Mengupas Tren Dividen Adaro Energy (ADRO)

Yodie Hardiyan

[Waktu baca: 3 menit]

Adaro Energy (ADRO) adalah perusahaan yang royal dalam membagi dividen kepada investor saham. Sejak IPO 2008, ADRO selalu konsisten "mencuil" sebagian labanya untuk diberikan kepada pemegang saham.

Simak tabel berikut ini:

Dari tabel di atas, ADRO terbukti membagikan dividen secara konsisten dari tahun ke tahun dengan rasio pembayaran dividen dari laba bersih perusahaan (Dividend Payout Ratio/DPR) yang bervariasi. Bagi pemegang saham, dividen ini menjadi keuntungan yang dapat dinikmati setiap tahun, selain potensi capital gain (serta risiko capital loss) yang dapat diraih investor.

Terakhir, ADRO membagikan dividen senilai US$146,8 juta atau 99% dari laba perusahaan tahun buku 2020. Rasio itu merupakan rasio paling besar dalam beberapa tahun terakhir. Kendati secara rasio besar, secara nominal dividen itu lebih kecil dibandingkan dengan 3 tahun sebelumnya. Kecilnya nominal itu tidak lain disebabkan oleh kinerja perusahaan yang terpukul oleh pandemi virus corona pada 2020.

Seperti diketahui, ADRO membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$146,93 juta pada 2020 atau turun 64% dibandingkan dengan US$404,19 juta pada 2019.

Pendapatan Adaro sendiri turun 27% menjadi US$2,53 miliar pada 2020 dibandingkan dengan US$3,46 miliar pada 2019. Penurunan pendapatan itu terjadi karena penurunan harga jual rata-rata serta penurunan volume penjualan batubara.

Laba itu turun tidak lain disebabkan penurunan aktivitas ekonomi akibat pandemi. Batubara, salah satu bahan bakar berbagai industri, mengalami penurunan permintaan seiring lesunya aktivitas industri di seluruh dunia.

Sejumlah negara pengimpor batubara dari Indonesia, termasuk batubara yang diproduksi oleh ADRO, memberlakukan kebijakan penguncian wilayah yang berakibat signifikan terhadap ekonomi negara tersebut. Akibatnya, permintaan terhadap batubara turun.

Seiring proses pemulihan ekonomi, ekonomi Indonesia diperkirakan oleh berbagai pihak tumbuh pada 2021. Peningkatan ekonomi itu akan mengungkit permintaan batubara untuk keperluan industri. Jika ADRO kembali membukukan laba pada 2021, apalagi bertumbuh dibandingkan dengan 2020, bukan tidak mungkin ADRO akan kembali membagikan dividen kepada pemegang sahamnya.

Sejak 2008 sampai 2019, ADRO telah membagikan dividen kepada pemegang saham senilai total US$1,6 miliar dengan rata-rata rasio pembayaran dividen 40%. Dalam beberapa tahun, ADRO juga membagikan dividen interim, kendati hal tersebut tidak dilakukan pada 2021 karena kondisi keuangan perusahaan yang terpukul.

Selain dividen ADRO, belum lama ini kami juga mengulas pembagian dividen dari sektor lain yaitu perbankan. Sejumlah bank besar membagi dividen kepada para pemegang sahamnya. Apakah pembagian dividen itu merupakan sentimen positif atau negatif bagi bank di tengah pandemi dimana bank membutuhkan bantalan permodalan?  Simak ulasannya dalam artikel berikut ini: Bank Besar Bagi Dividen, Positif atau Negatif?


 

Investasi