Mengenal Sejarah IMF, Pendonor Indonesia di Kala Krisis

Dika Aksara

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), bisa jadi merupakan lembaga yang punya hubungan unik dengan Indonesia. Kedekatan IMF dengan pemerintah Indonesia antara dibenci atau disyukuri. 

Tentu kita masih ingat, sebuah potret yang ikonik menunjukkan Presiden Soeharto, pada Januari 1998, 'takluk' di hadapan Direktur IMF Michael Camdessus. Foto itu merekam kejadian saat Presiden Soeharto menunduk sambil menandatangani dokumen pengajuan bantuan kepada IMF. Di samping Soeharto, Camdessus terlihat bersedekap tangan. 

Kejadian itu disebut-sebut sebagai titik balik menyerahnya rezim Orde Baru terhadap ganasnya krisis ekonomi saat itu. Pemerintah akhirnya meminta bantuan kepada IMF, setelah kondisi makro Indonesia penuh dengan rapor merah. 

Tercatat, selepas Presiden Soeharto lengser pun pemerintah Indonesia masih berhubungan dengan IMF. Utang Indonesia terhadap IMF baru bisa dilunasi seluruhnya di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Begitulah sekilas hubungan Indonesia dan IMF. Kendati terkesan negatif, sejumlah pakar menyebut bahwa kondisi perekonomian Indonesia pada 1998 memang membuat Soeharto mau tak mau mengajukan bantuan. 

Nah, lantas bagaimana sejarah IMF? Bagaimana kiprah IMF terhadap perekonomian dunia? Big Alpha merangkumnya untuk kamu.

 

1. Tugas IMF

Secara sederhana, IMF merupakan organisasi internasional yang bergerak di bidang keuangan. Salah satu tugasnya adalah memberikan pinjaman kepada setiap negara anggota. Pinjaman ini tentu saja tidak sembarangan diberikan, namun bertujuan meningkatkan perkembangan ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan dunia. Tujuan jangka panjangnya, menurunkan angka kemiskinan di seluruh negara dunia. 

Setidaknya ada 5 tujuan utama IMF:

  • Mendorong kerjasama moneter internasional
  • Memfasilitasi perluasan dan pertumbuhan perdagangan internasional yang seimbang
  • Mendorong stabilitas nilai tukar
  • Membantu pembentukan sistem pembayaran multilateral
  • Menyediakan sumber bantuan (yang disertai dengan sistem safeguard yang memadai) kepada negara anggota yang mengalami masalah neraca pembayaran

2. Sejarah singkat IMF

IMF dibentuk pada 1944 melalui Konferensi Bretton Woods di New Hampshire, Amerika Serikat. Pertemuan itu diikuti 44 negara yang punya tujuan sama, yakni membentuk kerja sama ekonomi demi mencegah terulangnya devaluasi mata uang kompetitif yang telah mengakibatkan Depresi Besar tahun 1930-an. 

Misi utama IMF adalah menjamin stabilitas sistem moneter internasional, yakni sistem nilai tukar dan pembayaran internasional yang memungkinkan negara-negara dan para warganya bertransaksi satu sama lain.

Mekanisme kerja IMF berdasarkan dana cadangan yang dikumpulkan negara anggota. Setiap negara yang terdaftar diwajibkan menyumbang sejumlah dana cadangan dengan sistem kuota. Dana inilah yang akan dimanfaatkan negara lain yang sedang mengalami kesulitan keuangan. 

Dikutip dari situs resmi IMF, total sumber kuota alias dana cadangan saat ini sekitar SDR475 miliar (sekitar US$645 miliar). Selain itu, kesepakatan kredit antara IMF dengan sekelompok negara anggota dan institusi menyediakan sumber tambahan sekitar SDR 182 miliar (US$258 miliar), dan merupakan cadangan utama selain kuota. 

Negara-negara anggota juga telah mengkomitmenkan sumber keuangan untuk meningkatkan sumber pinjaman darurat melalui sejumlah kesepakatan kredit bilateral. Total komitmen dalam kerangka kredit 2016 saat ini mencapai SDR 319 miliar (US$ 450 miliar).

3. Keanggotaan IMF saat ini

IMF bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat. Total anggotanya saat ini sebanyak 189 negara. Terdapat 24 direktur eksekutif yang bekerja mewakili 189 negara anggota. Jumlah pinjaman yang dapat diberikan IMF kepada negara anggotanya mencapai US$1 triliun. Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 40 perjanjian pinjaman. 

4. Negara peminjam terbesar 

Berdasarkan catatan IMF, negara peminjam bantuan modal terbesar (per September 2017) adalah Yunani, Ukraina, Portugal, dan Pakistan. Sayangnya, IMF tidak memerinci di laman resminya berapa nilai total pinjaman dari masing-masing negara.

Tags:

Ekonomi