Performa 7 Kelas Aset di Indonesia Dari 2010

Seirei

[Waktu baca: 5 menit]

A good portfolio is more than a long list of good stocks and bonds. It is a balanced whole, providing the investor with protections and opportunities with respect to a wide range of contingencies. Harry Markowitz

Ini adalah chart ranking asset performance yang ada di Indonesia dari 2010 sampai dengan 2020 setiap tahunnya, yang terdiri dari beberapa kelas aset seperti: saham, emas, obligasi pemerintah dalam Rupiah dan Dollar, obligasi korporasi, pasar uang sampai dengan real estate.

Melihat dari chart tersebut bisa memberikan gambaran pentingnya memiliki portofolio yang terdiversifikasi.

Setiap asset class memiliki karakter risiko dan return individual yang berbeda dan bisa sesuai untuk kondisi pasar dan ekonomi yang berbeda.

Dengan diversifikasi, portofolio yang kamu miliki akan tidak mungkin menghasilkan return yang tertinggi jika dibandingkan dengan return individual kelas aset tapi juga tidak mungkin untuk menjadi yang paling rendah. Hal ini bisa dilihat dari kategori Average, return per tahunnya selalu berada di tengah-tengah dan hanya 1x menghasilkan return yang negatif yaitu pada tahun 2013.

Cash/Money Market is not a long term investment, but it can be an asset. Menarik jika melihat pada tahun 2013, 2015 dan 2018. Di mana money market outperform obligasi pemerintah dan obligasi korporasi di tahun 2013 dan juga saham dan emas di tahun 2013 dan 2015.

Di tahun 2020, emas menjadi aset yang menghasilkan return tertinggi sampai dengan 20 November 2020 dan saham menjadi yang paling rendah, dengan rata-rata return sebesar 7.01%, cukup bagus mengingat kita masih berada ditengah kondisi pandemik virus covid-19.

Surprisingly, saham bukan kelas aset yang menghasilkan return tertinggi selama periode 2010 sampai dengan 2020 ini, melainkan obligasi korporasi lalu diikuti oleh obligasi pemerintah dalam Rupiah dan emas.

Jika kita berinvestasi sebesar Rp1 juta di setiap kelas aset dari awal tahun 2010 maka sampai dengan 20 November 2020 kemarin, maka kita mendapatkan Rp3 juta lebih sedikit jika kita berinvestasi di obligasi korporasi, sekitar Rp 2,9 juta jika kita berinvestasi di obligasi pemerintah dalam Rupiah dan sekitar Rp2,6 juta jika kita berinvestasi di emas.

Sedangkan jika kita berinvestasi di saham, maka hanya menjadi Rp2,2 juta.

Appendix

Berikut index yang dipake sebagai acuan untuk setiap kelas aset:

  • Equity = IHSG
  • Gold = XAUIDR
  • Govt Bond (IDR) = iBoxx Indonesia Total Return Index
  • Govt Bond (USD) = Bloomberg USD Emerging Market Indonesia Sovereign Bond Index
  • Corp Bond = S&P Indonesia Corporate Bond Index Total Return
  • Real Estate = Indonesia Residential Property Price Index 18-City Composite
  • Money Market = Indonesia Rupiah 3-month Deposit

Sumber data: Bloomberg (Tahun 2020 sampai dengan 20 November 2020)

 

Investasi