Line Webtoon: Sejarah, Konten, dan Fakta yang Perlu Diketahui

Dika Aksara

 

Agustus 2021 lalu, sebuah berita baik disambut meriah oleh para penggemar komik di seluruh dunia. Serial komik superhero seperti Batman, Superman, dan Wonderwoman dari DC Comics segera hadir di Webtoon, sebuah platform webcomic yang dihadirkan oleh perusahaan asal Korea Selatan, Naver. 

Jumlah pengguna Webtoon yang terus melejit tampaknya membuat DC Comics tertarik untuk menyepakati kerja sama. Per Agustus 2021, Webtoon memiliki sekitar 166 juta pengguna aktif bulanan. Selain itu Webtoon memiliki 6 juta pembuat konten. Angka yang tidak sedikit. 

Lantas seperti apa perjalanan platform webcomic yang menjadi pesaing manga dari Jepang ini? Big Alpha merangkumnya untuk kamu. 

1. Didirikan oleh penggemar manga Jepang

Webtoon didirikan oleh Kim Jun-koo pada 2004 silam di Korea Selatan. Jun-koo adalah seorang pembaca manga dari Jepang sejak kecil. Pendirian webtoon terinspirasi dari redupnya industri manhwa (komik dalam bahasa Korea) pada era 2000-an. 

Kim Jun-koo lantas mencari cara agar komik-komik terbitan penulis Korea Selatan bisa tetap dinikmati pembaca secara luas. 

2. Diluncurkan secara global pada 2014

Setelah beroperasi secara terbatas, Webtoon akhirnya dirilis melalui aplikasi Line secara global pada 2014. Seluruh seniman dan penulis bisa mengunggah karya mereka di Webtoon. Webtoon kemudian terus berkembang dengan meluncurkan konten berbahasa Thailand pada 2014 dan Bahasa Indonesia pada 2015. 

Kemudian pada 2019, Line Webtoon bertransformasi menjadi Webtoon secara mandiri. Pada awal 2021, Webtoon mengakuisisi situs cerita populer, Wattpad. Dengan akuisisi ini, maka Webtoon punya pasar yang jauh lebih luas untuk menjangkau pembaca setiap komik dan cerita bersambung. 

3. Pundi-pundi keuntungan Webtoon

Dengan jumlah pengguna aktif mencapai 166 juta akun per bulan, maka Webtoon mendulang keuntungan yang tidak sedikit. Keuntungannya tentu berasal dari iklan, konten berbayar, penjualan IP, dan adaptasi film. Seperti kita tahu, tidak sedikit judul komik di Webtoon yang akhirnya diangkat ke film atau serial. 

4. Judul cerita di Webtoon yang diangkat menjadi serial layar kaca

Jika kamu tidak akrab dengan Webtoon tetapi gemar mengikuti serial di Netflix, barangkali judul-judul berikut ini bisa memberi gambaran betapa populernya Webtoon. 

- Sweet Home, dirilis di Netflix (2020)

- Nevertheless, dirilis di Netflix (2021)

- Terlalu Tampan (Indonesia), dirilis di Netflix (2019)

- Eggnoid (Indonesia), dirilis di Netflix (2019)

- My ID is Gangnam Beauty, dirilis di JTBC (2018)

- My Roommate is a Gumiho, dirilis di TvN (2021)

- Si Juki: Lika-Liku Anak Kos (Indonesia), dirilis di Disney+ Hotstar

5. Melanjutkan kejayaan manga

Pernyataan di atas memang bisa diperdebatkan. Namun, dengan transformasi digital yang pesat saat ini maka bukan tidak mungkin Webtoon bisa meneruskan kejayaan manga dari Jepang. 

Apalagi fakta saat ini menunjukkan bahwa industri komik cetak sudah semakin tergerus. Pembaca di seluruh dunia mulai bergeser ke layanan komik online, seperti Webtoon. 

Fakta lain yang perlu disadari juga, tidak semua manga diterbitkan secara online. Hal ini membuat pembaca Webtoon lebih fleksibel dalam menunggu serial favoritnya. 

Kendati begitu, ada satu kekurangan Webtoon. Jika manga laris manis diadaptasi menjadi anime, Webtoon tidak. Padahal anime masih punya basis pasarnya sendiri saat ini. 

 

Bisnis