Ini Daftar Negara Asia yang Resesi, Indonesia Termasuk?

[Waktu baca: 3 menit]

Sejumlah negara Asia telah mengumumkan penurunan pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal berturut-turut yang menandakan bahwa negara tersebut berada dalam fase resesi.

Kondisi tersebut tidak lain disebabkan oleh pandemi virus corona yang menekan perekonomian global. Aktivitas ekonomi di seluruh dunia terdampak dari virus yang menewaskan ratusan ribu orang ini.

Secara umum, resesi dipahami sebagai penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam dua kuartal berturut-turut. Istilah resesi sering digunakan untuk menggambarkan kondisi perekonomian suatu negara yang sedang dalam keadaan "lesu".

National Bureau of Economic Research (NBER) dari Amerika Serikat mendefinisikan resesi sebagai penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan di seluruh negara dalam beberapa bulan dan hal itu terlihat jelas dalam PDB, pemasukan masyarakat, ketenagakerjaan, produksi industri dan penjualan ritel.

Sejumlah negara Asia telah mengumumkan data PDB terbaru yang menunjukkan negara tersebut berada dalam fase resesi. Indonesia sendiri belum mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2020 setelah pada kuartal I/2020 PDBnya hanya tumbuh sebesar 2,97%.

Berikut ini sejumlah negara Asia yang sedang memasuki fase resesi:

1. Korea Selatan

Pada kuartal II/2020, PDB Korea Selatan minus 3,3%. Pada kuartal sebelumnya,  pertumbuhan ekonomi negeri Ginseng ini minus 1,3% pada kuartal I/2020. Negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia ini mengalami kontraksi terbesar sejak kuartal I/1998.

Salah satu komponen perekonomian terbesar Korea Selatan yaitu ekspor mengalami penurunan 16,6% pada kuartal II/2020 atau penurunan terbesar sejak 1963. Ekspor berkontribusi sebesar 40% terhadap PDB Korea Selatan.

Seperti diketahui, Korea Selatan dikenal sebagai negara pengekspor sejumlah komoditas, mulai dari baja, mobil hingga chip. Dalam menghadapi perekonomian yang lesu akibat corona, pemerintah Korea Selatan telah menggelontorkan sekitar US$231 miliar stimulus.

2. Jepang

Negara Asia Timur lainnya, Jepang, mengalami resesi setelah PDB-nya minus 0,9% pada kuartal I/2020.Pada kuartal sebelumnya, PDB Jepang juga mengalami kontraksi sebesar 1,8% pada kuartal sebelumnya.

Penurunan yang disebut terbesar sejak Perang Dunia tersebut disebabkan oleh pandemi virus corona yang melemahkan dunia bisnis. Ekspor Jepang mengalami penurunan sebesar 6% atau terbesar sejak April-Juni 2011.

Salah satu negara tujuan ekspor Jepang adalah China. China sendiri mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi karena penyebaran pandemi virus corona.

3. Singapura

Salah satu negara tetangga Indonesia, Singapura memasuki fase resesi setelah PDB minus 3,3% pada kuartal I/2020 dan 41% pada kuartal II/2020. Salah satu penyebab resesi itu adalah pandemi virus corona yang membuat perekonomian negara tersebut tertekan. 

Berbagai sektor di negara tersebut mengalami kontraksi tajam dimana sektor konstruksi turun 54% pada kuartal II/2020. Sektor andalan Singapura lainnya yaitu pariwisata juga terdampak pandemi karena banyak orang mengurangi perjalanan wisata atau perjalanan bisnis sebagai upaya mengurangi dampak penyebaran virus.

 

 

Related Posts

Mengenal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Jurus B.J. Habibie Pulihkan Rupiah
Mau Kemana Sebenarnya IHSG? 

Leave a Comment

You need to sign in before leave a comment. Fields marked with an * are required.

Sign in

Subscribe To Big Alpha

Subscribe now and get exclusive news, advisory and more.