Pengertian Global Bond, Sumber Duit Penambal Defisit

Dika Aksara

Menurut data dari Kementerian Keuangan, pemerintah menargetkan pengadaan utang melalui surat utang negara (SUN) senilai Rp 194,6 triliun sepanjang 2021. Salah satu instrumen yang ditawarkan adalah global bond. 

Penerbitan surat utang dalam mata uang asing ini menjadi salah satu sumber pembiayaan untuk menutup defisit APBN, seiring bengkaknya kebutuhan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. Dalam satu tahun terakhir misalnya, pemerintah Indonesia sudah dua kali menerbitkan SUN denominasi Yen atau yang populer disebut Samurai Bonds. 

Lantas apa itu global bond? Ini dia beberapa hal yang kamu perlu tahu soal global bond.

 

1. Pengertian global bond

Global bond adalah obligasi atau surat utang yang diterbitkan sebuah negara dalam bentuk valuta asing (valas). Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, global bond juga diartikan sebagai obligasi yang diterbitkan negara untuk dijual ke negara lain atau perusahaan asing. 

Pasar obligasi internasional ini memiliki potensi untuk berkembang lho, karena banyak negara penerbit global bond ini yang ingin menjangkau lebih banyak investor yang mampu membeli obligasi dengan nilai lebih tinggi. 

Global bond tidak mengikat seperti pinjaman resmi, berbeda halnya dengan utang pemerintah dari negara-negara pendonor. Artinya, alokasi penggunanya tidak perlu ditentukan sejak awal. 

Obligasi yang diterbitkan sebuah negara ini, lantas diperdagangkan di luar negeri. Contohnya nih, ada global bond yang disebut Euro Bond, yang diterbitkan oleh perusahaan atau negara di luar Eropa, untuk kemudian dijual di Eropa. 

Seperti obligasi pada umumnya, ada bunga dan jangka waktu yang mengikat dalam pembayaran global bond. 

 

2. Fungsi global bond

Negara yang menerbitkan global bond tentu punya tujuan yang ingin dicapai. Utamanya, menjadi sumber pembiayaan seperti yang dilakukan Indonesia. 

Global bond berfungsi untuk membiayai APBN yang memang butuh suntikan dana tambahan. Seperti kita tahu, sumber pembiayaan APBN bisa berasal dari dalam negeri seperti pajak atau dari luar negeri, salah satunya dengan global bond ini. 

Global bond juga berfungsi untuk menambal defisit APBN seperti yang dialami Indonesia saat ini. Anggaran pemerintah bengkak untuk penanganan pandemi Covid-19, sehingga pengeluaran jauh lebih besar dibanding perhitungan di APBN. Defisit pun menjadi semakin lebar. Kalau sudah begini, maka pemerintah menerbitkan global bond untuk menambal kebutuhan. 

 

3. Global bond Indonesia

Pada Juli 2021 ini, pemerintah baru saja menerbitkan SUN dengan denominasi dolar AS dan Euro dengan format SEC-Registered Shelf Take Down. Ada tiga SUN berdenominasi dolar AS dan 1 SUN denominasi Euro. Tiga seri berdenominasi dolar AS adalah RI0731, RI0351, dan RI0371 dengan total nominal US$1,65 miliar dan 500 juta Euro.

 

Ekonomi