Mengenal NAB per UP Dalam Investasi Reksa Dana

Date:

[Waktu baca: 3 menit]

Kalau kamu baru saja berinvestasi reksa dana maka akan menemukan berbagai istilah "asing", salah satunya Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan atau yang biasa disingkat NAB per UP. NAB per UP itu biasa ditampilkan di aplikasi jual beli reksa dana, laporan bulanan atau situs manajer investasi. Apa sih arti dari NAB per UP itu?

Arti dari NAB per UP itu berbeda dari arti NAB dan UP. Secara sederhana, NAB adalah jumlah dana masyarakat yang dikelola dalam suatu reksa dana. Misalnya, NAB suatu reksa dana sebesar Rp100 miliar. Nah, dana milik berbagai investor yang bisa saja tidak saling mengenal di suatu produk reksa dana itu berarti mencapai Rp100 miliar.

NAB berasal dari istilah Net Asset Value (NAV) yang biasa digunakan dalam produk berbahasa Inggris. Sejumlah perusahaan manajer investasi (pihak yang mengelola reksa dana) menggunakan istilah Asset Under Management (AUM) untuk menggantikan istilah NAB. 

Sementara itu, UP adalah satuan jumlah kepemilikan reksa dana. Saat membeli reksa dana, kita akan mendapatkan UP dari manajer investasi, begitupula ketika menjualnya. Contohnya, saat membeli reksa dana, kita akan mendapatkan unit penyertaan dengan jumlah tertentu, misalnya 10.000 UP.

Baca juga: Berburu Berkah Reksa Dana Syariah

Nah, NAB per UP adalah harga reksa dana yang ditunjukkan dengan satuan mata uang (Rupiah). Misalnya, NAB per UP suatu reksa dana sebesar Rp1.500. Sederhananya, harga reksa dana per unit itu sebesar Rp1.500. Apabila membeli reksa dana senilai Rp15 juta, dengan NAB per UP Rp1.500 maka kita akan mendapatkan 10.000 UP.

Sebagaimana harga pada umumnya, harga reksa dana juga dapat berubah naik atau turun atau bisa pula tidak berubah sama sekali. Perubahan harga itu dipengaruhi oleh perubahan nilai pasar dari aset (saham, obligasi, deposito dan sebagainya) yang terkandung dalam reksa dana itu. Perubahan nilai pasar aset itu terjadi karena faktor permintaan dan penawaran yang disebabkan sejumlah faktor.

Saat harga reksa dana naik, kita sebagai investor biasanya akan senang karena tujuan investasi tercapai yaitu peningkatan nilai uang. Sebaliknya, saat harga reksa dana turun, kita barangkali kurang atau belum senang karena nilai uang turun.

Harga reksa dana itu sendiri bisa dilihat di berbagai media seperti aplikasi jual beli reksa dana di smartphone, website perusahaan, laporan bulanan (fund fact sheet) dan sebagainya.  Bagi investor reksa dana, informasi mengenai perkembangan NAB per UP ini cukup penting disimak untuk menilai secara sederhana apakah investasi yang dilakukan untung atau tidak.

Tags: