Mengenal Fund Fact Sheet Reksa Dana

Yodie Hardiyan

[Waktu baca: 5 menit]

Bagaimana cara memantau perkembangan reksa dana yang dimiliki investor? Salah satu caranya adalah membaca fund fact sheet atau laporan kinerja bulanan reksa dana.

Pada umumnya, fund fact sheet diterbitkan setiap bulan oleh manajer investasi atau pengelola reksa dana melalui berbagai media, mulai dari website perusahaan hingga aplikasi agen penjual.

Tidak ada salahnya investor membaca fund fact sheet ini secara berkala (misalnya, 1 bulan sekali) untuk memantau perkembangan reksa dana yang dimiliki. Apa saja informasi penting dalam fund fact sheet?

1. Nilai Aktiva Bersih

Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah jumlah dana masyarakat yang ditempatkan di suatu reksa dana. 

Semakin besar NAB tersebut maka semakin besar pula kepercayaan masyarakat (investor individu/institusi) terhadap manajer investasi tersebut karena bersedia "menyerahkan" dananya untuk dikelola. 

Dalam fund fact sheet, investor reksa dana dapat mengamati perkembangan NAB dari waktu ke waktu. Perlu diingat sesuai peraturan OJK, NAB minimal di suatu reksa dana sebesar Rp25 miliar selama 90 hari. 

Kurang dari itu, reksa dana tersebut akan dibubarkan atau dilikuidasi. Saat reksa dana dibubarkan maka dana tersebut dikembalikan kepada pemegang unit penyertaan atau investor.

NAB reksadana di Indonesia ada yang mencapai ratusan miliar Rupiah hingga triliunan Rupiah. NAB reksadana paling besar biasanya di reksadana saham.

2. Harga Reksadana

Fund fact sheet juga menampilkan harga reksa dana atau yang juga dikenal dengan NAB per Unit Penyertaan per akhir bulan. 

Investor dapat melihat perkembangan harga reksa dana tersebut: lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan akhir bulan sebelumnya atau dibandingkan dengan saat pembelian.  Selain di fund fact sheet, harga reksa dana ini juga dapat ditemui di media lain, misalnya, aplikasi penjual reksa dana.

3. Portofolio Efek

Seperti diketahui, reksa dana adalah suatu instrumen investasi yang berisi sejumlah efek tertentu (saham, obligasi, surat berharga dan sebagainya). Dalam fund fact sheet, investor dapat mengetahui efek apa yang dipilih oleh manajer investasi dalam meracik reksa dana tersebut.

Dalam reksa dana saham, misalnya. Investor saham dapat mengetahui saham apa saja yang dipilih oleh manajer investasi dalam menyusun portofolio efek tersebut. Daftar saham itu tentu saja dapat berubah dari waktu ke waktu sesuai strategi dari manajer investasi.

Di samping itu, investor juga dapat mengetahui alokasi aset atau perbandingan dana yang ditempatkan di antara berbagai efek. Dalam reksa dana saham, misalnya, lebih dari 90% alokasi aset biasanya adalah saham dan sisanya di instrumen lain seperti pasar uang.

4. Kinerja

Dalam fund fact sheet, investor reksa dana dapat membandingkan kinerja reksa dana yang dimiliki dengan acuan (benchmark) di setiap instrumen. Di reksa dana pasar uang, misalnya, kinerjanya biasanya dibandingkan dengan rata-rata suku bunga deposito.

Perbandingan itu biasanya ditunjukkan dengan grafik. Reksa dana yang bagus adalah reksadana yang mampu mengungguli acuannya. Contoh lain, reksa dana saham. Kinerja reksa dana saham dapat dibilang bagus apabila mampu mengungguli kinerja IHSG.

Di samping itu, investor reksa dana juga dapat memantau kinerja reksa dana tersebut dalam periode waktu tertentu seperti year to date, satu bulan, tiga bulan, enam bulan, satu tahun, tiga tahun, lima tahun atau sejak peluncuran.

5. Profil Risiko

Fund fact sheet juga menampilkan profil risiko dari jenis reksa dana tersebut. Dalam fund fact sheet reksa dana saham biasanya akan menunjukkan profil risiko tinggi, sedangkan reksa dana pasar uang menunjukkan profil risiko rendah.

Dengan informasi tersebut, manajer investasi telah mengingatkan kepada investor mengenai risiko yang melekat dalam suatu instrumen investasi. Ingat, potensi keuntungan dan risiko suatu instrumen itu ibarat dua sisi dalam satu koin yang sama.

6. Biaya Transaksi

Fund fact sheet biasanya menampilkan aneka biaya transaksi reksa dana tersebut seperti biaya pembelian, biaya penjualan kembali, biaya pengalihan hingga komisi manajer investasi hingga bank kustodian. Biaya ini dibayarkan investor atas jasa transaksi reksa dana yang disediakan oleh manajer investasi.

Komisi manajer investasi dan bank kustodian biasanya dibayarkan setiap tahun, sedangkan biaya pembelian dan biaya penjualan kembali dibayarkan setiap transaksi. 

Investasi