Sejarah Bank Tabungan Negara, Pionir KPR di Indonesia

Dika Aksara

[Waktu baca: 5 menit]

Kalau mendengar nama Bank Tabungan Negara (BTN), barangkali yang terbayang di pikiran kamu adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Tidak salah! BTN memang menjadi bank pelopor layanan pembiayaan kredit rumah di Tanah Air. 

Bank Tabungan Negara adalah perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang perbankan. Pada tahun 1974, BTN ditunjuk pemerintah untuk menjadi wadah pembiayaan perumahan rakyat. Mulai 1976, BTN mulai melayani KPR untuk masyarakat umum. 

Lantas seperti apa sejarah Bank Tabungan Negara secara lengkap? Big Alpha menuliskannya untuk kamu. 

1. Berawal dari Era Kolonial

Seperti banyak BUMN pada umumnya, sejarah BTN berawal dari masa kolonial Belanda. Cikal bakal BTN adalah Postpaarbank yang didirikan pemerintah Hindia Belanda pada 1897 di Batavia. Pendirian bank ini bertujuan untuk memopulerkan budaya menabung di kalangan masyarakat. 

Bisnis Postpaarbank terus berkembang. Hingga tahun 1939, bank milik pemerintah kolonial ini telah memiliki empat cabang, di Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar. 

Pada 1940, kegiatan perbankan sempat terganggu akibat penyerbuan Jerman ke negeri Belanda. Akibatnya, nasabah ramai-ramai menarik simpanannya dan terjadilah rush money. Namun kondisi ini berhasil diatasi pada 1941. Pada era penjajahan Jepang, Postpaarbank dibubarkan dan diganti menjadi Tyokin Kyoku.

2. Kantor Tabungan Pos Didirikan

Setelah Indonesia merdeka, Tyokin Kyoku lantas diambil alih pemerintah dan berganti nama menjadi Kantor Tabungan Pos RI. Kantor Tabungan Pos RI pun mendapat tugas perdana yakni menukarkan seluruh uang Jepang dengan Oeang RI (ORI) saat itu. 

Kegiatan Kantor Tabungan Pos RI ini hanya berlangsung singkat karena pada 1946 terjadi agresi militer Belanda.  Lantas pada 1950, pemerintah mengubah Kantor Tabungan Pos RI menjadi Bank Tabungan Pos RI.

UU Darurat pada 1950 menuangkan keputusan pemerintah RI untuk mengubah Postpaarbank in Indonesia menjadi Bank Tabungan Pos. Tanggal penerbitan UU ini, 9 Februari 1950 dijadikan hari berdirinya Bank Tabungan Negara sampai saat ini. 

3. Lahirnya Bank Tabungan Negara

Pada 1963, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU nomor 4 tahun 1963. Beleid ini mengubah lagi nama Bank Tabungan Pos menjadiBTN seperti namanya saat ini.  Penamaan BTN juga dikuatkan melalui UU nomor 2 tahun 1964.

4. Mulai Melayani KPR

Mulai tahun 1974 BTN mulai melayani pembiayaan kredit rumah bagi masyarakat umum. Penugasan ini diberikan langsung oleh pemerintah melalui Surat Menteri Keuangan nomor B-49/MK/I/1974. BTN berperan sebagai wadah pembiayaan proyek perumahan. 

Realisasi penyaluran kredit perumahan ini pertama kali terjadi pada 10 Desember 1976. Tanggal inilah yang akhirnya dijadikan BTN sebagai 'Hari KPR'.  Sejak saat itu, BTN bertransformasi menjadi satu-satunya bank yang fokus layanannya adalah kredit perumahan melalui KPR BTN. 

Di sejumlah daerah banyak bermunculan perumahan yang disebut sebagai "Perumahan BTN" karena pembiayaan rumah itu dilakukan oleh BTN. Sampai saat ini, BTN konsisten menjalankan bisnis sebagai bank dengan bisnis utama berupa pembiayaan KPR.

5. IPO Pada 2009

Tahun 2009, BTN menawarkan saham perdananya (IPO) dengan kode emiten BBTN. Harga saham pada saat IPO sebesar Rp 800 per lembar. Setelah 12 tahun IPO, harga saham BBTN terus meningkat. Pada awal Juni 2021, harga BBTN telah mencapai level Rp1.500an. Kapitalisasi pasar BBTN sendiri mencapai lebih dari Rp16 triliun.

Di antara bank BUMN lainnya (Bank Mandiri, BRI dan BNI), BTN adalah bank dengan ukuran aset paling kecil. Kendati demikian, bukan berarti saham BBTN tidak menarik untuk dikoleksi. Kami mengulas lebih dalam mengenai potensi saham BBTN dalam artikel berikut ini: Mengukur Daya Tarik Saham BBTN.

 

Tags:

Bisnis