Investasi

Pandemi, Laba Rumah Sakit Ini Terbang 672% Kuartal I/2021

[Waktu baca: 3 menit]

Rumah sakit yang dikelola oleh Grup Lippo, Siloam International Hospitals (SILO), membukukan peningkatan laba bersih sebesar 672% menjadi Rp150 miliar pada kuartal I/2021 dibandingkan dengan Rp19,5 miliar pada kuartal I/2020.

Peningkatan laba yang luar biasa tinggi ini dialami oleh Siloam dalam periode pandemi virus corona. Seperti diketahui, kasus pertama corona di Indonesia diumumkan pada awal kuartal I/2020. Sampai setahun sesudahnya hingga pada kuartal I/2021, pandemi ini juga belum hilang di Indonesia.

Dalam keterangan resmi yang dirilis oleh SILO, manajemen menjelaskan peningkatan profitabilitas didorong oleh fokus manajemen untuk meningkatkan pendapatan dan strategi manajemen biaya serta pelaksanaan program pengobatan dan pengujian virus corona.

Sepanjang periode kuartal I/2021, pendapatan perusahaan rumah sakit ini meningkat menjadi Rp1,91triliun atau meningkat 32,5%. Marjin laba bersih perusahaan meningkat menjadi 7,9% pada kuartal I/2021 dibandingkan dengan 1,3% pada kuartal I/2020.

Menurut manajemen, Siloam memiliki salah satu kapasitas pengujian virus corona terbesar di Indonesia dengan jaringan Lab Pengujian PCR di 15 rumah sakit. Sejak adanya pandemi hingga kuartal I/2021, Siloam telah melakukan 2,2 juta tes antibodi, serologi dan antigen serta lebih dari 340.000 tes PCR dan Isothermal.

Siloam mendedikasikan 4 rumah sakit untuk merawat pasien yang terinfeksi virus corona. Per kuartal I/2021, Siloam memiliki 1.035 tempat tidur khusus untuk pasien corona di seluruh jaringan rumah sakit dan merawat lebih dari 18.129 pasien corona. Di samping itu, Siloam juga telah memvaksin lebih dari 113.000 orang.

Sebagai gambaran, Siloam adalah jaringan rumah sakit swasta di Indonesia yang berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi di Indonesia. Siloam memperkerjakan lebih dari 2.700 dokter dan lebih dari 10.000 perawat di rumah sakit yang dikelolanya.

Memulai bisnisnya pada tahun 1996, Siloam Hospitals saat ini mengelola dan mengoperasikan 39 rumah sakit, terdiri dari 14 rumah sakit di wilayah Jabodetabek dan 25 rumah sakit yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Secara year to date, harga saham SILO telah melesat lebih dari 30%. Dalam sebulan belakangan hingga akhir April 2021, harga saham SILO melesat 50%. Pergerakan harga saham rumah sakit ini berkebalikan dengan pergerakan sejumlah saham farmasi belakangan ini. Simak ulasan lengkap bagaimana sebaiknya menyikapi pergerakan saham farmasi dalam artikel ini.

Tags in: Saham

Related articles

Others You Might Like

Leave a Comment

You need to login before leave a comment.

Login