Menteri Keuangan Indonesia dari Tahun ke Tahun, Ini Daftarnya

Dika Aksara

Pernah nggak kamu ikut kepanitiaan sebuah acara atau organisasi? Selain ketua yang tugasnya memimpin seluruh tim, sekretaris yang berurusan dengan administrasi dan persuratan, pasti ada juga bendahara yang selalu berkutat dengan uang dan pendanaan. 

Dalam tubuh organisasi, tugas bendahara sangat vital. Jalannya program acara tentu bergantung kepada pencairan dana dari bendahara. Bendahara juga harus cermat dalam menyalurkan pembiayaan untuk beragam pos di dalam tubuh organisasi. 

Secara umum, bendahara memiliki bertugas membuat rencana anggaran yang disesuaikan dengan pendapatan organisasi. Bendahara juga perlu mencatat kebutuhan dari setiap seksi agar bisa disesuaikan dengan program kerja yang akan dijalankan.

Nah, dalam lingkup yang jauh lebih besar, yakni negara, posisi bendahara juga sangat penting. Jika kabinet pemerintahan diibaratkan sebagai susunan organisasi, maka posisi bendahara negara dijabat oleh menteri keuangan. 

Layaknya bendahara, menteri keuangan punya tugas merumuskan, menetapkan, dan menjalankan kebijakan di bidang keuangan negara. Formula keuangan negara dituangkan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Menkeu turun langsung dalam menggodok beragam parameter di dalam APBN, target penerimaan negara dan rancangan belanjanya. Menkeu juga punya wewenang untuk memberikan rekomendasi kebijakan fiskal dan sektor keuangan. 

Indonesia punya sederet nama yang pernah menjabat sebagai menteri keuangan. Sosok menkeu yang saat ini masih menjabat, Sri Mulyani Indrawati, sebenarnya juga sempat menduduki posisi yang sama di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Sebelum Sri Mulyani pun ada banyak sekali nama yang sempat memimpin pengelolaan keuangan negara ini. Siapa saja mereka? Big Alpha merangkumnya untuk kamu. 

Daftar Menteri Keuangan RI, dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, berurutan dari pasca kemerdekaan:

  1. Samsi Sastrawidagda (2 September 1945 - 26 September 1945)
  2. Alexander Andries Maramis (A.A. Maramis) (26 September 1945 - 4 Agustus 1949)
  3. Sonarjo Kolopaking, Kabinet Sjahrir I (14 November 1945 - 5 Desember 1945)
  4. Raden Mas Pandji Soerachman Tjokrodisoerjo Kabinet Sjahrir I (14 November 1945 - 12 Maret 1946) dan Kabinet Sjahrir II (12 Maret 1946 - 2 Oktober 1946)
  5. Sjafruddin Prawiranegara Kabinet Sjahrir II (2 Oktober 1946 - 3 Juli 1947), Kabinet Republik Indonesia Serikat/RIS (20 Desember 1949 - 6 September 1950), dan Kabinet Natsir (6 September 1950 - 20 Maret 1951)
  6. Lukman Hakim Kabinet Darurat pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia/PDRI (19 Desember 1948 - 13 Juli 1949), Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 - 14 Desember 1949), Kabinet Susanto (20 Desember 1949 - 21 Januari 1959) dan Kabinet Halim (21 Januari 1950 - 6 September 1950)
  7. Jusuf Wibisono Kabinet Sukiman-Suwirjo (27 April 1951 - 3 April 1952) dan Kabinet Ali Sastroamidjojo II (24 Maret 1956 - 9 April 1957)
  8. Soemitro Djojohadikusumo Kabinet Wilopo - Prawoto (3 April 1952 - 30 Juli 1953) dan Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 - 24 Maret 1956)
  9. Ong Eng Die (Wang Yong Li), Kabinet Ali Sastroamidjojo I (27 April 1951 - 3 April 1952)
  10. Soetikno Slamet, Kabinet Djuanda/ Karya (9 April 1957 - 10 Juli 1959)
  11. Djuanda Kartawidjaja Kabinet Kerja I (10 Juli 1959 - 18 Februari 1960) dan Kabinet Kerja II (18 Februari 1960 - 1 Juli 1960)
  12. RM. Notohamiprodjo Kabinet Kerja II (1 Juli 1960 - 6 Maret 1962) dan Kabinet Kerja III (10 Juli 1959 - 18 Februari 1960)
  13. Sumarno Kabinet Kerja II (18 Februari 1960 - 6 Maret 1962) danGubernur Bank Indonesia dan Menteri/ Deputi Menteri Keuangan Kabinet Kerja III (6 Maret 1962 - 13 November 1963) Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Urusan Bank Sentral serta Wakil Menteri Pertama/ Koordinator Keuangan sementara Kabinet Kerja IV (23 November 1963 - 27 Agustus 1964) Menteri Koordinator Kompartemen Keuangan Kabinet Dwikora I (27 Agustus 1964 - 22 Februari 1966), Menteri  Koordinator Kompartimen Keuangan Kabinet Dwikora II  atau Kabinet 100 Menteri (24 Februari 1966 - 28 Maret 1966), Menteri Koordinator Kompartimen Keuangan Kabinet Dwikora III (27 Maret 1966 - 25 Juli 1966)
  14. Franciscus Xaverius Seda (Frans Seda), Kabinet Ampera I (25 Juli 1966 - 6 Juni 1968)
  15. Ali Wardhana, Kabinet Pembangunan I (6 Juni 1968 - 28 Maret 1973), Kabinet Pembangunan II (1 April 1974 - 31 Maret 1979), Kabinet Pembangunan III (1 April 1979 - 31 Maret 1984)
  16. Radius Prawiro, Kabinet Pembangunan IV (19 Maret 1983 - 21 Maret 1988)
  17. Johannes Baptista Sumarlin (JB Sumarlin), Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988 - 17 Maret 1993)
  18. Mar’ie Muhammad. Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993 - 16 Maret 1998)
  19. Fuad Bawazier, Kabinet Pembangunan VII (16 Maret 1998 - 21 Mei 1998)
  20. Bambang Subianto, Kabinet Reformasi Pembangunan (23 mei 1998 - 20 Oktober 1999)
  21. Bambang Sudibyo, Kabinet Persatuan Nasional (23 Oktober 1999 - 23 Agustus 2000)
  22. Prijadi Praptosuhardjo, Kabinet Persatuan Nasional (23 Agustus 2000 - 12 Juni 2001)
  23. Rizal Ramli, (12 Juni 2001 - 9 Agustus 2001)
  24. Boediono, (09 Agustus 2001 - 20 Oktober 2004)
  25. Jusuf Anwar, (24 Oktober 2004 - 07 Desember 2005)
  26. Sri Mulyani Indrawati (7 Desember 2005 - 20 Mei 2010)
  27. Agus DW Martowardojo (20 Mei 2010 - 18 April 2013)
  28. Muhamad Chatib Basri (21 Mei 2013 - 20 Oktober 2014)
  29. Bambang P.S. Brodjonegoro (27 Oktober 2014 - 27 Juli 2016)
  30. Sri Mulyani Indrawati (27 Juli 2016 - sekarang)

Ekonomi