Investasi

Saham BCA: Harga, Cara Beli, Sejarah

[Waktu baca: 4 menit]

Saham BCA (Bank Central Asia) adalah salah satu saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Saham BCA ini bisa dibeli dan dijual oleh masyarakat umum. Saham BCA merupakan saham yang sering dikategorikan sebagai saham blue chip.

Kode saham BCA ini adalah BBCA. Saham BCA adalah salah satu dari sedikit saham yang harganya relatif terus naik dalam jangka panjang. Di awal April 2021, saham BCA dijual di harga Rp30.000an per lembar. Pada 2008, harga saham ini masih sekitar Rp3.600. Artinya, saham ini naik lebih dari tujuh kali lipat dalam waktu 13 tahun!

Tertarik beli saham BCA? Yuk, kita berkenalan dulu dengan saham BCA ini!

Sejarah Saham BCA

Saham BCA pertama kali diperjualbelikan ke masyarakat pada 31 Mei 2000. Pada saat itu, BCA melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan harga Rp1.400 per lembar.

IPO itu dilakukan dua tahun setelah terjadi pergantian pemegang saham mayoritas dari grup Salim ke grup Djarum pada 1998 seiring dinamika krisis moneter pada saat itu. Pada saat ini, grup Djarum melalui Dwimuria Investama Andalan adalah pemegang saham mayoritas BCA dengan kepemilikan lebih dari 55,5%. Sisanya, sekitar 44,5% dimiliki oleh masyarakat.

Setelah IPO, saham BCA bisa dibeli oleh masyarakat umum. Harga sahamnya juga relatif naik terus seiring perkembangan perusahaan yang kian membesar. BCA menjadi bank swasta terbesar di Indonesia dan bersaing dengan bank-bank besar lainnya yaitu bank BUMN.

Dari IPO pada 2000, BCA kemudian melakukan pemecahan harga saham (stock split) pada 2008. Stock split atau aksi korporasi yang membuat harga saham menjadi lebih kecil itu dilakukan dengan rasio 1:2. Itu adalah stock split pertama yang dilakukan BCA.

Pada saat stock split, harga saham BCA sebesar Rp7.200 per lembar. Dengan rasio 1:2, harga saham BCA menjadi Rp3.600 per lembar. Dengan nominal yang lebih kecil, saham BCA menjadi lebih terjangkau oleh masyarakat.

Setelah stock split pada 2008, harga saham BCA relatif terus naik dalam jangka panjang. Pada awal 2021, misalnya, saham BCA menembus level Rp30.000 per lembar. Harga saham BCA pernah menembus level Rp36.900 per lembar pada Januari 2021.

Peningkatan harga saham BCA itu terjadi seiring peningkatan kinerja keuangan BCA sebagai bank swasta terbesar di Indonesia. Saham BCA selalu masuk ke dalam Indeks LQ-45 atau indeks yang berisi saham-saham paling likuid di Indonesia.

Di samping itu, saham ini juga masuk ke dalam Indeks High Dividend 20 atau saham-saham yang memberikan dividen yield relatif tinggi. Sejak 2001 sampai 2021, BCA selalu membagikan dividen kepada pemegang saham. Dividen itu diambil dari laba bersih BCA yang tumbuh dari tahun ke tahun.

Laba BCA selalu naik dalam periode 2009-2019. Laba BCA turun pada 2020 karena bisnis perusahaan terdampak pandemi virus corona. Namun, laba BCA "hanya" turun 5 persen di saat laba bank-bank besar lainnya turun puluhan persen.

Cara Beli Saham BCA

Seiring peningkatan harganya, saham BCA menjadi salah satu saham paling "mahal" di Indonesia. Mengapa demikian? Dengan asumsi harga Rp30.000 per lembar, masyarakat perlu mengeluarkan uang minimal Rp3.000.000 untuk membeli 1 lot saham BCA.

Seperti diketahui, pembelian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) harus dilakukan minimal 1 lot atau 100 lembar. Dengan demikian, jika ingin membeli saham BCA, kamu harus membeli minimal 100 lembar.

Dalam beberapa waktu tahun terakhir sudah muncul wacana BCA melakukan stock split lagi di tengah nominal harga sahamnya yang tinggi. Namun, wacana itu belum terwujud sampai saat ini.

Bagaimana cara membeli saham BCA? Kamu harus mendaftarkan diri ke perusahaan sekuritas atau broker saham untuk mendapatkan Rekening Dana Investor (RDI). RDI dapat dibuka dengan modal minimal Rp100.000.

Kamu perlu menyiapkan sejumlah kartu identitas seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk), Nomor Pokok Wajib Pajak, serta buku tabungan sebagai bagian dari persyaratan mendaftarkan diri sebagai investor saham.

Setelah membuka RDI, kamu baru bisa membeli saham BCA. Pembelian dan penjualan saham BCA bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi perusahaan sekuritas. Tidak ada salahnya untuk melakukan analisa terlebih dulu sebelum membeli saham BCA.

Pada dasarnya, jenis analisa saham yang dilakukan oleh investor atau trader saham adalah analisa fundamental dan analisa teknikal. 

Analisa fundamental adalah suatu metode yang berupaya mengetahui harga intrinsik dari suatu saham dengan mempertimbangkan berbagai aspek terkait seperti kondisi ekonomi dan kondisi perusahaan. 

Sementara itu, analisa teknikal adalah suatu metode yang berupaya memperkirakan pergerakan harga saham dengan mempertimbangkan data historis, harga dan volume transaksi saham. 

Ikuti pula berbagai perkembangan terbaru mengenai saham BCA. Kami mengulas sejumlah perkembangan terbaru mengenai saham BCA. Cek di tautan berikut ini: Saham BBCA.

Tags in: Saham Saham BBCA

Related articles

Others You Might Like

Leave a Comment

You need to login before leave a comment.

Login