Mengintip Sejarah G8, Geng Negara Berpengaruh yang Kini Tak ‘Utuh’

Dika Aksara

Kalau kamu sempat menyimak pemberitaan, barangkali masih ingat kalau pada Juni 2021 lalu negara G7 (Group of Seven) mengadakan pertemuan di Inggris. Pertemuan dihadiri oleh tujuh negara anggota, yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang. Sejumlah isu dibahas dalam KTT itu, termasuk perkembangan penanganan pandemi Covid-19.

Eh sebentar, bukankah seharusnya ada Rusia juga masuk ke dalam geng negara-negara dengan pengaruh besar itu? Bukankah namanya G8 (Group of Eight)? 

Kalau kamu mempertanyakan itu, berarti pengetahuan umum kamu cukup luas. Kelompok negara G7 memang sempat bertransformasi menjadi G8 pada 1998 lalu. 

Tapi dinamika geopolitik membuat keanggotan Rusia kembali ditangguhkan sejak 2014 lalu. Alasannya, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea di Ukraina. Sanksi pun dijatuhkan kepada Moskow. 

Bahkan KTT G8 yang seharusnya digelar di Rusia, dibatalkan. G8 kembali menyusut jumlahnya anggotanya menjadi G7. 

Nah itu secuil kisah tentang G8 dan G7. Seperti apa sih jalan panjang terbentuknya kelompok ini? Bagaimana sejarah G8? Big Alpha merangkumnya untuk kamu. 

 

1. Berawal dengan G6, berakar dari krisis minyak

Jika ditarik jauh ke belakang, pembentukan kelompok negara G8 bermula dari adanya krisis minyak pada 1973. Saat itu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) melakukan embargo terhadap Amerika Serikat (AS). 

Embargo minyak ke Amerika Serikat, Belanda, dan Denmark saat itu merupakan strategi negara Timur Tengah dalam perang melawan Israel. Hasilnya, harga minyak melambung sampai 4 kali lipat dan membuat krisis energi di Amerika Serikat dan Eropa. 

Kondisi ini membuat Amerika Serikat bersama lima negara lain melakukan pertemuan perdana di Prancis, tahun 1975. Enam negara yang hadir adalah AS, Jerman, Prancis, Italia, Jepang, dan Inggris.

Grup ini dibentuk untuk membahas isu-isu ekonomi yang memanas. Setahun kemudian, Kanada bergabung dan terbentuklah Negara G7. 

2. Rusia bergabung, terbentuk G8

Pada medio 1980-an, iklim politik dunia cukup memanas. Ketegangan antara Timur dan Barat dalam Perang Dingin membuat diskusi di dalam G7 menjadi lebih politis. Pada tahun 1983, KTT Williamsburg pertama kali mengadopsi deklarasi keamanan di Eropa. 

Beranjak ke tahun 1991, Uni Soviet pecah. Hal ini pun praktis mengubah peta politik dunia. Rusia mulai diperbolehkan hadir sebagai negara tamu dalam KTT tahun 1992. Kemudian pada KTT tahun 1998, Rusia pun secara resmi hadir sebagai negara anggota. 

Kelompok itu pun berubah dari G7 menjadi G8 secara resmi. 

3. G8 dituding eksklusif

Periode 1998-1999, dunia mengalami krisis keuangan. Kelompok G8 dituding sebagai kelompok eksklusif dengan agendanya sendiri. Menanggapi ini, negara G8 mulai mendekati negara-negara berkembang dan negara dengan ekonomi besar lainnya. Akhirnya, pada 1999 dibentuklah kelompok negara G20. 

Pembentukan negara G20 merupakan inisiatif para Menteri Keuangan negara G7 sebagai respon terhadap krisis keuangan global 1997-1999. Namun KTT pertama G20 baru digelar pada 2008. Sejak itu, negara anggota sepakat membuat pertemuan lanjutan. 

4. Rusia ditangguhkan dari keanggotaan G8

Seperti yang sempat disinggung di atas, keanggotaan Rusia di dalam G8 ditangguhkan sejak 2014. Kelompok negara itu pun kembali berubah menjadi G7 sampai sekarang. 

Pada KTT 2019, Presiden AS saat itu Donald Trump sempat menyerukan agar Rusia kembali digandeng ke dalam kelompok itu. Namun ide Trump ini tidak didukung negara barat lainnya. 

5. Perbedaan G7, G8, dan G20

G7 dan G8 sebenarnya satu akar. Rusia bergabung pada 1998, setelah sebelumnya Uni Soviet pecah. Pembentukan G7, yang kemudian menjadi G8, sebenarnya dilatari oleh kepentingan politik akibat krisis minyak pada 1973. Sampai hari ini, G7 (selepas penangguhan Rusia), masih aktif menggelar KTT untuk membahas isu terkini.

Sedangkan pembentukan G20, utamanya, dilatari tudingan bahwa G8 eksklusif dan respons terhadap krisis ekonomi 1998-1999. Itu pun, G20 awalnya hanya digelar selevel menteri keuangan saja. 

Kini G20 beranggotakan 19 negara plus Uni Eropa dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. G20 menjelma menjadi forum ekonomi utama dunia yang memiliki posisi strategis karena secara kolektif mewakili sekitar 65% penduduk dunia, 79% perdagangan global, dan setidaknya 85% perekonomian dunia.