Berminat Investasi Jasa Keuangan? Jawab 4 Pertanyaan Ini Dulu

Date:

[Waktu baca:  4 menit]

Pada saat ini, investasi jasa keuangan di Indonesia semakin berkembang. Tidak hanya saham, reksadana atau obligasi, peluang investasi kini tersedia pula dalam produk peer-to-peer lending.

Akses investasi keuangan juga kian mudah seiring perkembangan teknologi. Dengan internet, masyarakat bisa membeli saham, obligasi, reksa dana atau produk investasi lainnya melalui smartphone atau laptop.

Kendati demikian, kasus investasi bodong atau investasi palsu yang merugikan masyarakat tak juga hilang. Terus berulangnya penipuan investasi disebabkan sejumlah faktor, salah satunya tingkat literasi keuangan yang rendah.

Untuk mengantisipasi berbagai situasi yang tidak diinginkan dan menghadirkan rasa aman serta nyaman saat berinvestasi, calon investor setidaknya perlu menjawab sejumlah pertanyaan sebelum memutuskan untuk mengeluarkan uang untuk berinvestasi. Berikut ini pertanyaannya:

1. Apakah investasi itu terdaftar di OJK?

Calon investor perlu memastikan pihak yang memasarkan investasi itu terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK adalah lembaga resmi negara yang berwenang mengawasi industri jasa keuangan.

Apabila diawasi oleh OJK, pihak tersebut setidaknya telah melewati serangkaian tahap sebelum memasarkan produk investasinya kepada publik.  Legalitas perusahaan tersebut juga lebih terjamin. 

Dalam kurun waktu tertentu, OJK biasanya mengumumkan daftar perusahaan investasi bodong. Daftar tersebut disampaikan demi mencegah masyarakat mengeluarkan dananya untuk investasi yang bodong.

Kendati demikian, aspek ini tidak menjamin seorang investor memperoleh keuntungan dari sebuah kegiatan investasi. Dalam sejumlah kasus yang merugikan masyarakat, efektifitas pengawasan oleh regulator juga masih dipertanyakan.

2. Bagaimana risikonya?

Perlu diketahui, investasi tidak hanya sekedar mengenai keuntungan/cuan/profit dan sebagainya. Sebelum berinvestasi, masyarakat juga perlu mengetahui mengenai risikonya.

Risiko dari setiap produk investasi itu berbeda. Di dalam satu produk investasi pun, risiko juga bisa berbeda. Kesadaran dan pengetahuan akan risiko ini diperlukan untuk menentukan sejumlah hal, mulai dari besaran dana yang dikeluarkan hingga proyeksi keuntungan.

Salah satu prinsip umum dalam investasi adalah semakin tinggi potensi keuntungan maka semakin besar pula risikonya. Sebagai contoh, menempatkan dana di saham bisa menghasilkan keuntungan hingga belasan bahkan puluhan persen dalam sehari.

Namun, besaran risikonya juga tidak kalah besar dibandingkan dengan risiko instrumen lainnya yang relatif lebih rendah seperti obligasi atau deposito. Selain berharap keuntungan, calon investor perlu mempertimbangkan risiko.

3. Apakah kamu mengerti investasi?

Tidak ada salahnya keputusan investasi dibarengi pengetahuan yang baik mengenai investasi tersebut. Proses mempelajari sebuah instrumen ini memang membutuhkan waktu, namun hal ini dianjurkan untuk dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam proses mempelajari investasi, sejumlah informasi dasar seperti identitas produk, potensi risiko, pajak, cara transaksi dan sebagainya perlu diketahui oleh investor. Pada saat ini, akses untuk mendapatkan pengetahuan tentang investasi berlimpah di internet.

4. Sudahkah kebutuhan lain terpenuhi?

Sebelum berinvestasi, calon investor perlu memastikan bahwa berbagai kebutuhan prioritas seperti kebutuhan sehari-hari, pembayaran utang, dana darurat, asuransi kesehatan dan sebagainya telah terpenuhi.

Jangan sampai seluruh dana yang dimiliki digunakan untuk investasi namun di saat yang bersamaan kebutuhan seperti makanan sehari-hari atau sewa tempat tinggal tidak terpenuhi.

Investasi sebaiknya dilakukan dengan “uang dingin” atau dana yang memang tidak diperuntukkan bagi berbagai keperluan lain yang lebih mendesak. Dana itu kemudian dapat diinvestasikan dengan harapan potensi keuntungan di masa depan.


 

 

 

Apabila Anda berencana untuk berinvestasi saham, Big Alpha telah menyusun sebuah e-book kuartalan yang berisi 15 saham pilihan. Klik di sini untuk melakukan pemesanan.