Pom-pom Saham: Apa dan Bagaimana?

Date:

[Waktu baca: 3 menit]

Pada awal 2021, istilah pom-pom saham kerap disebut oleh para pelaku pasar (trader/investor) saham. Istilah ini diucapkan untuk menggambarkan perilaku sejumlah pemengaruh (influencer) yang kerap membahas hingga merekomendasikan saham di media sosial.

Pom-pom saham bukanlah suatu fenomena baru. Di Amerika Serikat, praktek pom-pom saham dikenal dengan istilah pump and dump yang tidak lain berarti "pompa dan buang". Istilah pom-pom kemungkinan besar merupakan serapan dari frasa pump-pump manipulation yang kerap diajarkan di kelas investasi mengenai etika investasi. Apa itu sebenarnya pom-pom saham?

Pada dasarnya, pom-pom saham adalah suatu upaya menggenjot (atau "memompa") harga saham oleh suatu pihak dengan cara menyebarkan pesan menyesatkan, keliru atau berlebihan kepada pihak lain (pembeli baru) untuk membeli suatu saham tertentu. Pihak yang berupaya memompa harga saham tersebut biasanya telah memiliki saham tersebut.

Baca Juga: Bersiap Jadi Bank Terbesar, Bagaimana Prospek BMRI?

Jika kemudian banyak para pelaku pasar yang ikut-ikutan membeli saham berdasarkan rekomendasi tersebut sehingga harga saham terkerek naik, pihak yang memompa (pembeli lama) itu kemudian menjual sahamnya atau "membuang" setelah harganya naik. Setelah saham tersebut dijual dengan volume yang biasanya tidak kecil, harga saham itu kemudian akan turun.

Nah, nasib sial akan dialami oleh para pembeli baru tersebut karena harga saham yang dimilikinya turun. Pembeli lama mendapatkan cuan (capital gains), sedangkan pembeli baru mengalami kerugian (capital loss). Dalam bahasa jalanan para trader saham, pom-pom saham hanya mengajak para pembeli baru untuk datang ke pesta untuk mencuci piring, bukan ikut berpesta.

Contoh lain praktek pom-pom saham adalah sebagai berikut. Bayangkan ada suatu kelompok investor yang terdiri dari 5 investor saham dengan modal besar. Kelompok tersebut lalu mengumpulkan dana untuk dikelola oleh broker saham. Dana dengan jumlah besar itu lalu dibelikan suatu saham secara masif hingga harganya merangkak naik.

Saat harga saham tersebut perlahan naik, kelompok tersebut berupaya menggaet berbagai pihak lain untuk turut membeli saham tersebut. Apa yang terjadi selanjutnya sudah bisa ditebak. Setelah harganya naik berkali-kali lipat, kelompok tersebut mendapatkan keuntungan setelah melepas sahamnya kepada pihak lain.

Baca Juga: Apa Kabar Bisnis Blue Bird (BIRD)?

Tentu saja, mengingat pom-pom saham ini membutuhkan modal yang tidak kecil, saham yang berpotensi untuk "dimainkan" adalah saham berkapitalisasi kecil. 

Di bursa di berbagai negara maju seperti AS, praktek pom-pom saham dikategorikan sebagai manipulasi pasar. Lembaga seperti Federal Bureau Investigation (FBI) turut memberikan perhatian kepada isu ini di negeri Paman Sam tersebut.

Jangan khawatir, praktek seperti ini bisa dihindari oleh para pelaku pasar dengan berbagai cara, misalnya, skeptis atas setiap informasi yang dihembuskan oleh para pom-pomers dan memverifikasi informasi yang beredar. Jika tidak yakin atas informasi yang tersedia, tidak ada paksaan bagi seseorang untuk melakukan transaksi saham.