Mengenal Saham Treasuri Milik Emiten

Yodie Hardiyan

[Waktu baca: 4 menit]

Belum lama ini, Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) dikabarkan akan menjual saham treasuri sebanyak 229 juta lembar saham dalam periode 28 Januari 2021 hingga 25 Februari 2022.

Selain SIDO, sejumlah perusahaan terbuka lainnya tercatat memiliki saham treasuri seperti Telkom (TLKM) atau Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Nah, apa artinya saham treasuri ini?

Pada dasarnya, saham treasuri adalah saham yang dibeli kembali oleh manajemen perusahaan dari pasar dengan tujuan tertentu, misalnya ketika harga saham perusahaan tersebut sedang turun drastis.

Pembelian saham itu dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga harga saham agar tidak turun terlalu dalam. Pembelian saham kembali itu (buyback) biasanya turut didorong oleh otoritas terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam situasi tertentu seperti market crash.

Saham yang dibeli kembali oleh manajemen perusahaan tersebut dinamakan treasury stock atau saham yang diperoleh kembali. Dalam laporan keuangan, saham treasuri ini dicatatkan dalam neraca di bagian ekuitas.

Untuk memudahkan pemahaman, berikut ini ilustrasi sederhananya. Pada 2010, perusahaan X melakukan IPO dengan melepas 40% sahamnya kepada publik. Dengan demikian, perusahaan X masih memiliki 60% saham.

Namun, pada 2012, pasar saham mengalami gejolak. Harga saham perusahaan X turun drastis. Pada saat itu, manajemen berpandangan bahwa salah satu upaya untuk mengerem penurunan harga saham adalah dengan cara pembelian kembali saham (buyback).

Nah, saat itulah, manajemen perusahaan kemudian membeli sebagian (1%, misalnya) saham yang beredar di pasar. Saham yang dibeli kembali tersebut adalah saham treasuri. 

Pada umumnya, saham treasuri ini tidak dipegang selamanya oleh perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan suatu saat akan melepas kembali saham treasuri tersebut kepada publik, seperti yang dilakukan oleh SIDO.

Ketika saham treasuri itu dilepas kepada publik, perusahaan akan mendapatkan kas tambahan dari hasil penjualan saham treasuri. Bagi perusahaan, penjualan itu akan meningkatkan kas yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Dalam contoh lainnya, seperti yang pernah dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI), saham treasuri yang dimiliki oleh perusahaan dari hasil buyback pada 2015 dan 2016 dialihkan untuk program kepemilikan saham bagi pekerja perusahaan pada 2020. Namun, tidak semua saham treasuri itu dialihkan. Sebagian di antaranya masih dipegang oleh perseroan.

Tags:

Investasi