinerja yang cukup baik selama periode pandemi 2020 lalu. Pendapatan perusahaan meningkat tajam, demikian pula dengan labanya. Berikut ini laporannya (dalam Rp miliar):

Peningkatan pendapatan DMMX terutama berasal dari lini bisnis trade marketing, melesat dari hanya Rp48,5 miliar pada September 2019 menjadi Rp275,5 miliar pada September 2020, atau naik 467,8% yoy. Sementara itu, penjualan perangkat keras naik dari Rp30,6 miliar menjadi Rp50,96 miliar.

Kuatnya kinerja perseroan terutama disokong oleh ekspansi di lini bisnis iklan cloud. Segmen iklan cloud digital DMMX (Managed Services and Infrastructure-as-a-Services) tumbuh paling tinggi, yakni 57,8% yoy menjadi Rp71,5 miliar.

Pendorongnya sebagian besar disebabkan oleh aktivitas penyebaran layar yang berkelanjutan. Hingga akhir September 2020, DMMX telah meluncurkan 12.823 layar, tumbuh 103,8% yoy. Penambahan jumlah layar ini mencakup 9.373 titik, atau tumbuh 90,6% yoy.

Kenaikan segmen trade marketing didukung oleh peningkatan jumlah anggota gerai Pojok Bayar sebesar 57,1% yoy menjadi 74.078 pada akhir September.

Selain menggenjot pendapatan, DMMX juga cukup efektif mengelola bebannya sehingga margin laba tetap terjaga. Laba kotor perusahaan bisa melesat 98% yoy dengan margin 10,4%. Sementara itu, laba bersih melesat 238% yoy dengan margin mencapai 7,1%.

Dari sisi neraca, kinerja DMMX juga cukup stabil, hanya saja utangnya meningkat tajam. Berikut ini posisi neraca DMMX (dalam Rp miliar):

Kenaikan liabilitas terutama disebabkan oleh tambahan utang jangka panjang senilai Rp55 miliar. Perseroan menambah utang pada PT Bank CIMB Niaga Tbk. senilai Rp70 miliar, sedangkan pinjaman yang dilunasi pada bank yang sama senilai Rp15 miliar. Alhasil, saldonya Rp55 miliar.

Adapun, perseroan masih memiliki posisi kas bersih senilai Rp174,1 miliar. Ini memberikan banyak ruang untuk ekspansi perluasan jaringan spot iklan yang berkelanjutan.

DMMX Gencarkan Kemitraan

DMMX cukup gesit melakukan kemitraan sepanjang 2020 lalu. Sebelum bermitra dengan RANS Entertainment, DMMX sudah lebih dahulu melakukan langkah serupa dengan mitra lain.

Salah satunya tahun lalu yakni dengan PT Bumilangit Entertainment Corpora (Bumilangit). Bumilangit adalah sebuah perusahaan hiburan yang mengelola +1.100 kekayaan intelektual (intellectual property/ IP) superhero komik di Asia. Kerja sama keduanya diumumkan pada Juli 2020 lalu.

DMMX menawarkan platform dan keahlian digitalnya kepada Bumilangit. Seiring dengan itu, DMMX mendapatkan akses ke basis data IP Bumilangit yang memiliki potensi pengembangan luar biasa dalam hal memperkaya konten DMMX.

Imbalannya, Bumilangit akan mendapatkan peningkatan eksposur produk dan layanannya melalui platform digital DMMX yang sedang berkembang dan mengakses peluang kerjasama / bundling dengan klien DMMX.

Keduanya mendirikan perusahaan patungan, yakni PT Bumilangit Digital Mediatama. Kemitraan DMMX-Bumilangit ini mulai berkembang pada kuartal III/2020 dengan mulai memproduksi konten dengan format baru berbasis IP Bumilangit.

Konten berformat baru ini ditujukan untuk menjangkau fandom buku komik Bumilangit dan menjangkau khalayak yang lebih luas. Misalnya, DMMX memperkenalkan chatbot Bumilangit di mana penggemar dapat memperoleh akses ke konten eksklusif (stiker karakter) dan hadiah (paket produk digital).

Dengan strategi itu, DMMX dan Bumilangit dapat memperoleh insight berharga tentang fandom dari tiap karekter. Hal ini akan membantu menyempurnakan strategi promosi di masa mendatang, terutama untuk lima film mendatang dalam rangkaian dunia sinematik Bumilangit.

Bisnis konten digital ini pun makin besar potensinya, terutama karena portofolio Bumilangit yang terus berkembang. Baru-baru ini juga Bumilangit mengumumkan kemitraan dengan Disney + Hotstar dan forum internet Kaskus.

Kemitraan ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan distribusi dan umpan balik proyek Bumilangit.

Adapun, DMMX-Bumilangit melalui PT Bumilangit Digital Mediatama juga berencana untuk meluncurkan serangkaian aplikasi digital untuk melengkapi pengalaman dan hype Bumilangit Cinematic Universe (BCU), termasuk mobile games dan portal komik digital.

Tidak berhenti sampai di Bumilangit, DMMX juga bermitra dengan PT Multidaya Dinamika (MDD), anak perusahaan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (Kode emiten: DIVA) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta ) untuk meluncurkan kios digital KasirKu.

Ini adalah platform transaksi mandiri untuk membeli kartu e-money dan melakukan layanan top-up. Kios digital juga dilengkapi dengan infrastruktur periklanan berbasis cloud DMMX, yang dapat menjangkau hingga 1 juta penumpang Transjakarta setiap harinya.

Inisiatif ini bertujuan untuk mempromosikan penggunaan layanan digital, khususnya untuk pembayaran dan transaksi, terutama selama periode pembatasan sosial akibat pandemi.

Solusi periklanan berbasis cloud yang ada di kios digital KasirKu akan menarik bagi perusahaan yang ingin memasarkan produknya kepada pengguna Transjakarta. Selain itu, DMMX akan menghubungkan kios ke Advertising Exchange Hub (Adex Hub), yang akan memfasilitasi konten iklan dinamis di layar.

Adapun, selama ini DMMX juga sudah bermitra dengan gerai-gerai ritel seperti Alfamart dan Indomaret, serta Sampoerna Retail Community (SRC) untuk penyediaan layanan digital cloud advertising.

Prospek Kemitraan RANS Entertainment

DMMX mendirikan anak usaha dengan nama PT DMMX Rans Digital atau DIGITRANS pada 11 Februari 2021 lalu dengan kepemilikan saham 33,33%. DMMX menggelontorkan dana Rp300 juta untuk pendiriannya.

DIGITRANS akan membangun dan mengelola platform pemasaran media sosial digital yang menggabungkan antara sumber daya yang dimiliki RANS Entertainment dengan DMMX.

DMMX memiliki infrastruktur pemasaran digital, sedangkan RANS Entertainment memiliki lebih dari 300.000 content creator dan influencer media sosial yang dapat mengembangkan konten digital. Hal ini memungkinkan konten kreatif dari RANS Entertainment bisa menjangkau audiens yang lebih luas.

Bagi DMMX, adanya kerja sama ini menambah jumlah content yang dimiliki perusahaan sehingga meningkatkan daya tarik platform perusahaan mereka. Selain itu, eksposur DMMX ke platform media sosial milik RANS Entertainment juga turut meningkat.

Saat ini, akun Instagram RANS Entertainment @rans.entertainment memiliki 1,5 juta followers, @raffinagita1717 memiliki lebih dari 50 juta followers, sedangkan channel YouTube RANS Entertainment memiliki lebih dari 19 juta subscribers.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas kemampuan pemasaran dan periklanan digital dari DMMX ke dalam lingkup lanskap media sosial yang kini sedang berkembang di Indonesia.

Dengan adanya talent segar RANS Entertainment, DMMX akan memiliki posisi tawar yang lebih baik kepada para pengiklan yang berminat untuk beriklan melalui platform DMMX.

Bagi para talent di RANS Entertainment, hal ini tentu berpeluang meningkatkan pundi-pundi rupiah dari hasil monetisasi konten mereka.

Lebih jauh dari itu, DMMX berencana untuk mengembangkan fitur dalam platform mereka yang memungkinkan para creative content creator dan influencer untuk berkolaborasi dengan brand dan perusahaan-perusahaan pengiklan untuk meningkatkan kualitas dan nilai komersial konten mereka.

Jadi, platform tersebut bakal menjadi semacam marketplace untuk ide, produk, dan layanan baru. DMMX juga akan membuka akses platform tersebut kepada para penggemar sehingga memperkaya ide-ide kreatif yang sesuai dengan keinginan pasar.

Jika berjalan lancar, strategi DMMX ini tentu berpeluang meningkatkan pertumbuhan bisnis yang makin besar bagi perseroan tahun ini. Oleh karena itu, bisa jadi apresiasi investor atas sahamnya pada awal tahun ini menjadi beralasan.

Lagi pula, bisnis digital tampaknya saat ini sedang naik daun, apalagi setelah pandemi memaksa banyak orang untuk membatasi aktivitas fisik. Strategi cerdik DMMX mungkin saja membuka peluang bagi kenaikan lebih lanjut bagi harga sahamnya. Kamu berminat?
 
 
 
 

Tags: