Investasi

Mengejutkan, Pergerakan Saham WSBP Setelah Buyback 

[Waktu baca: 5 menit]

Salah satu aksi korporasi yang biasa dilakukan oleh perusahaan yang telah melantai di bursa efek adalah buyback atau pembelian kembali saham oleh manajemen.

Buyback tidak jarang dilakukan oleh emiten ketika harga sahamnya sedang turun drastis karena terkena sentimen negatif tertentu atau pasar saham dalam keadaan bearish.

Contohnya, sejumlah perusahaan melakukan buyback saat pasar saham sedang turun drastis akibat pandemi virus corona pada 2020. Saat pasar saham sedang turun, harga saham itu dianggap "murah" lalu manajemen membelinya. Saham yang dibeli kembali itu disebut sebagai treasury stocks.

Setelah aksi buyback dilakukan, pelaku pasar saham dan juga manajemen berharap bahwa harga saham dapat kembali meningkat dalam jangka pendek atau jangka panjang. Harapan itu "terkabul" di sejumlah kasus, namun sebagian lagi tidak.

Salah satu emiten yang pernah melakukan buyback adalah perusahaan beton PT Waskita Beton Precast Tbk. Perusahaan ini melakukan buyback 1,8 miliar lembar saham dalam periode 27 Juli 2017-29 Desember 2017. Mengapa perusahaan ini melakukan buyback? Bagaimana harga WSBP setelah buyback?

Alasan Buyback

Anak usaha perusahaan konstruksi milik negara PT Waskita Karya (Persero) Tbk. ini melakukan buyback dengan pertimbangan kondisi pasar dan penurunan harga saham di BEI sepanjang 2017 khususnya di sektor konstruksi.

Alasan itu disampaikan oleh manajemen Waskita Beton dalam Laporan Tahunan 2018. Masih menurut laporan yang sama, harga saham WSBP pada penutupan perdagangan tanggal 28 Oktober 2016 sebesar Rp630 jika dibandingkan dengan harga saham pada tanggal 16 Juni 2017 sebesar Rp482. Dengan kata lain, telah terjadi penurunan sebesar 23,5%.

"Manajemen menyakini potensi pertumbuhan WSBP di kemudian hari, yang mendasari kebijakan aksi korporasi buyback tersebut," tulis Laporan Tahunan Waskita Beton Tahun 2018 tersebut.

Alasan seperti itu juga mendasari sejumlah perusahaan lain ketika melakukan buyback. Namun, potensi pertumbuhan harga saham itu ternyata belum tentu selalu tercapai.

Terus Turun

Sebagai pengingat, harga WSBP pada 26 Juli 2017 atau satu hari sebelum periode buyback itu dimulai adalah sebesar Rp472 per lembar. Setelah itu, harga WSBP terus turun. Harga WSBP setelah buyback sebesar Rp408 per lembar pada 29 Desember 2020.

Sampai artikel ini diunggah pada 13 Oktober 2020, harapan atas peningkatan harga WSBP itu belum tercapai dimana harga WSBP tersebut bergerak di level Rp170an. Dengan kata lain, harga WSBP kini berada di bawah harga ketika Waskita Beton melakukan buyback pada 27 Juli-29 Desember 2017.

Sumber: Google Finance

Sebelum pasar saham mengalami koreksi besar-besaran karena pandemi virus corona, harga WSBP pun tidak mengalami peningkatan signifikan, setidaknya kembali ke harga IPO.

Sebagai pengingat, penawaran perdana saham (IPO) Waskita Beton adalah salah satu IPO fenomenal karena mampu mengantongi dana segar hingga Rp5,16 triliun atau menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah IPO di BEI. Pada saat IPO, harga WSBP dibanderol Rp490.

Sejak awal tahun hingga awal Oktober 2020, harga saham WSBP telah terkoreksi lebih dari 40%. Secara operasional, Waskita Beton mengalami kerugian pada kuartal II/2020 setelah membukukan keuntungan pada kuartal I/2020.

Pengalaman WSBP ini menunjukkan bahwa harga saham setelah buyback belum tentu dapat melesat dalam kurun hampir tiga tahun setelah buyback, kendati tidak menutup kemungkinan terjadi turnaround story di masa depan.

Others You Might Like

Leave a Comment

You need to login before leave a comment.

Login