Menyimak Lagi 'Perang Abadi' Coca-Cola dan Pepsi

Dika Aksara

Tahun 2019 lalu menjadi akhir perjalanan produksi Pepsi di Indonesia. Pepsi mengucapkan selamat tinggal setelah lebih dari 20 tahun memproduksi minuman bersodanya di dalam negeri. 

Bagi generasi lawas, tentu akrab dengan persaingan ketat antara duo pemain utama minuman bersoda di dunia: Coca-Cola dan Pepsi Cola. Keduanya terus-terusan terlibat perang iklan, promosi, dan saling bersaing memakai cara promosi yang menarik pasar. 

Meski peperangan antara Coca-Cola dan Pepsi Cola di Tanah Air bisa dibilang surut sepenuhnya, namun tensi antara keduanya masih saja panas di level global. Kedua merek masih dan sampai entah kapan akan menjadi duet pemain terbesar produsen minuman bersoda di muka bumi. 

Lantas seperti apa sih sejarah dan perjalanan panjang dari kedua perusahaan ini? Big Alpha merangkumnya dari History.com dan sejumlah sumber lainnya. 

 

1. The Great Cola Wars

Dunia internasional mengenal istilah 'The Great Cola Wars'. Berbeda dengan Perang Dunia yang berdarah-darah, perang antara Coca-Cola dan PepsiCO ini menghabiskan banyak ongkos. Ya, namanya juga bagian dari promosi produk. 

The Great Cola Wars terjadi di medio 1980-an. Tahun 1985, Coca-Cola muncul dengan kampanye 'The New Coke'. Mereka mengenalkan formula minuman bersoda yang dianggap lebih mirip dengan Pepsi. 

Tapi strategi pemasaran yang dijalankan Coca-Cola ternyata meleset. Kampanye 'The New Coke' malah dimanfaatkan PepsiCo untuk memastikan kalau rasa mereka masih terfavorit. 

Namun, kesalahan fatal yang dilakukan Coca-Cola tampaknya tak berdampak banyak terhadap penjualan. Coca-Cola malah semakin kukuh berada di atas PepsiCO dari sisi pangsa pasar. 

Saat The Great Cola Wars terjadi, baik Coca-Cola dan PepsiCO sama-sama sudah menjadi perusahaan raksasa dunia. Meski The Great Cola Wars tak lagi berlangsung dengan sengit, namun kompetisi antara keduanya tetap saja berlangsung sampai kini. 

Berdasarkan publikasi Beverage Industry, Coca-Cola berhasil merajai pangsa pasar minuman bersoda dunia selama 2012-2017, mengungguli PepsiCO. 

2. Bisnis Coca-Cola vs Pepsi

Meski memiliki produk utama berupa minuman bersoda, Pepsi memiliki diversifikasi usaha yang lebih luas ketimbang Coca-Cola. Dikutip dari investopedia, Pepsi cukup jeli memperluas portofolio produknya, tidak hanya produk minuman saja. 

Sebaliknya, Coca-Cola sampai saat ini masih fokus pada industri minuman kemasan. Meski ada juga produk selain minuman, namun jumlahnya terbilang sedikit. 

Dengan diversifikasi bisnis yang luas, 50% pendapatan Pepsi bahkan diperoleh dari produk makanan ringan. Berbeda dengan Coca-Cola yang tentu saja nyaris seluruh pendapatannya diperoleh dari produk minuman kemasan yang jumlahnya lebih dari 100 merek. 

3. Titik awal Coca-Cola dan Pepsi nyaris sama

Bila ditarik ke belakang, titik mula dimulainya sejarah Coca-Cola dan Pepsi nyaris sama. Perjalanan Coca-Cola diawali dengan temuan ramuan minuman bersoda oleh seorang ahli farmasi di Columbus, Georgia pada 1886. Minuman ini kemudian dijual bebas di pasaran. 

Enam tahun kemudian, seorang ahli farmasi asal Atlanta membeli resep Coca-Cola dan mendirikan The Coca-Cola Company. 

Sedangkan Pepsi, kisahnya dimulai tahun 1893. Resep Pepsi juga diformulasikan oleh seorang ahli farmasi. Awalnya, merek dagang minuman Pepsi adalah Brad's Drink. Barulah pada 1898 mereknya diganti jadi Pepsi-Cola setelah terinspirasi dari kesuksesan Coca-Cola. Pepsi-Cola Company berdiri pada 1902. 

4. Strategi marketing besar-besaran

Coca-cola semakin menancapkan posisinya sebagai penguasa pasar minuman bersoda. Dimulai pada 1931, Coca-Cola mulai mempromosikan minuman bersodanya dengan memanfaatkan figur Sinterklas alias Santa Claus. 

Sosok Sinterklas berhasil membuat popularitas Coca-Cola meningkat. Warna merah Coca-Cola pun semakin melekat. 

Di periode yang sama, selama berpuluh-puluh tahun berkembang, Pepsi-Cola justru mengalami kesulitan keuangan. Pada 1965, Pepsi-Cola kemudian merger dengan Frito-Lay Inc dan mengubah nama perusahaan menjadi PepsiCo, Inc. 

Tahun 1975 di bawah manajemen yang lebih segar, PepsiCo memulai sebuah promosi gila-gilaan berjuluk 'Pepsi Challenge'. 

Pepsi Challenge adalah tantangan kepada orang-orang untuk memilih minuman bersoda dengan mata tertutup. Menariknya, banyak orang yang ternyata lebih memilih Pepsi ketimbang Coca-Cola saat diminta memilih minuman mana yang lebih enak. 

Berkat Pepsi Challenge, pangsa pasar minuman bersoda mulai beralih ke Pepsi. Coca-Cola memang masih merajai pasar. Namun, angka penjualannya tergerus popularitas Pepsi. 

Sebagai respon atas Pepsi Challenge, pada 1982 Coca-Cola mengenalkan produk baru bernama Diet Coke. Kemudian pada 1985, Coca-Cola juga menyuguhkan formula baru dengan nama 'The New Coke'. Formula yang ditawarkan disebut lebih mirip dengan rasa Pepsi yang berhasil memikat banyak konsumen saat Pepsi Challenge. 

Sayangnya, konsumen malah kesal karena mereka tak bisa lagi membeli minuman Coca-Cola yang 'asli'. Konsumen yang memang fans fanatik Coca-Cola pun kecewa karena tak bisa mengakses minuman kesukaan mereka. 

Hal ini dimanfaatkan Pepsi untuk kembali menggencarkan promosi sebagai produk yang berusaha ditiru Coca-Cola. 

Produk yang disebut sebagai The New Coke ini pun dihentikan pada 2002. Peperangan antara Coca-Cola dan Pepsi memang masih berlangsung sampai kini. Meski secara pasar Coca-Cola lebih unggul, posisi Pepsi tentu masih menjadi ancaman nyata bagi Coca-Cola. 

5. Pepsi pamit dari Indonesia

Pada 2019, anak usaha Indofood, PT Anugerah Indofood Barokan Makmur mengakhiri kontrak kerja sama dengan PepsiCo Inc. Alasan komersial menjadi landasan utama dihentikannya kontrak kerja sama. Total, Pepsi sudah lebih dari 20 tahun sempat beredar dan berproduksi di Indonesia dengan beragam mereknya. Merek Pepsi yang tentu masih kita ingat antara lain Pepsi regular, Pepsi Blue, Pepsi Twist, Pepsi Cola, Mirinda Strawberry, Mirinda Rootberry, 7-UP Revive, A&W Root Beer, dan Tekita. 

 

Bisnis