Menelusuri Investasi Bodong yang Mengaku Anak Bank Mandiri

Yodie Hardiyan

[Waktu baca: 6 menit]

Sebuah pesan singkat masuk dari nomor tak dikenal. Pesan itu mengajak penerima pesan untuk "join investasi online".  Pesan-pesan seperti ini sering masuk ke ponsel kita. Entah bagaimana cara mereka mendapatkan nomor ini.

Pengirim pesan itu menulis: 

Tampaknya, pengirim pesan tersebut ingin menyatakan bahwa dengan berinvestasi sebesar Rp1 juta maka investor bisa mendapatkan uang Rp15 juta.  Dengan kata lain, investasi itu menghasilkan keuntungan 1.400%. Semakin besar investasi "dijanjinkan" semakin besar keuntungan yang diperoleh. Benarkah? Siapa sebenarnya pengirim pesan ini? Apakah mereka legal atau ilegal?

Penelusuran

Berbekal pesan singkat tersebut, kami berkunjung ke www.recoverysukses.com. Sampai Selasa, 22 September 2020, website itu masih bisa diakses atau tidak diblokir oleh pihak berwenang. 

Website itu mencantumkan sejumlah informasi, mulai dari nomor WhatsApp yang bisa dihubungi, foto tiga orang laki-laki berbaju putih sampai "sertifikat" yang sulit dibaca. Sisi kanan dan kiri website itu mencantumkan aneka gambar, mulai dari kata-kata "Data Pribadi Dijamin Aman", "Investasi Aman dan Sah" hingga gambar dengan logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Website yang menyebut dirinya sebagai "Recovery Dana Sukses Online Terpercaya" itu menjelaskan bahwa uang yang diinvestasikan akan diputar di poker online. "dijamin 99% pasti WINZ 1% LOSE. Jikalau wins maka member yg titip dana menerima hasil total 28.000.000 dan jikalau lose/kalah member hanya dibalikin modal join awal 2 jt," tulis website itu.

Sumber: tangkapan layar situs www.recoverysukses.com

Website itu menyatakan, "modal kami Kelola di Situs Judi Online. Investor cuma duduk manis. Pencairan Profit  Setelah Masa Kontrak 6 JAM akan di transfer Langsung ke Rekening Investor. Makin banyak yang anda investasikan makin besar Profit yang anda terima."

Dengan kata lain, Recovery Dana Sukses menawarkan judi sebagai cara untuk memutar uang. Investor hanya diminta "duduk manis". Tentu saja, selain duduk manis, website itu meminta kita untuk mengeluarkan lebih banyak uang dengan harapan "makin besar profit".

Siapa pengelola website itu? Di website itu tertulis sebuah perusahaan bernama "PT Mandiri Manajemen Investasi atau yang lebih dikenal sebagai Investasi Dana Poker Online". Mereka mengklaim sebagai perusahaan yang memisahkan diri (spin off) dari PT Mandiri Sekuritas.

Investasi dana poker online itu mengaku sebagai "bagian dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk", salah satu bank terbesar di Indonesia. Mereka mengklaim sebagai manajer investasi nasional terbesar yang berpengalaman di bidang pengelolaan portofolio investasi sejak 1993 dengan Nomor Izin Usaha MI: No. Kep-11/PM/MI/2004.

Sumber: tangkapan layar situs www.recoverysukses.com

Benarkah usaha ini merupakan anak usaha Bank Mandiri? Kami mencoba menelusuri satu per satu informasi yang tertera di website tersebut.

1. Bukan Anak Bank Mandiri

Mandiri Manajemen Investasi sebagai anak usaha Bank Mandiri tidak dikenal sebagai Investasi Dana Poker Online. Di website Mandiri Manajemen Investasi di https://mandiri-investasi.co.id/id/, tidak ada sedikitpun penjelasan soal "investasi dana poker online".

Mandiri Manajemen Investasi mengelola investasi seperti reksa dana, investasi alternatif seperti Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA), Kontrak Investasi Kolektif Dana Infrastruktur (KIK-DINFRA), serta Reksa Dana Penyertaan Terbatas.

Selain itu, Mandiri Investasi menawarkan jasa Pengelolaan Dana Nasabah Secara Individual (PDNI) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor, berdasarkan tujuan investasi dan profil risikonya

Kami juga memeriksa laporan tahunan Bank Mandiri 2019 setebal 300 halaman. Dari 300 halaman itu, tidak ada satupun halaman yang menjelaskan soal kegiatan usaha entitas anak, entitas cucu atau entitas asosiasi yang berkaitan dengan "investasi dana poker online". Dengan kata lain, Recovery Dana Sukses berbohong dengan cara mencatut nama Bank Mandiri.

2. Care Center Palsu

Website ini menyatakan bahwa care center (nomor yang bisa dihubungi) dari Mandiri Investasi adalah 085219490123. Berdasarkan pengecekan kami di website Mandiri Center, nomor care center Mandiri Investasi adalah  (021) 526-3505, bukan nomor ponsel.

Institusi jasa keuangan yang dapat dipercaya biasanya tidak menggunakan nomor telepon selular sebagai care center. Dengan kata lain, care center Recovery Dana Sukses ini bukan nomor telepon Mandiri Investasi.

3. Tidak Berizin OJK

Recovery Dana Sukses tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Padahal, setiap lembaga jasa keuangan di Indonesia harus memiliki izin dari otoritas ini. Tanpa izin OJK, instansi atau lembaga tersebut berarti dinyatakan ilegal.

Di website "Recovery Dana Sukses" itu tidak ada penjelasan apapun mengenai izin dari OJK. Website itu hanya melampirkan sertifikat hitam putih yang sulit dibaca untuk "Recovery Dana Sukses" yang diberikan oleh "PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)". 

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan oleh OJK pada Desember 2019, "Recovery Dana Sukses" adalah salah satu entitas yang dihentikan Satgas Waspada Investasi November 2019. "Recovery Dana Sukses" disebut sebagai "money game".

Sumber: tangkapan layar dari siaran pers OJK mengenai investasi ilegal.

Pada April 2020, OJK kembali menyebut Recovery Dana Sukses sebagai investasi ilegal dimana usaha ini menggunakan sejumlah alamat situs yang berbeda-beda seperti https://danainvestasisuksess.blogspot.com/, https://recoverysuksesonlinejoin.blogspot.com/, https://recoverysukses77.simdif.com, https:// www.titipdanasukses.co.id/).

Waspada Investasi Bodong

Dalam pengertian umum, investasi bodong adalah kegiatan pengelolaan aset (terutama berupa uang) yang menjanjikan tingkat keuntungan sangat tinggi namun tidak terealisasi atau tidak mungkin terealisasi.

Dalam berbagai praktik investasi bodong, pengelola menawarkan produk investasi dengan janji keuntungan yang sangat tinggi. “Investor” atau korban diminta untuk menyerahkan uang untuk dikelola oleh pengelola investasi itu

Setelah korban (biasanya terdiri dari banyak orang) menyerahkan sejumlah uang, pengelola melarikan diri membawa kabur uang tersebut. Kasus seperti ini pernah terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagian orang tertarik untuk berinvestasi di investasi bodong itu karena tergiur dengan janji keuntungan yang tinggi. Didorong hasrat ingin cepat kaya, mereka mempercayakan uang kepada pengelola tersebut. 

Modus penawaran investasi perusahaan ini sangat merugikan karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar.

Selain itu, banyak juga kegiatan yang menduplikasi laman entitas yang memiliki izin sehingga seolah-olah laman tersebut resmi milik entitas yang memiliki izin. Duplikasi inilah yang kemudian dilakukan oleh Recovery Dana Sukses. 

 

Investasi