Biografi Jack Ma, dari Guru Bahasa Inggris Jadi Bos Perusahaan Raksasa Alibaba

Dika Aksara

[Waktu baca: 5 menit]

Bicara soal daftar orang terkaya dunia, nama Jack Ma menjadi langganan masuk di dalamnya. Kekayaannya menyentuh US$46,1 miliar pada Juni 2021, setara dengan Rp667,6 triliun (kurs Rp14.500). Dengan angka kekayaan sebesar itu, Jack Ma duduk di urutan ke 26 orang terkaya dunia versi Forbes, sekaligus jadi orang terkaya nomor wahid di China pada 2020.

Sosok pria 56 tahun ini punya jalan hidup yang luar biasa menarik. Sepanjang hidupnya, pendiri e-commerce Alibaba ini terlalu sering mendapat penolakan. Entah soal pekerjaan atau pendidikan. 

Tapi dirinya yang gigih mampu membuktikan bahwa hasil memang tidak akan mengkhianati usaha. Sebanyak apapun kegagalan yang dihadapi, Jack Ma selalu bangkit dan terus berusaha meraih mimpinya. 

Dalam karirnya, mantan guru Bahasa Inggris ini bertransformasi dari "orang biasa" menjadi tokoh publik yang luar biasa. Alibaba, perusahaan raksasa yang dirintisnya, berhasil mencatatkan penawaran perdana saham (IPO) dengan nilai paling fantastis sepanjang sejarah, US$25 miliar pada 2014 lalu. 

Saking besar kuasa seorang Jack Ma dan gurita bisnisnya sempat membuat pemerintah China gerah. Pemerintah China melancarkan investigasi terhadap perusahaan di bawah otoritas Jack Ma. Hubungan yang pelik ini disebabkan kritikan Jack Ma yang menyebutkan regulasi finansial pemerintah China justru menghambat inovasi perusahaan global seperti miliknya. 

Lantas seperti apa sih biografi lengkap seorang Jack Ma? Apa saja pelajaran hidup yang bisa diambil dari sosok orang terkaya di China ini? Big Alpha merangkumnya untuk kamu. 

1. Berasal dari Keluarga Biasa

Sosok Jack Ma yang kini punya kekayaan begitu besar ternyata lahir dari keluarga yang biasa saja. Ma Yun, nama aslinya, lahir di Kota Hangzhou, China pada 10 September 1964. Keluarganya bahkan disebut mengalami kesulitan finansial saat Jack Ma lahir. Kehidupan sehari-hari keluarganya hanya ditopang dengan tunjangan pensiun sang ayah. 

Kejeniusan Jack Ma dalam berbisnis juga belum 'terlihat' saat dirinya masih kecil. Sejumlah media arus utama yang menulis profil Jack Ma menuliskan bahwa Jack Ma cukup kesulitan untuk urusan akademis. Ia pernah gagal dua kali saat tes di tingkat SD dan gagal tiga kali saat tes kenaikan sekolah menengah. 

Ternyata, Jack Ma memang tak pandai dalam hal hitung-berhitung alias matematika. Meski lemah di Matematika, sejak umur 12 tahun Jack Ma gemar belajar Bahasa Inggris. Semangatnya dalam menekuni Bahasa Inggris ini bahkan membuat Jack Ma rela mengayuh sepedanya sejauh 27 kilometer ke pusat kota untuk bertemu turis asing. 

Dengan bertemu turis asing, Jack Ma bisa menawarkan jasa sebagai pemandu atau guide wisata. Kemampuan Bahasa Inggris Jack Ma pun terasah seiring semakin sering dirinya memandu turis asing. 

Dari pertemanannya dengan para turis asing inilah, Ma akhirnya mendapat julukan 'Jack' di depan nama aslinya. Akhirnya, julukan Jack Ma melekat pada sosok Ma Yun. 

2. Sering Gagal, Selalu Bangkit

Sosok Jack Ma barangkali tepat kita jadikan teladan hidup dalam menghadapi kegagalan. Entah berapa kali Ma menemui penolakan, kegagalan, atau ketidaksuksesan. 

Berawal dari ketekunannya dalam mempelajari Bahasa Inggris, Jack Ma memilih untuk melanjutkan pendidikan tinggi jurusan Bahasa Inggris. Ia pun mendaftar masuk di Hangzhour Teachers College. Hasilnya? Jack Ma gagal sebanyak dua kali. Pada percobaan ketiga, barulah Jack Ma berhasil diterima sebagai mahasiswa. 

Jack Ma tercatat lulus dari Hangzhou Teachers College pada 1988. Ambisi seorang Jack Ma ternyata tak main-main. Jack Ma muda ngotot melanjutkan pendidikannya ke Harvard University, kampus paling bergengsi di dunia. Jack Ma tercatat mendaftar Harvard hingga 10 kali, dan sebanyak itu pula gagal. 

Apakah kegagalan bertubi-tubi ini membuat Jack Ma menyerah? Oh tentu tidak. 

Jack Ma melanjutkan hidup dengan melamar di berbagai tempat. Pekerjaan seperti polisi, pegawai KFC, sampai pelayan restoran mewah pun pernah dilamarnya. Total, Jack Ma menyebutkan, pernah melamar sampai 30 pekerjaan, tapi gagal semua. 

Dikutip dari Kompas, Jack Ma mengaku tetap sedih setiap kali mendapat penolakan. Ya namanya juga manusia biasa. Sedih saat gagal tentu sangat wajar. Tapi bagi Jack Ma, sedihnya tak perlu lama-lama. Menurutnya, setelah menemui kegagalan, dirinya mencoba tidur, bangun, dan kemudian berusaha lagi. 

3. Mulai Kenal Internet Saat ke AS

Gagal melamar berbagai pekerjaan, membuat Jack Ma akhirnya melakoni profesi sebagai guru Bahasa Inggris di sebuah kampus lokal di China. Pada 1995, Jack Ma mendapat kesempatan terbang ke Amerika Serikat. Kuliah? Bukan. 

Jack Ma diutus sebuah perusahaan China untuk membantu menagih utang seorang pebisnis AS. Ternyata, kunjungan Jack Ma ke AS ini membuka mata dan pikirannya untuk mulai menekuni dunia bisnis. 

Di AS, Jack Ma juga mulai mengenal internet. Ia kecewa karena tidak menemukan banyak hal dari kata kunci "China", negara asalnya. Ia pun bertekad membuat sebuah perusahaan yang operasionalnya berbasis internet pertama di China. 

Jack Ma mendirikan chinapages.com, sebuah perusahaan yang menawarkan jasa pembuatan situs untuk perusahaan lain di China. Sayang, umurnya tak panjang. Internet memang belum booming saat itu. 

4. Alibaba Didirikan

Internet mulai dikenal luas di akhir abad ke-20. Tahun 1999, perusahaan internet juga memeriahkan bursa saham di AS. Ia pun melihat ada celah untuk menjalankan bisnisnya yang berbasis internet. 

Jack Ma lantas memanggil 17 temannya ke apartemennya untuk mendirikan e-commerce alias platform jual-beli online yang bernama Alibaba. Seluruh orang itu dipaksa Jack Ma untuk menyumbang modal usaha. Terkumpul US$60.000 yang disebut Jack Ma sebagai 'putaran pendanaan pertama' bagi Alibaba. 

Nama Alibaba, diakui Jack Ma, terinspirasi dari kisah 'Alibaba dan Empat Puluh Pencuri' dalam versi cerita Seribu Satu Malam. Nama Alibaba juga dianggap mudah dieja orang kebanyakan. Alibaba, Jack Ma berharap, bisa jadi perantara bagi usaha kecil dan menengah di China untuk bisa mengakses pasar internasional. 

Akhirnya pada Februari 1999,  Alibababa.com resmi diluncurkan. Situs ini awalnya hanya melayani transaksi jual beli antar perusahaan (business to business). 

Setelah enam bulan beroperasi, Alibaba juga berhasil menarik hati Goldman Sachs dari AS dan Softbank dari Jepang untuk menaruh investasi US$25 juta. Berselang beberapa tahun, tepatnya pada 2005, Yahoo juga berinvestasi sampai US$1 miliar ke Alibaba. 

5. Bisnis Jack Ma Menggurita

Bisnis yang dijalankan Jack Ma terus berkembang. Seiring berjalannya waktu, Alibaba Group merambah lini usaha lain, seperti layanan komputasi awan (Alibaba Cloud), ekspedisi (AliExpress), pembayaran digital (Alipay di bawah Ant Group), hingga bisnis media lewat South China Morning Post. Alibaba juga berinvestasi di banyak entitas usaha di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kami mengulas fenomena itu dalam artikel berikut ini: Palagan Alibaba VS Tencent di Indonesia.

6. Alibaba Cetak Sejarah Saat IPO pada 2014

Alibaba akhirnya menawarkan sahamnya ke publik (IPO) pada 2014 lalu melalui bursa New York Stock Exchange (NYSE) di Amerika Serikat dengan kode BABA. IPO ini berhasil menarik dana jumbo senilai US$25 miliar. Nilai ini sekaligus jadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah bursa NYSE. 

7. Disorot Pemerintah China

Sukses besar yang diraih Jack Ma membuat otoritas Beijing tak begitu senang. Pemerintah China merasa perlu mengawasi dan memperketat regulasi terhadap Alibaba yang dianggap terlalu dominan terhadai ekonomi negara tersebut. Kritik Jack Ma terhadap pemerintah China juga membuat pemerintah tidak senang terhadap sosok Jack Ma tersebut.

Ant Group, anak usaha Alibaba, membuka wacana untuk merambah bisnis pembiayaan jangka pendek. Pemerintah China yang menentang dominasi Alibaba pun menentang kebijakan ini. Alipay, anak usaha Ant Group yang akan merambah lini bisnis ini, diminta tetap fokus pada layanan pembayaran online saja.  Bahkan Beijing pun membentuk tim investigasi untuk mengusut dugaan praktik monopoli yang dilakukan Alibaba Group. 

Saat kasus ini mengemuka, sosok Jack Ma menjadi jarang tampil di publik. 
 

Tags:

Bisnis