Mengenal Ekonomi dan Keuangan Syariah

Ni Putu Desinthya

Familiar dengan istilah di atas? Apa yang terlintas ketika mendengar “ekonomi dan keuangan syariah’’?

Sebelum membahas mengenai keuangan syariah, kita harus melihat terlebih dahulu dimana ekosistem keuangan syariah ini berada yaitu ekosistem ekonomi syariah. 

Ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan pada prinsip Islam atau yang dikenal juga dengan prinsip syariah. Landasan utama dalam ekonomi syariah adalah Al Qur’an dan Hadist. Ekonomi syariah tidak hanya mencakup sektor keuangan, tetapi juga mencakup sektor riil yang merupakan elemen penting dalam sistem perekonomian. 

Sinergi antara sektor riil dan dan sektor keuangan secara menyeluruh dan berkelanjutan sangat diperlukan dalam menjalakan sistem ekonomi syariah. Dalam perkembangannya, praktik kegiatan ekonomi syariah selalu berevolusi dari masa-masa sesuai kondisi dengan kondisi yang terjadi di masyarakat.

Sebagai bagian dari ekosistem ekonomi syariah yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam, keuangan syariah memiliki value yang menjadi karakteristik dalam pelaksanaan aktivitas yang dilakukan di dalamnya. Yang menjadi salah satu dasar adalah konsep harta dalam Islam dimana harta merupakan titipan yang akan diminta pertanggungjawabannya tidak hanya untuk apa harta itu digunakan tetapi juga bagaimana harta tersebut diperoleh. 

Sehingga dengan prinsip ini segala transaksi yang dilakukan dalam keuangan syariah harus dilakukan untuk hal yang diperbolehkan secara syariah dan harus dilakukan dengan cara yang baik yang meberikan keadilan bagi para pelakunya. 

Selain itu, keuangan syariah juga memiliki prinsip kebermanfaatan (maslahah) dan keberlangsungan (sustainability) yang menekankan pada harta yang mengalir sehingga dalam implementasi keuangan syariah juga mengenal adanya Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf) yang berfungsi untuk mendistribusikan harta sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial yang ada di masyarakat. 

Dengan total aset sebesar US$2,5 triliun pada 2018, berdasarkan Dinar Standard Report, industri keuangan syariah global diprediksi akan mengalami peningkatan menjadi sebesar US$3,5 triliun pada 2024. 

Prediksi tersebut bukan hanya mencerminkan penetrasi untuk masyarakat Muslim, tetapi termasuk juga masyarakat lain yang mengusung value yang sejalan. Bagi umat muslim, syariah dipandang sebagai way of life. 

Perkembangan ekosistem ekonomi syariah secara global memberikan assurance bagi Muslim untuk dapat menjalankan seluruh aspek kehidupan sesuai dengan value yang dipercayainya. Di sisi lain, masyarakat luas pun mengapresiasi prinsip-prinsip etis yang diusung oleh syariah, dimana prinsip-prinsip ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). 

Menurut Islamic Banking Index 2019, peneterasi bank syariah untuk masyarakat non-muslim meningkat menjadi sebesar 45% pada 2019. Selain itu, para pemain global sudah melakukan penetrasi untuk pasar muslim dunia.  Dengan prediksi spending sebesar US$3,2 triliun pada 2024, industri halal memiliki potensi yang sangat besar.

Di sektor makanan halal, Brazil dan Australia merupakan 5 besar produsen secara global dan yang tebesar untuk ekspor makanan halal ke negara-negara OIC.  Belum lagi di sektor pariwisata halal, negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan sangat gencar mempromosikan sektor ini. 

Yang tak kalah menarik, berdasarkan Islamic Finance Development Report 2018, Inggris menempati posisi pertama dalam kategori Top Countries in Islamic Finance Education dan di tahun yang sama Inggris dan Amerika Serikat menempati 5 besar dalam kategori Top Countries in Islamic Finance Research.

Bagaimana dengan Indonesia?

Dalam perkembangannya di Indonesia, pada tahun 2015 pemerintah telah meluncurkan Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia.  Selanjutnya, pada tahun 2019 Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 diluncurkan yang berfokus pada 4 pilar yaitu penguatan halal value chain, penguatan keuangan Syariah, penguatan UMKM dan penguatan ekonomi digital. 

Dimana hasilnya peringkat Indonesia meningkat drastis dalam Global Islamic Economy Report 2020/2019 menjadi peringkat 5. Ditambah lagi, Indonesia berhasil meraih peringkat pertama dalam Global Islamic Finance Report 2019. 

Dengan konsumsi di tahun 2018 sebanyak US$173 juta untuk makanan halal Indonesia, US$11 juta untuk Muslim friendly travel serta US$21 juta untuk modest fashion, Indonesia merupakan pangsa pasar yang sangat besar.  Hal ini menjadi peluang yang dapat dioptimalkan agar Indonesia juga bisa menjadi top produsen untuk industri halal global.

Dunia global telah menangkap peluang, pemerintah Indonesia juga sudah ambil bagian, bagaimana dengan kamu?

 

Ingin mengenal lebih dalam mengenai prinsip keuangan syariah? Apa saja yang diperbolehkan dalam investasi berbasis syariah? Yuk, ikut ke webinar Savvy Series Big Alpha untuk mengawali langkah berinvestasi syariah.

Personal Finance