Aneka Peluang Usaha di Era "The New Normal"

[Waktu baca: 3 menit]

Dunia tidak lagi sama setelah adanya pandemi virus corona. Perilaku konsumen sedikit banyak berubah setelah kemunculan virus yang menewaskan lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia ini.

Perubahan itu terjadi dalam berbagai aspek. Mulai dari cara melindungi diri dari virus sampai tempat dimana orang akan lebih banyak menghabiskan waktunya.

Perubahan itu akan diikuti oleh sektor usaha yang akan menyesuaikan diri dengan kondisi terkini. Muncul peluang-peluang usaha baru yang kini menemukan pasarnya.

Peluang usaha ini dijalankan oleh banyak pelaku usaha bukan hanya sebagai produsen, tapi juga penjual. Media sosial dan marketplace memudahkan banyak orang untuk memasarkan dagangannya.

Berikut ini sejumlah peluang usaha yang sudah mulai dan dapat dilirik oleh para pelaku usaha sejak kemunculan pandemi hingga saat era kenormalan baru (the new normal).

1. Alat Pelindung Diri

Sejak kemunculan pandemi corona, salah satu ketakutan masyarakat adalah tertular virus tersebut. Oleh karena itu, masyarakat berusaha melindungi dirinya dengan berbagai alat.

Salah satu alat pelindung diri yang kini mulai dipasarkan adalah alat pelindung muka (faceshield). Produk itu dijual di marketplace dengan berbagai nama, mulai dari helm anti corona hingga helm anti droplet. Faceshield itu dijual dengan harga bervariasi, mulai dari ribuan hingga puluh ribuan Rupiah. Produk itu dijual untuk segala umur.

Selain faceshield, produk pelindung diri lain yang telah terlebih dulu populer adalah masker. Seiring kelangkaan masker medis pada awal penyebaran corona di Jawa, para pelaku usaha memproduksi masker kain.

Masker kain tidak hanya diproduksi oleh pabrik besar melainkan juga diproduksi oleh usaha kecil menengah (UKM). Produk ini banyak dipasarkan oleh para reseller di marketplace atau media sosial.

2. Minuman Kesehatan

Produk lain yang banyak dipasarkan setelah kemunculan virus corona adalah minuman kesehatan seperti jamu atau empon-empon. Popularitas minuman ini kian meningkat setelah Presiden Joko Widodo menyebut produk ini dalam sejumlah pidatonya.

Sebelum pandemi muncul, istilah empon-empon jarang disebut. Namun, kini produk itu dipasarkan oleh para pelaku usaha dalam bentuk serbuk, minuman atau bahan baku.

Produk ini dipasarkan dengan tagline "minuman anti-corona". Sejumlah penjual di marketplace telah memasarkan produk ini hingga laku ratusan hingga ribuan bungkus. Secara perlahan, masyarakat mulai memikirkan gaya hidup yang lebih sehat dan imun terhadap virus.

3. Makanan Siap Masak

Kemunculan pandemi mendorong masyarakat untuk menghabiskan lebih banyak waktunya di dalam rumah untuk mencegah penularan virus corona. Ditambah faktor penutupan atau pembatasan berbagai tempat makan, masyarakat kemudian memasak makanannya sendiri.

Dalam situasi itu, peningkatan permintaan berbagai makanan siap masak seperti makanan beku (frozen food) dialami oleh para pelaku usaha. Peningkatan itu bukan hanya dialami oleh supermarket, melainkan juga pemasar dalam skala mikro.

Kendati pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario normal baru, bukan tidak mungkin masyarakat akan lebih waspada dalam menghabiskan waktu di luar rumah. Makanan siap masak dapat menjadi ide usaha untuk memenuhi permintaan terhadap konsumen yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah.

 

 

 

Apabila Anda berencana untuk berinvestasi saham, Big Alpha telah menyusun sebuah e-book kuartalan yang berisi 15 saham pilihan. Klik di sini untuk melakukan pemesanan.

Leave a Comment

You need to sign in before leave a comment. Fields marked with an * are required.

Sign in

Subscribe To Big Alpha

Subscribe now and get exclusive news, advisory and more.