Penjualan Mobil Anjlok, Bagaimana Saham Emiten Otomotif?

[Waktu baca: 4 menit]

Virus corona menghantam hampir seluruh sektor usaha, tidak terkecuali otomotif. Penjualan mobil dan sepeda motor mengalami penurunan drastis pada April 2020.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan penjualan mobil pada periode April 2020 hanya mencapai 7.871 unit atau turun sebesar 90% dibandingkan dengan 84.056 unit pada April 2019.

Penjualan tersebut diperkirakan semakin menurun pada Mei 2020. Penurunan penjualan tersebut seiring penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2020 akibat corona.

Turunnya daya beli masyarakat juga berpengaruh terhadap penjualan mobil tersebut. Pada kuartal I/2020, pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya 2,84% dibandingkan dengan 5,02% pada kuartal I/2019.

Penurunan penjualan mobil tersebut sedikit banyak berdampak terhadap saham-saham emiten otomotif. Harga saham sejumlah emiten mengalami penurunan 14%-50% sejak awal tahun.

Berikut ini sejumlah emiten otomotif yang harga sahamnya berada dalam tren penurunan sejak awal tahun:

PT Astra International Tbk. (ASII)

Astra adalah salah satu emiten berkapitalisasi pasar besar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini memiliki lini bisnis otomotif yakni memproduksi serta memasarkan sejumlah merk mobil seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu sampai BMW.

Pada tiga bulan pertama 2020, penjualan mobil Astra turun 3%. Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan bersih perusahaan turun 9% menjadi Rp54 triliun dibandingkan dengan Rp59,6 triliun pada kuartal I/2019. 

Seiring penurunan pendapat tersebut, laba bersih Astra turun 8% menjadi Rp4,8 triliun pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan Rp5,2 triliun pada periode yang sama 2019.

Dalam tiga bulan terakhir, saham ASII telah turun lebih dari 30% dan sejak awal tahun saham ini telah turun lebih dari 40%.  

Pergerakan ASII

Sumber: RTI, diakses pukul 11.30 WIB pada 19 Mei 2020.

PT Indomobil Sukses International Tbk. (IMAS)

Indomobil adalah perusahaan yang memasarkan berbagai merk kendaraan seperti Audi, KIA, Suzuki, Volvo dan sebagainya. Pada saat ini, IMAS belum mengumumkan laporan keuangan per kuartal I/2020.

Hampir sama seperti ASII, saham IMAS telah turun lebih dari 30% pada tiga bulan terakhir. Sejak awal tahun, saham IMAS telah terkoreksi lebih dari separuh.

Pergerakan IMAS

Sumber: RTI, diakses pukul 11.30 WIB pada 19 Mei 2020.

PT Multistrada Arah Sarana Tbk. (MASA)

Multistrada adalah perusahaan yang memproduksi ban kendaraan bermotor roda dua dan roda empat dengan merek sendiri (Achilles dan Corsa) maupun offtake dengan area pemasaran di pasar domestik dan ekspor.

Sampai saat ini, MASA belum menerbitkan laporan keuangan per kuartal I/2020. Berdasarkan laporan keuangan MASA di kuartal III/2019, produsen ban ini membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$13,53 juta. 

Dalam tiga bulan terakhir, harga saham MASA telah turun lebih dari 20%.

Pergerakan MASA

Sumber: RTI, diakses pukul 11.30 WIB pada 19 Mei 2020.

 

Apabila Anda berencana untuk berinvestasi saham, Big Alpha telah menyusun sebuah e-book kuartalan yang berisi 15 saham pilihan. Klik di sini untuk melakukan pemesanan.

Related Posts

Obat Kuat Untuk Rupiah
Harga Minyak Negatif, Artinya Apa?

Leave a Comment

You need to sign in before leave a comment. Fields marked with an * are required.

Sign in

Subscribe To Big Alpha

Subscribe now and get exclusive news, advisory and more.