Mengenal Fintech Aggregator Dalam Memilih Produk Keuangan

Yodie Hardiyan

[Waktu baca: 3 menit]

Apakah kamu pernah mencari produk keuangan seperti deposito, kredit bank, asuransi dan sebagainya di mesin pencari di internet? Saat mencari produk itu, apakah kamu akhirnya berkunjung ke sebuah situs yang memungkinkan pembandingan satu produk dan produk lainnya?

Ya, situs tersebut adalah situs milik perusahaan financial technology (fintech) aggregator yang memungkinkan pengguna memperoleh informasi mengenai produk keuangan dengan cara menyaring produk secara digital.

Layanan fintech aggregator ini mirip dengan supermarket dimana masyarakat bisa membandingkan antara satu produk dan produk lainnya. Pembandingan itu dilakukan secara digital melalui internet.

Contohnya, kamu berencana membeli asuransi mobil. Kamu lalu mengetik kata kunci "asuransi mobil murah" di mesin pencari lalu menemukan sejumlah halaman situs yang menawarkan informasi mengenai asuransi mobil tersebut.

Sebagian situs itu merupakan fintech aggregator yang memungkinkan kamu memilih asuransi mobil yang telah diseleksi berdasarkan tarif premi, merk dan perusahaan asuransinya. Fintech aggregator itu bukan perusahaan asuransi melainkan perusahaan teknologi.

Perusahaan fintech aggregator ini perusahaan yang mendapatkan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. OJK mengklasifikasikan perusahaan fintech aggregator ini sebagai Inovasi Keuangan Digital (IKD).

OJK mengatur IKD dalam Peraturan OJK Nomor 13/2018 tentang IKD di Sektor Jasa Keuangan. Dalam memastikan IKD mencapai tujuan-tujuan idealnya, OJK menerapkan regulatory sandbox. Regulatory sandbox adalah mekanisme pengujian yang dilakukan oleh OJK untuk menilai keandalan proses bisnis, model bisnis, instrumen keuangan, dan tata kelola penyelenggara.

Berdasarkan data OJK per 31 Desember 2020, ada 36 perusahaan fintech aggregator yang beroperasi di Indonesia. Contoh perusahaan fintech aggregator itu antara lain Cekaja.com, Cermati, Lifepal, BandinAja dan sebagainya. Jumlah perusahaan fintech aggregator itu terus bertambah dari waktu ke waktu.

Bagi pengguna, keberadaan fintech aggregator ini cukup bermanfaat karena bisa menghemat waktu dalam pencarian informasi. Pengguna tidak perlu memeriksa satu per satu produk di setiap situs perusahaan penyedia produk, melainkan cukup hanya mencari informasi di situs fintech aggregator.

Di samping itu, pengguna bisa melakukan komparasi mengenai berbagai aspek dari produk itu, mulai dari harga sampai pelayanan yang diberikan. Komparasi merupakan salah satu langkah penting dalam pengambilan keputusan transaksi.

Di sejumlah situs, pengguna akan diminta untuk registrasi dengan cara mengisi nama dan nomor telepon saat hendak mencari produk keuangan tertentu. Setelah itu, pengguna akan ditelepon oleh pihak telemarketing dari perusahaan fintech aggregator itu dan ditawarkan sejumlah produk terkait. Tertarik?

Personal Finance