Suku Bunga dari Tahun ke Tahun

Dika Aksara

Barangkali bagi kamu yang saat ini sedang mencicil rumah lewat KPR, cukup concern dengan pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Gimana nggak, naik turunnya suku bunga ikut pengaruh ke bunga KPR yang perlu dibayar. Saat suku bunga acuan turun, perbankan secara perlahan ikut menurunkan suku bunga kredit. 

Tapi saat suku bunga naik, bank juga menaikkan suku bunga pinjaman KPR. Tapi ya kondisi di atas tidak selalu ideal terjadi. Saat Bank Indonesia menurunkan suku bunga, bank bisa butuh waktu beberapa bulan untuk ikut menurunkan suku bunga kreditnya.

Situasi di atas adalah salah satu peranan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) terhadap keuangan masyarakat secara umum. Selain berpengaruh ke bunga KPR, dinamika suku bunga Bank Indonesia juga berpengaruh ke suku bunga pinjaman pribadi dari bank, suku bunga simpanan atau tabungan di bank, hingga nilai tukar mata uang asing. 

Artikel Big Alpha ini akan membahas rinci mengenai pergerakan suku bunga Bank Indonesia dari tahun ke tahun. Tapi sebelum masuk ke data tersebut, ada baiknya kita merefresh pengetahuan tentang suku bunga acuan Bank Indonesia. 

 

1. Apa itu suku bunga acuan? 

Suku bunga acuan Bank Indonesia menunjukkan besaran bunga yang diberikan bank sentral, alias BI, jika bank umum menggadaikan surat berharga miliknya. Sebaliknya, suku bunga acuan juga dipakai sebagai imbal hasil saat BI menggadaikan surat berharganya kepada bank umum. 

Kenaikan suku bunga secara teori akan membuat bank lebih banyak menaruh dananya ke instrumen moneter, ketimbang menyalurkan kredit di sektor riil. Masyarakat pun lebih senang menyimpan dananya di bank saat suku bunga tinggi. 

Penjelasannya memang cukup kompleks. Tapi yang jelas, perubahan suku bunga acuan BI berimbas ke berbagai aspek perbankan karena biaya pendanaan sektor keuangan ikut berubah. Bank umum harus menyesuaikan suku bunga kredit hingga deposito. Termasuk bagi masyarakat yang mencicil rumahnya melalui KPR, bunga kreditnya ikut berubah. 

2. BI 7 Day Reverse Repo Rate

Per 19 Agustus 2016, Bank Indonesia memberlakukan 7 Day Reverse Repo Rate menggantikan BI rate. Instrumen suku bunga yang baru ini memiliki tenor gadai yang cukup cepat. Dengan BI Rate sebelumnya, bank umum yang membeli gadai surat berharga BI perlu waktu 1 tahun untuk menarik dananya. Sedangkan dengan BI 7DRRR hanya perlu tujuh hari untuk menarik dananya. 

3. Fungsi suku bunga acuan

Suku bunga acuan bank sentral memiliki berbagai fungsi. Beberapa di antaranya adalah mengontrol inflasi dan menjaga ekonomi stabil. Kok bisa mengontrol inflasi? Seperti dijelaskan di atas, kenaikan BI rate cenderung membuat bank lebih senang menaruh dana ke instrumen moneter ketimbang menyalurkan kredit ke masyarakat. Masyarakat pun, lebih suka menabung di bank dengan bunga tinggi. Artinya, peredaran uang pun berkurang. 

Nah, saat inflasi naik, maka BI cenderung menaikkan suku bunganya. Tujuannya ya mengontrol peredaran uang ini. Jika peredaran uang bisa ditekan dan inflasi terkontrol, maka BI bisa kembali menurunkan suku bunganya. 

4. Tren suku bunga acuan dari tahun ke tahun

Data berikut ini adalah data historis suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate sejak 2016 hingga 2021. Data historis sebelumnya tidak dimasukkan karena masih berupa BI rate

Ekonomi