Negara Arab Paling Kaya dan Miskin, Siapa Saja?

Dika Aksara

Kamu pecinta film Fast and Furious? Pasti kamu ingat dong, salah satu adegan ikonik dalam FF seri ketujuh yang mengambil latar tempat di Abu Dhabi. Dalam scene film tahun 2015 itu, Dominic Toretto (Vin Diesel) dan Brian O'Conner (Paul Walker) 'menerbangkan' mobil Lykan Hypersport dari sebuah gedung pencakar langit di Abu Dhabi. 

Pemilihan Abu Dhabi sebagai lokasi syuting Fast and Furious tentu dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, barangkali, menimbang status ibu kota Uni Emirat Arab itu sebagai salah satu kota termaju di dunia saat ini. 

Abu Dhabi memang menjelma menjadi kota yang mewah dalam beberapa dekade terakhir. Terdongkrak oleh perekonomian negara yang mengandalkan ekspor minyak bumi. 

Tak cuma UEA saja sih yang terbantu dengan kekayaan minyak bumi melimpah. Nyaris seluruh negara di Semenanjung Arab memang memiliki sumber daya alam berupa minyak bumi sebagai komoditas ekspor utama. 

Tapi pernah ngga sih kamu terpikir, negara Arab mana yang paling kaya? Atau sebaliknya, negara Arab mana yang paling miskin? Nah, Big Alpha mencoba menguliknya untuk kamu. 

 

1. Qatar jadi negara terkaya, kalahkan Arab Saudi

Kalau kamu mengira Arab Saudi jadi negara Arab terkaya, kamu salah. Dikutip dari Global Finance Magazine, Qatar justru menempati posisi wahid sebagai negara Arab paling kaya. 

Menurut pemberitaan pada Mei 2021 itu, Qatar mencatatkan pendapatan per kapita mencapai US$93.508. Angka ini menjadi yang tertinggi di kawasan Arab dan keempat tertinggi di dunia. 

Uni Emirat Arab (UEA) menempati posisi kedua dengan pendapatan per kapita sebesar US$58.753. Di skala global, UEA duduk di peringkat ke-11. 

Selanjutnya ada Bahrain sebagai negara terkaya ketiga di Arab. Nilai pendapatan per kapitanya mencapai US$48.766. Bahrain duduk di peringkat ke-23 skala global. 

Arab Saudi justru ada di urutan keempat sebagai negara Arab terkaya dengan pendapatan per kapita US$48.766. Sementara skala global, Arab Saudi duduk di peringkat ke-25. 

2. Yaman sebagai negara termiskin di Arab Saudi

Yaman merupakan salah satu negara Arab yang juga memproduksi minyak mentah. Tapi, kondisinya saat ini justru terpuruk. Yaman menyandang status sebagai negara termiskin di Semenanjung Arab. 

Kenapa? Alasan utamanya adalah konflik yang masih berlangsung sampai saat ini. Perang saudara yang berlangsung sejak 2015 ini telah merenggut ribuan nyawa warga sipil dan merusak tatanan ekonomi negara tersebut. 

Berdasarkan laporan PBB pada 2016-2017, Yaman merupakan negara termiskin di dunia dengan 80 persen populasinya, sekitar 24 juta orang, bergantung pada bantuan. Jutaan orang lain, berada di ambang kelaparan. 

PBB juga melaporkan sedikitnya 2 juta anak-anak di Yaman kekurangan gizi akut. Negara juga kesulitan mengatasi berbagai penyakit seperti demam berdarah, malaria, kolera, bahkan kini Covid-19

Ekonomi