Pandemi, Saat Tepat Beli Rumah?

[Waktu baca: 3 menit]

Apakah masa pandemi virus corona yang terjadi pada 2020 ini adalah saat tepat membeli rumah? Pertanyaan ini diajukan oleh sebagian orang yang berencana membeli rumah pertamanya.

Tidak sedikit desas desus yang beredar yang mengatakan bahwa harga rumah "turun" karena pemiliknya sedang membutuhkan uang di tengah perlambatan ekonomi. Menurut Survei Harga Properti Residensial yang dirilis Bank Indonesia, peningkatan harga properti residensial di pasar primer mengalami perlambatan.

Perlambatan itu ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Harga Properti Resindensial (IHPR) triwulan II/2020 sebesar 1,59% atau lebih rendah dibandingkan dengan triwulan I/2020. Perlambatan IHPR diperkirakan berlanjut pada triwulan III/2020 dengan pertumbuhan 1,19%.

Di sisi lain, Indonesia Properti Watch melakukan survei konsumen terhadap 285 responden pada awal September 2020. Dari survei itu, IPW menemukan 68,09% konsumen menyatakan minatnya untuk membeli properti pada masa pandemi.

Seperti dikutip dari Kompas.com, sebagian besar responden itu terdiri dari masyarakat usia 35–55 tahun yang berdomisili di Jakarta, Jawa dan luar Pulau Jawa. Sekitar 51,06% responden menyatakan masih melirik properti dalam bentuk rumah, sisanya adalah apartemen (11,7%), tanah kavling (22,34%), rumah toko (10,64%) dan sebagainya.

Rentang harga rumah yang diminati antara lain Rp500 juta-Rp1 miliar (29,79%), Rp300 juta-Rp500 juta (28,72%), Rp1 miiar-Rp3 miliar (23,40%), di bawah Rp300 juta (10,64%) dan di atas Rp3 miliar (7,45%). Dengan kata lain, survei itu menunjukkan pandemi tidak menyurutkan minat sebagian orang untuk membeli rumah.

Membeli rumah saat pandemi bukan hanya dipikirkan oleh sebagian orang di Indonesia. Sejumlah laporan juga menunjukkan fenomena ini terjadi  di luar negeri seperti di Amerika Serikat. Hal ini didasari oleh sejumlah alasan sebagai berikut:

1. Harga Rumah

Seperti pernah dilaporkan oleh berbagai media massa, harga rumah di sejumlah kategori mengalami penurunan sebesar 20%-30% pada masa pandemi virus corona. Data IHPR yang dirilis oleh Bank Indonesia juga menunjukkan peningkatan harga properti residensial di pasar primer mengalami perlambatan.

Penurunan (atau peningkatan yang lambat) harga rumah tersebut dapat menjadi salah satu alasan dalam membeli rumah. Tentu saja, keputusan pembelian rumah perlu dipikirkan matang-matang dan melalui kalkulasi yang memadai.

Di New York, harga penjualan median turun 18% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan penjelasan Forbes, penurunan harga tersebut merupakan yang terbesar dalam dekade ini. Hal yang sama dialami oleh banyak kota lainnya di Amerika Serikat.

Seperti diketahui, rumah adalah salah satu benda paling mahal yang akan atau pernah dibeli oleh sebagian orang dalam hidupnya. Hal itu dilakukan karena harga rumah yang tidak murah. Saat harga tersebut mengalami penurunan, kita dapat mempertimbangkan untuk membeli benda paling mahal ini.

2. Rumah = Kantor

Saat pandemi, rumah berfungsi bukan hanya sebagai tempat tinggal melainkan juga tempat kerja. Rumah menjadi "kantor" karena banyak perusahaan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH).

Fenomena pandemi virus corona ini menunjukkan bahwa membeli rumah bukan hanya sekedar untuk tempat tinggal atau investasi melainkan sekaligus membeli tempat kerja yang dapat digunakan pada saat darurat.

Berdasarkan data Google Mobility Report per 11 September 2020, tren mobilitas masyarakat Indonesia ke tempat kerja turun 24%. Sebaliknya, mobilitas ke tempat tinggal meningkat sekitar 11%. Berbagai perusahaan telah mengumumkan rencana kebijakan WFH hingga 2021.

3. Tempat Berlindung

Salah satu anjuran yang disebarkan oleh pemerintah pada masa awal penyebaran virus corona adalah bekerja, belajar (bersekolah) dan beribadah di rumah. Rumah menjadi tempat berlindung yang lebih aman dari marabahaya bernama pandemi virus corona.

Pandemi virus corona semakin mengingatkan pentingnya rumah sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Kendati demikian, pembelian aset ini perlu didasarkan sejumlah pertimbangan yang matang.

 

 

Mau beli rumah pertama? Big Alpha akan menyelenggarakan webinar "Propertalk: Tips-tips Jitu Beli Rumah Perdanamu" pada 27 September 2020 pukul 15.00 WIB. Raih kesempatan mendapatkan cashback puluhan juta Rupiah untuk pembelian rumah perdanamu.  Klik di sini untuk pendaftaran.

Leave a Comment

You need to sign in before leave a comment. Fields marked with an * are required.

Sign in

Subscribe To Big Alpha

Subscribe now and get exclusive news, advisory and more.