Personal Finance

Cari Asuransi Mobil? Mengenal Asuransi All Risk

[Waktu baca: 4 menit]

Dari tahun ke tahun, jumlah kepemilikan mobil di Indonesia terus bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) pernah merilis perkembangan jumlah kendaraan bermotor dalam kurun waktu 1949-2018 yang melonjak dari 14.000 menjadi 16 juta mobil. Barangkali kita adalah salah satu pemiliknya.

Memiliki dan menggunakan sebuah aset, seperti mobil, berarti menghadapi risiko atas kepemilikan dan penggunaan aset tersebut. Salah satu risiko yang dihadapi oleh pemilik atau pengguna mobil adalah kecelakaan yang menyebabkan kerusakan atau pencurian yang menyebabkan kehilangan.

Risiko itu tidak selalu bisa dihindari. Kendati demikian, risiko itu bisa dialihkan ke perusahaan asuransi yang menawarkan jasa perlindungan atas mobil. Jasa itu disebut asuransi mobil. 

Asuransi mobil terdiri dari dua jenis yaitu asuransi total loss only (TLO) dan asuransi all risk atau komprehensif. Dua jenis asuransi mobil itu memiliki sejumlah perbedaan. Asuransi TLO hanya menanggung kerusakan dalam skala tertentu, sedangkan asuransi all risk menanggung hampir seluruh risiko yang dihadapi mobil.

Asuransi TLO pernah diulas di artikel sebelumnya. Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai asuransi all risk yang menjamin risiko yang lebih luas dibandingkan asuransi TLO.

Asuransi All Risk

Pada dasarnya, asuransi all risk adalah asuransi yang menanggung risiko apabila mobil mengalami kerusakan sebagian atau seluruhnya, kerusakan ringan atau berat. 

Risiko yang dijamin oleh asuransi all risk antara lain saat mobil nasabah mengalami tabrakan, benturan, terperosok, tergelincir atau bahkan terbalik. Selain itu, risiko lain yang ditanggung oleh asuransi all risk adalah apabila mobil kita menjadi sasaran perbuatan jahat seperti pencurian atau perampokan. 

Mobil mengalami kebakaran karena tersambar petir? Asuransi all risk juga menjamin risiko tersebut. Apabila mobil kita sedang diangkut oleh kapal feri lalu mengalami kerusakan maka produk ini akan menjaminnya.

Kendati demikian, terdapat sejumlah pengecualian risiko yang tidak dijamin oleh asuransi all risk. Misalnya, mobil nasabah ternyata dicuri oleh anggota keluarga atau sanak saudara. Dalam proses pengurusan klaim untuk kasus pencurian, misalnya, perusahaan asuransi membutuhkan berbagai dokumen pendukung termasuk laporan polisi.

Premi asuransi all risk biasanya lebih mahal daripada asuransi TLO karena karena risiko yang ditanggung oleh asuransi mobil jenis ini lebih luas. Produk ini biasanya dibeli oleh pemilik mobil baru yang ingin menjaga kondisi apik dari mobilnya. Di samping itu, pemilik mobil dengan harga yang relatif mahal juga mengasuransikan mobilnya dengan asuransi all risk.

Tarif Asuransi All Risk

Perusahaan asuransi tidak bisa seenaknya menetapkan tarif asuransi all risk mobil. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator industri jasa keuangan mengatur tarif batas bawah dan batas atas bagi asuransi kendaraan bermotor.

Pengaturan tarif asuransi itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor.6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017. Berikut ini tarifnya:

Keterangan:
Wilayah 3: Selain Wilayah 1 dan Wilayah 2.
Wilayah 2: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Wilayah 1: Sumatera dan Kepulauan di sekitarnya

Others You Might Like

Leave a Comment

You need to login before leave a comment.

Login