Sejarah Indosat-Tri, Duo Raksasa Telekomunikasi yang Kini 'Kawin'

Dika Aksara

 

Dua raksasa telekomunikasi di Indonesia, PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) resmi mengumumkan penggabungan perusahaan. Namanya pun bertransformasi menjadi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk. 

Nilai transaksi dari penggabungan ini cukup fantastis, US$6 miliar atau setara Rp85,45 triliun. Seluruh proses penggabungan ditargetkan rampung akhir 2021 ini. 

Merger antara keduanya juga semakin menggembungkan pangsa pasar telekomunikasi di Tanah Air. Total pelanggan Indosat dan Tri sebanyak 104,3 juta pelanggan. 

Namun, jauh sebelum merger ini dilakukan, kedua perusahaan punya sejarah panjang yang cukup menarik diulas. Terutama kisah penjualan saham Indosat di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Seperti apa? Big Alpha merangkumnya untuk kamu. 

1. Sejarah Indosat

PT Indosat Tbk didirikan pada 1967 silam sebagai perusahaan penanaman modal asing. Fokus layanan saat itu adalah penyediaan sambungan telekomunikasi internasional di Indonesia. 

Sebagai gambaran, tahun ini memang Presiden Soeharto menerbitkan UU tentang Penanaman Modal Asing. Bersamaan dengan masuknya investasi asing di sektor telekomunikasi lewat Indosat, investasi tambang juga masuk lewat Freeport. 

Pada 1980, Indosat menjadi perusahaan publik yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia dan New York Stock Exchange. Pada 1995, Indosat mendirikan Telkomsel, perusahaan patungan bersama PT Telkom. 

Kemudian tahun 2001, Indosat masuk ke pasar seluler Indonesia melalui akuisisi mayoritas saham Satelindo dan pendirian PT Indosat Multimedia Mobile (IM3). 

Tahun 2002, pemerintah menjual saham Indosat di tengah perekonomian nasional yang tak stabil. Pemerintah Indonesia melakukan divestasi atas 517,5 juta saham, mewakili 50% dari saham Seri B saat itu, dalam 2 tahap. 

Pada Mei 2002, pemerintah menjual 8,1% saham yang beredar melalui tender global yang dipercepat. Pada Desember 2002, pemerintah melakukan divestasi 41,9% saham Seri B kepada mantan anak usaha perusahaan STT Communications Ltd (STT). 

Lanjut pada 2008, Ooredoo mengakuisisi kepemilikan STT di PT Indosat Tbk, yang memicu penawaran tender wajib. OOredoo adalah perusahaan terbuka yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Qatar dan entitas afiliasinya. 

Pada 2013, Indosat melakukan delisting atas ADS di Bursa Efek New York. Indosat hanya melantai di Bursa Efek Indonesia. 

Tahun 2015, Indosat Ooredoo resmi meluncurkan layanan komersial 4G-LTE yang pertama di Indonesia. 

2. Sejarah Tri

Tri pertama kali mengenalkan layanan dan produk telekomunikasi mereka pada 2007. Saat itu, layanan hanya ditawarkan terbatas di Jakarta. 

Namun, PT Hutchison 3 Indonesia sebenarnya sudah jauh lebih dulu berdiri dengan nama PT Cyber Access Communication pada tahun 2000. Saat itu, saham perusahaan ini dimiliki 100% oleh Charoen Pokphand, sebuah perusahaan konglomerasi asal Thailand. 

 

Namun pada 2005, Charoen Pokphand dan Hutchison Asia Telecom menyepakati perjanjian untuk menjual 60% saham Charoen di PT CAC kepada Hutchison Telecom. Sementara Charoen tetap bertahan dengan 40% saham. 

Dengan dinamika bisnisnya, barulah pada 2007 PT Hutchison CP Telecommunications meluncurkan layanan telekomunikasi pertama mereka. 

Sejak 2007, Tri kemudian melebarkan pasarnya dengan sangat cepat hingga saat ini dengan 40 juta pelanggan dan 41.000 BTS 4G. 

Sebelum bergabung dengan Indosat, Tri sudah sempat dikabarkan akan merger dengan operator lainnya. Misalnya, pada 2019 dikabarkan akan merger dengan XL Axiata dan pada 2020 dengan Smartfren. 

3. Merger Indosat-Tri meneguhkan posisi pasar 

Mergernya Indosat dan Tri menjadi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk meneguhkan posisi mereka di industri telekomunikasi nasional. Indosat Ooredoo Hutchison dipastikan menjadi operator seluler terbesar kedua di Indonesia setelah Telkomsel. Gabungan pendapatan tahunan Indosat-Tri diperkirakan akan mencapai US$3 miliar atau setara Rp42,72 miliar. 

Penggabungan Indosat-Tri menjadikan mereka memiliki 164,6 juta pelanggan. Angka ini nyaris menyalip kompetitor mereka, Telkomsel sebanyak 169 juta pengguna. Indosat-Tri juga menyalip pesaing mereka, XL Axiata dengan 56,7 juta pengguna. 


 

Bisnis