Personal Finance

Pelajaran Bisnis dari Odading "Iron Man"

[Waktu baca: 4 menit]

Dalam beberapa hari belakangan, jagat internet dimeriahkan dengan viralnya seorang penjual kue odading asal Bandung, Jawa Barat, bernama Ade Londok. Ade Londok mempromosikan kue odading "Mang Oleh" tersebut dengan cara yang unik.

Bak food vlogger, Ade Londok merekam video dirinya sendiri yang sedang mengulas kue odading (atau yang biasa dikenal dengan kue bantal/bolang baling) dengan menyebut makan odading bisa menjadi seperti Iron Man, mengutip pantun "Ikan Hiu Makan Tomat" hingga menyebut nama binatang.

Video berkualitas rendah itu kemudian tersebar luas dan mendapatkan perhatian banyak orang, termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ridwan Kamil bahkan datang langsung ke tempat Ade berjualan, memberinya smartphone baru dan memintanya untuk mempromosikan kuliner Jawa Barat.

Di samping itu, video tersebut mengundang masyarakat untuk membeli kue odading. Berbagai video menunjukkan masyarakat rela mengantri di bawah terik matahari untuk membeli kue odading Mang Oleh tersebut.

Pelajaran bisnis apa yang sekiranya dapat kita petik dari viralnya kue odading Mang Oleh tersebut? Berikut ini sejumlah pelajarannya:

1. Memanfaatkan Teknologi

Viral adalah sebuah fenomena yang terjadi dalam dunia internet. Ada banyak penjual kue odading dan kue sejenisnya di Bandung dan di luar Bandung. Namun, tidak semua penjual tersebut mencoba memanfaatkan teknologi seperti yang dilakukan oleh Ade Londok. 

Dalam mempromosikan kue odadingnya tersebut, Ade Londok menggunakan teknologi berupa handphone yang dapat merekam video serta menyebarkannya di media sosial. Keunikan video itu kemudian mendapatkan tanggapan dari para pengguna media sosial lainnya.

2. Pemasaran Tidak Selalu Mahal

Apa yang dilakukan oleh Ade Londok dapat dikategorikan sebagai aktivitas pemasaran. Ridwan Kamil menjulukinya dengan sebutan "S3 Marketing Indonesia".

Ade Londok menunjukkan bahwa kegiatan promosi tidak selalu mahal atau mengeluarkan biaya untuk memasang iklan hingga membayar food vlogger. Dengan kreativitasnya mengolah kata-kata, Ade Londok melakukan promosi dengan ongkos yang efisien.

3. Peluang Usaha Mikro/Kecil

Dalam persaingan mendapatkan pelanggan makanan, peluang tidak hanya dimiliki oleh usaha berskala menengah atau besar. Usaha mikro atau kecil seperti kue odading Mang Oleh juga memiliki peluang untuk mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.

Dalam skala apapun, sebuah usaha atau bisnis memiliki harapan untuk berkembang dan mendapatkan momentum bisnisnya. Berbagai laporan media menyatakan bahwa kue odading Mang Oleh itu sudah ada sejak 20 tahun lalu.

4. Proses ATM

Video kue odading Mang Oleh bukanlah video promosi makanan yang pertama yang ada di internet. Sebelumnya, sudah ada banyak sekali video promosi makanan yang dilakukan oleh food vlogger profesional atau amatir.

Proses yang dilakukan oleh Ade Londok ini sebenarnya adalah proses "amati, tiru dan modifikasi" (ATM). Bukan tidak mungkin, secara tidak sadar, Ade Londok mengamati dan meniru video-video serupa yang sudah beredar terlebih dulu.

Ade Londok kemudian memodifikasinya dengan mengolah kata-kata dengan meramu Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda bahkan bahasa Inggris. Ditambah dengan faktor keberuntungan, video kue odading "Iron Man" menjadi viral dan mengundang orang untuk membeli produk itu.

 

sumber foto: Kompas.com

Related articles

Others You Might Like

Leave a Comment

You need to login before leave a comment.

Login