Harga Emas Tembus Rp1 Juta/Gram, Ini 3 Penyebabnya

[Waktu baca: 3 menit]

Peningkatan harga emas di Indonesia terus berlanjut dimana harganya mencapai Rp1 juta per gram pada Selasa (28 Juli 2020) atau telah meningkat sekitar 30% dibandingkan dengan harga pada akhir 2019.

Berdasarkan data di situs LogamMulia.com, harga emas mencapai Rp1.022.000 per gram atau meningkat Rp25.000 dibandingkan dengan Rp997.000 pada Senin (27 Juli 2020).

Di pasar spot internasional, harga emas mencapai US$1.942 per ons pada Senin (27 Juli 2020). Peningkatan harga emas bukannya tanpa sebab. Harga instrumen yang sering disebut safe haven tersebut mengalami reli karena sejumlah faktor yaitu:

1. Ketegangan Geopolitik AS-China

Hubungan antara dua negara adidaya dunia, Amerika Serikat dan China, kembali memanas setelah pemerintah AS menangkap peneliti China yang dianggap sebagai mata-mata dan bagian dari militer China.

Penangkapan ini terjadi setelah pemerintah AS meminta pemerintah China menutup konsulat di Houston, Texas karena tempat tersebut dengan alasan "melindungi kekayaan intelektual dan informasi warga Amerika Serikat." Setelah penutupan itu, pemerintah China juga menutup konsulat AS di Chengdu. 

Tensi antara kedua negara tersebut dikhawatirkan dapat memperburuk perekonomian global. Dalam kondisi ekonomi yang buruk tersebut, emas dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif lebih aman dibandingkan dengan instrumen lainnya.

2. Virus Corona Kian Masif

Selain masalah geopolitik, penyebaran virus corona di seluruh dunia masih menjadi sentimen negatif terutama terus bertambahnya kasus positif di AS dan negara-negara di Eropa dan Asia.

Penyebaran virus corona tersebut memukul perekonomian seiring masyarakat yang lebih banyak yang beraktivitas di dalam rumah sebagai bagian dari upaya mengantisipasi virus mematikan tersebut.

Sejumlah negara terpaksa membuat kebijakan yang berdampak negatif terhadap perekonomian demi menekan upaya penyebaran virus corona. Salah satu yang terbaru, pemerintah Hong Kong melarang pertemuan sosial yang melibatkan lebih dari dua orang.

Berdasarkan data Worldmeters, kasus positif corona mencapai lebih dari 16 juta pada saat ini dengan kematian mencapai lebih dari 650.000 orang. Di Indonesia, kasus positif mencapai 100.000 orang pada Senin (27 Juli 2020).

3. Stimulus Eropa

Di samping itu, sentimen lain yang dianggap berpengaruh terhadap harga emas beberapa hari lalu adalah kesepakatan Komisi Eropa mengenai stimulus sebesar 750 miliar euro. Sejumlah negara akan menerbitkan obligasi secara kolektif dimana dananya akan didistribusikan kepada negara-negara terdampak pandemi virus corona.

Dengan adanya stimulus tersebut, suku bunga diperkirakan tetap rendah. Oleh karena itu, aset seperti emas diperkirakan kian diincar oleh investor untuk menempatkan dananya.

 

 

Related Posts

Pak Jokowi, BUMN IPO Lagi Dong...
Harga Minyak Amblas, Saham-saham ini Terseret

Leave a Comment

You need to sign in before leave a comment. Fields marked with an * are required.

Sign in

Subscribe To Big Alpha

Subscribe now and get exclusive news, advisory and more.