Mau Mudik Idul Adha? Siapkan Biaya Keperluan "New Normal" Ini

[Waktu baca: 4 menit]

Tidak seperti Idul Fitri pada Mei 2020, pemerintah tidak membuat peraturan larangan mudik saat Idul Adha pada Jumat, 31 Juli 2020 di tengah meningkatnya jumlah kasus positif corona di Indonesia. Dengan tidak adanya larangan itu, sebagian orang berencana untuk melakukan perjalanan mudik ke sejumlah daerah pada akhir pekan yang panjang (Jumat-Minggu).

Rencana berpergian itu juga didukung situasi dimana sejumlah angkutan umum seperti pesawat, kereta api dan bus sudah dapat beroeprasi. Seperti diketahui, sejumlah moda transportasi itu sempat berhenti beroperasi atau berkurang frekuensi operasinya seiring upaya pemerintah mencegah penyebaran virus corona.

Dalam mudik pada masa kenormalan baru (new normal) atau adaptasi kebiasaan baru kali ini, calon pemudik perlu menyiapkan sejumlah biaya tambahan selain biaya utama seperti pembelian tiket untuk perjalanan menggunakan kereta api dan pesawat atau pembelian bahan bakar serta karcis jalan tol bagi perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

Berikut ini sejumlah barang atau jasa yang perlu dibayar oleh calon pemudik sebelum melakukan perjalanan:

1. Rapid Test

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pemudik dalam menggunakan kereta api atau pesawat adalah melakukan tes cepat (rapid test). Pada saat ini, sejumlah stasiun kereta api dan bandara telah menyiapkan fasilitas rapid test.

Kementerian Kesehatan menetapkan biaya rapid test virus corona maksimal Rp150.000. Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan tertanggal 6 Juli 2020.

Bagi calon pemudik yang menggunakan kereta api, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyediakan layanan rapid test di 12 stasiun besar di Indonesia. Pelayanan dibuka mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. 

Stasiun itu antara lain Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Stasiun Bandung, Stasiun Cirebon, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Purwokerto, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Madiun, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Malang dan Stasiun Surabaya Pasarturi. Biaya rapid test di 12 stasiun kereta tersebut sebesar Rp85.000 per orang. 

Sementara itu, bagi calon pemudik yang akan menggunakan pesawat, sejumlah bandara seperti Bandara Soekarno-Hatta, Banten telah menyediakan layanan tersebut dengan biaya Rp150.000 per orang. Sejumlah maskapai penerbangan, AirAsia misalnya, menyediakan layanan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Banten dengan biaya Rp95.000.

2. Masker

Masker adalah salah satu perlengkapan penting yang tidak boleh tidak digunakan dalam kegiatan di ruang publik, termasuk dalam perjalanan mudik. Pada saat ini, harga masker telah berangsur normal setelah sempat meroket pada masa awal mula penyebaran virus corona di Indonesia.

Masker kini diperjualbelikan di banyak tempat, mulai dari marketplace hingga minimarket. Masker yang diperjualbelikan tidak hanya masker medis tapi juga masker kain yang kini marak digunakan.

Calon pemudik sebaiknya memiliki cadangan masker untuk digunakan sebagai antisipasi masker tersebut rusak atau kotor dalam perjalanan. Dengan demikian, calon pemudik perlu mengeluarkan uang lagi untuk membeli masker apabila hanya memiliki satu masker pada saat ini.

Masker kini dijual dengan harga bervariasi, mulai dari ribuan hingga belasan ribu Rupiah per lembarnya hingga ratusan ribu Rupiah per satu kotak yang berisi puluhan masker.

3. Hand Sanitizer

Selain masker, perlengkapan penting lainnya yang perlu dibawa dalam perjalanan mudik adalah cairan pembersih tangan atau hand sanitizer. Sama seperti masker, harga hand sanitizer telah berangsur normal setelah sempat meroket pada masa awal mula penyebaran virus corona di Indonesia.

Hand sanitizer kini diperjualbelikan di banyak tempat, mulai dari marketplace hingga minimarket dengan harga yang bervariasi, mulai dari belasan ribu hingga puluhan ribu Rupiah dengan ukuran yang berbeda-beda.

4. Face Shield

Face shield atau pelindung muka adalah benda yang kini tidak aneh dipakai lagi oleh masyarakat. Benda ini digunakan untuk melindungi wajah dari berbagai kemungkinan penyebaran virus corona.

Tidak ada salahnya perjalanan mudik dalam masa new normal ini menggunakan pelindung wajah sebagai upaya melindungi dari penyebaran virus. Di marketplace, harga face shield kini dibanderol belasan hingga puluhan ribu Rupiah.

Jadi, mudik atau tidak saat liburan Idul Adha kali ini?

 

Related Posts

IHSG Jatuh, Gejala Krisis?
Tips Memulai Gaya Hidup Frugal Living

Leave a Comment

You need to sign in before leave a comment. Fields marked with an * are required.

Sign in

Subscribe To Big Alpha

Subscribe now and get exclusive news, advisory and more.