Portofolio Akulaku, dari Pinjaman Online hingga Marketplace

Dika Aksara

Platform keuangan digital yang satu ini berkembang dengan cukup cepat. Dengan layanan yang sudah mencakup 4 negara di Asia Tenggara, Akulaku memiliki portofolio lini usaha yang menarik untuk disimak. 

Akulaku juga terbilang rajin menjalin kerja sama dengan platform perbankan dan keuangan digital lain. Prinsip kerja ini membuatnya memiliki jejaring yang cukup luas. 

Di saat perbankan dikenal cukup sulit 'ditembus' kelompok-kelompok yang selama ini unbankable, Akulaku memilih merapat. Akulaku menyasar negara berkembang dengan kelompok konsumen yang selama ini kurang terlayani oleh perbankan. 

Secara umum, portofolio Akulaku terbagi ke dalam perbankan digital, kredit konsumen, investasi digital, dan broker asuransi. Terakhir, Grup Akulaku resmi menjadi pengendali utama emiten PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC).

Seperti apa portofolio Akulaku? Big Alpha merangkumnya untuk kamu.

1. Marketplace

Akulaku memiliki platform marketplace dengan nama yang sama. Platform ini pun terintegrasi dengan produk Akulaku lainnya, termasuk layanan paylater dan fintech peer to peer (P2P) lending. Sebenarnya, marketplace adalah alat bagi Akulaku untuk menggaet lebih banyak nasabah. 

Namun, marketplace yang dikelola Akulaku tetap memberikan sejumlah nilai plus bagi pelaku usaha yang bergabung. Per 2021 ini, sudah ada sedikitnya 120.000 pelaku UMKM yang digandeng Akulaku. 

2. Jasa keuangan

Akulaku punya sejumlah produk layanan dan jasa keuangan seperti multifinance, fintech P2P lending lewat PT Pintar Inovasi Digital atau Asetku, serta kepemilikan saham mayoritas di PT Bank Neo Commerce Tbk. 

Seluruh produk layanan ini sebenarnya saling terintegrasi. Misalnya saja, fasilitas pembiayaan baik lewat multifinance atau fintech P2P lending sama-sama terintegrasi dengan marketplace mereka. Multifinance Akulaku misalnya, menyediakan produk paylater di berbagai e-commerce. Sementara fintech P2P lending menawarkan pinjaman tunai atau cash loan bagi konsumen. 

Akulaku finance juga masuk ke sejumlah platform e-commerce lain seperti Shopee, Blibli, hingga Tiketcom. 

3. Jadi pengendali utama emiten PT Bank Neo Commerce Tbk. 

Grup Akulaku melalui anak usahanya yang bergerak di bidang fintech, PT Akulaku Silvrr Indonesia resmi menjadi pengendali utama PT Bank Neo Commerce. Hal ini diputuskan melalui RUPS luar biasa yang digelar awal Oktober 2021 ini. 

Hal ini semakin memuluskan langkah Akulaku dalam memperluas penetrasi pasar mereka. Pengalaman Akulaku dalam hal lending juga dianggap menjadi nilai plus bagi BNC sebagai bank digital. 

Kepemilikan saham di BNC saat ini terdiri dari PT Akulaku Silvrr Indonesia sebesar 24,98%, PT Gozco Capital Indonesia sebesar 16,53%, Yellow Brick Enterprise Ltd sebesar 11,1%, Rockcore Financial Technology Co. Ltd sebesar 6,12%, dan publik hingga 41,27%. 

Sebagai informasi, PT Akulaku Silvrr Indonesia merupakan anak usaha Akulaku Group yang khusus menyediakan layanan di bidang e-commerce dan keuangan digital. Akulaku sendiri mendapat sokongan modal dari Ant Financial, perusahaan yang terafiliasi dengan Jack Ma sang pendiri Alibaba. 

Bisnis